| KOSMETIK JIWA | |||
|
|||
بسم الله الرحمن
الرحيم الحمد لله رب العالمين وصلى الله
على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين أما بعد :
Kita umat islam
wajib membersihkan hati kita dari perbuatan-perbuatan yang buruk khususnya
perbuatan hati seperti sombong, ujub, riya, hasud, ghibah, dll. Diantara akhlak
yang buruk adalah riya.
Riya termasuk
Syirik Ashghor, sebagaimana hadits Nabi saw
أن النبي صلى اللَّه عليه وسلم قال: "أخوف ما أخاف عليكم الشرك
الأصغر. قالوا يا رسول اللَّه وما الشرك الأصغر؟ قال الرياء، يقول اللَّه تعالى
يوم يجازي العباد بأعمالهم: "اذهبوا إلى الذين كنتم تراءون في الدنيا فانظروا
هل تجدون عندهم خيرا".
Nabi saw
bersabda” yang paling saya takutkan dari kalian adalah perbuatan syirik
Ashghor, para sahabat bertanya wahai Rosulullah apakah syirik ashghor itu? Nabi
menjawab “riya” nanti pada hari qiyamat hari pembalasan amal hamba, Allah
berfirman“pergilah kepada orang yang menjadikan amalmu itu karenanya waktu di
dunia dan mintalah balasanmu kepadanya! Maka lihatlah pasti kamu tidak akan
mendapatkan balasan kebaikan.
Riya adalah
mencari tempat tinggi di hati orang-orang agar mendapat pangkat dan keagungan.
Cinta pangkat itu termasuk menuruti hawa nafsu dan kebanyakan orang rusak
dengan sebab perbuatan ini, orang yang banyak ilmunya, banyak ibadahnya jika yang
membangkitkannya itu adalah agar di pandang oleh orang-orang, maka itu bisa
melebur amal sebagaimana dalam hadits Nabi saw sesungguhnya orang yang mati di
medan perang pada hari qiyamat di masukkan ke neraka terus ia berkata wahai
Tuhanku aku mati di medan perang membela agamaMu? Allah menjawab kamu berperang
itu bukan membela agamaku tapi agar kamu dikatakan orang-orang sebagai orang
hebat dan pemberani dan kamu telah mendapatkannya, dan semacam ini dikatakan
juga kepada orang Alim, haji dan hafidz
al Quran yang berbuat riya. (Al Ghozali, Bidayatul Hidayah: 78).
Riya itu banyak
sekali macamnya dalam kitab Muroqil ubudiyyah karangan kiyai Nawawi banten
bahwa “riya dikumpulkan dalam lima macam yaitu :
1.
Riya dalam
beragama dengan badan seperti badan ceking, agar dikatakan orang bahwa ia
banyak puasa atau sedikit makan, atau badan terlihat kuning loyo agar terlihat
oleh orang bahwa ia banyak begadang ibadah di malam hari, atau badan semrawut
agar kelihatan ia banyak susah memikirkan tentang agama.
2.
Riya dalam
tingkah laku dan pakaian seperti menundukkan kepala saat berjalan, lamban dalam
bergerak, menampakkan bekas sujud, memakai pakaian yang tambalan, memakai
pakaian yang kotor.
3.
Riya
dengan ucapan seperti berkata dengan kata-kata hikmah, banyak dzikir di hadapan
manusia, amar am’ruf nahi mungkar dihadapan manusia, menampakkan kemarahan
terhadap kemungkaran di hadapan manusia, dan menampakkan kegelisahan terhadap
orang-orang yang maksiat, menampakkan suara lemah saat bicara, membaca al-quran
dengan suara merintih di hadapan orang agar terlihat takut kepada Allah, dan
sedih.
4.
Riya
dengan Perbuatan seperti ketika sholat lama dalam berdiri, ruku dan sujud,
tidak menoleh dan menampakkan kelihatannya tenang, menyempurnakan kedua kaki
dan kedua tangan juga dalam puasa, haji, sedekah dan memberi makanan.
5.
Riya
terhadap teman-teman, para pengunjung, teman kumpulan seperti mengunjungi orang
alim, ahli ibadah atau penguasa atau raja dan sebawahnya atau pekerja sultan
agar dikatakan ia mengambil berkah dari mereka sebab dengan anggapan orang
begitu ia mendapat derajat tinggi dalam agama, atau banyak menuturkan para
syekh agar dianggap bahwa ia banyak bertemu para syekh dan mengambil ilmu dari
mereka dan membanggakan syekh-syekh itu. (Al-Bantani, Muroqil Ubudiyyah: 78).
Orang riya itu
penipu ia kelihatannya beramal akherat tapi ternyata yang dicarinya adalah
dunia seperti pujian pangkat derajat harta benda dll. Orang riya diakherat
tidak akan mendapat balasan dari Allah, Allah paling tidak butuh persekutuan,
Allah tidak butuh amal yang bukan karena Allah atau bersekutu dengan lainnya
jika ada yang beramal bukan karena Allah maka Allah tidak akan membalasnya dan ia
akan dimasukkan kedalam neraka. Sebagaimana dalam Alquran
قال تعالى: {مَنْ كَانَ يُرِيدُ العَاجِلَةَ عَجَّلْنَا
لَهُ فِيهَا ثُمَّ
جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ
يَصْلاهَا مَذْمُوماً مَدْحُوراً}
Artinya” Barang siapa
ingin balasan amalnya itu dunia bukan akherat maka kami akan memberinya di
dunia sebanyak yang ia inginkan dari dunia itu, kemudian diakherat kami
tetapkan ia masuk neraka jahannam yang akan mendapat celaan dan jauh dari
rahmat Allah.
Beramal karena
dunia itu tidak akan mendapat pahala, hanya mendapat pegal dan cape, sedangkan
orang yang beramal karena Allah akan diterima dan mendapat balasan baik dari
Allah sebagaimana dalam Alquran
{وَمَنْ
أَرَادَ الآخِرَةَ
وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَاوَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُوْلَئِكَ
كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُوراً كُلا نُمِدُّ هَؤُلاء وَهَؤُلاءِ مِنْ عَطَاءِ
رَبِّكَوَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُوراً}
Artinya “Barang siapa
menginginkan akherat dan beramal untuk akherat dengan melakukan amal-amal
sholeh karena Allah dan ia mukmin maka mereka itu orang-orang yang beramal
mencari pahala akherat maka amalnya diterima setiap orang dari mereka mendapat
rizqi dari Tuhanmu dan pemberian Allah itu tidak ada yang bisa mencegah”.
Dalam kitab tanbihul ghofilin diceritakan dari sebagian ahli hikmah
bahwa perumpamaan orang yang beramal karena riya dan sum’ah itu laksana orang
yang keluar dari pasar dan membawa kantong dengan penuh isi batu, orang-orang
mengatakan banyak sekali belanjaannya tapi kenyataannya itu tidak ada yang bisa
dimakan dan tidak mendapat manfaat selain pujian manusia itu dan orang riya di
akherat tidak mendapatkan pahala sebagaimana firman Allah
قال اللَّه تعالى: {وَقَدِمْنَا إِلَى مَا
عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُوراً}
Artinya amal-amal yang telah mereka lakukan bukan karena Allah itu Kami
membatalkan pahalanya dan kami menjadikannya sebagaimana debu yang bertaburan
di udara, naudzu billahi min dzalik.
Seorang ahli hikmah berkata “Barang siapa mengamalkan tujuh hal tanpa
adanya tujuh maka akan sia-sia amalnya tidak ada manfaatnya
1.
Barang siapa mengatakan takut kepada Allah akan tetapi tidak
meninggalkan larangannya maka ucapannya bohong.
2.
Barang siapa mengatakan saya mengharap pahala dari Allah tapi tidak
mencarinya dengan amal sholeh maka sia-sia ucapannya
3.
Barang siapa hatinya berniat taat kepada Allah dan melakukan kebaikan
akan tetapi tidak melaksanakan pekerjaan taat tersebut maka sia-sia niatnya.
4.
Barang siapa berdo’a kepada Allah agar mendapat taufiq dari Allah akan
tetapi tidak sungguh-sungguh atau tidak
dibarengi dengan pekerjaannya maka sia-sia do’anya. Sebaiknya
bersungguh-sungguhlah agar Allah memberi taufiq tersebut sebagaimana firman
Allah
قال اللَّه تعالى: {وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا
لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّه لَمَعَ المُحْسِنِينَ}
Artinya “Orang yang bersungguh-sungguh dalam
taat kepada-Ku maka kami akan memberi petunjuk jalan-jalan menuju kami dan
sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik”.
5.
Barang siapa membaca istighfar tapi tidak menyesali dosa yang telah di
kerjakannya maka akan sia-sia saja istighfarnya.
6.
Barang siapa beramal baik saat banyak orang akan tetapi tidak
melakukannya saat sunyi maka akan sia-sia amalnya.
7.
Barang siapa bersungguh-sungguh berama sholeh tapi amalnya bukan karena
Allah maka amalnya akan sia-sia dan itu menipu orang lain.
Barang siapa beramal sholeh dengan tulus terus amal tersebut diikuti
oleh orang lain maka ia mendapat dua pahala yaitu pahala amalnya dan pahala
diikuti orang lain sebagaimana hadits Nabi saw
قال النبي صلى اللَّه عليه وسلم: "من
سنّ سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها إلى يوم القيامة، ومن سنّ سنة سيئة فعليه
وزرها ووزر من عمل بها إلى يوم القيامة وأما إذا كان يعجبه أن يطلع على عمله لا
لأجل الاقتداء به فإنه يخاف ذهاب أجره".
“Barang siapa melakukan amal kebaikan maka ia mendapatkan pahalanya dan
pahala dari orang yang mengikuti perbuatan itu sampai hari qiyamat, dan barang
siapa melakukan amal kejelekan maka ia akan mendapat dosanya dan dosa orang
yang mengikutinya sampai hari qiyamat”.
Adapun jika ia memperlihatkan amalnya itu karena ujub (merasa dirinya
hebat) bukan agar orang lain mengikuti jejaknya maka itu ditakutkan akan tidak
mendapatkan pahalanya, Naudzu billah min dzalik.
Amal yang sedikit jika amalnya ikhlas karena Allah itu lebih baik dari
pada amal banyak tidak karena Allah sebab amal sedikit jika karena Allah maka
Allah akan melipat gandakan pahalanya dengan kemurahan Allah sebagaimana dalam
Al quran
قال اللَّه تعالى {وَإِنْ تَكُنْ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا
وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْراً عَظِيماً}
Jika kamu mempunyai satu kebaikan maka Allah akan melipat gandakannya
dan akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah.
Adapun amal banyak yang bukan karena Allah maka tidak akan mendapatkan
pahala dan akan dimasukkan kedalam neraka jahannam Na’udzu billahi min dzalik.
وقيل لبعض الحكماء: من المخلص؟ قال المخلص الذي يكتم حسناته كما
يكتم سيئاته.
Ahli Hikmah di Tanya siapakah orang yang Ikhlas itu? Ahli Hikmah
menjawab orang yang menyembunyikan kebaikan sebagaimana menyembunyikan
kejelekannya, di Tanya lagi apa puncak dari ikhlas itu? Tidak suka dipuji oleh
orang lain,
Syekh dzinnun Al-Mishri ditanya bagaimana seseorang diketahui bahwa
orang itu orang pikihan Allah? Syekh Dzinnun Menjawab itu bisa diketahui dengan
empat hal “meninggalkan kesenangan dunia, menyedekahkan sesuatu yang
dimilikinya, merasa suka saat hilangnya pangkat, dan perasaan hatinya sama
dalam pujian dan celaan dari orang lain”
Bapak-bapak ibu-ibu yang kami Hormati sesungguhnya surga itu haram atas
orang pelit, orang munafik dan orang
yang riya, sebagaimana dalam hadits Nabi saw
وروى عن ابن عباس رضي اللَّه عنهما عن رسول اللَّه صلى
اللَّه عليه وسلم أنه قال: "لما خلق اللَّه تعالى جنة عدن خلق فيها ما لا عين
رأيت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر، ثم قال لها تكلمي فقالت {قَدْ أَفْلَحَ المُؤْمِنُونَ}
ثلاثاً، ثم قالت
: إني حرام
على كل بخيل ومنافق ومراء".
Ibnu Abbas ra. Meriwayatkan dari Rosulillah saw sesungguhnya Nabi
bersabda “ ketika Allah menciptakan surga aden Allah menciptakan di dalamnya
sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah di dengar telinga, belum
pernah terbesit dalam hati, kemudian Nabi bersabda “berkatalah wahai surga!
Surga menjawab qod aflahal mu’minun 3 kali (benar-benar bahagia orang-orang
mukmin), kemudian surga aden berkata lagi saya haram untuk orang pelit, munafik
dan orang yang riya.
Ciri-ciri orang yang berbuat riya
sebagimana yang diriwayatkan oleh sayyidina Ali itu ada empat yaitu
1. Bermalas-malasan jika
sendirian
2. Beramal Semangat ketika di
hadapan orang-orang.
3. Bertambah amalnya jika
mendapat pujian.
4. Berkurang amalnya saat
mendapat celaan orang.
Adapun
baik dalam beramal itu ada tiga hal yaitu mengira bahwa amal dari Allah itu
untuk menghancurkan sifat ujub, dalam amal mengharapkan ridlo Allah agar bisa
menghancurkan hawa nafsunya, mencari pahala amal dari Allah agar bisa
menghancurkan sifat tamak dan riya. Maka dengan tiga hal ini akan bisa ikhlas
dalam beramal.
Sebagian ahli Hikmah berkata agar amal kita selamat maka butuh empat hal
1. Sebelum beramal harus mengetahui ilmunya, sebab amal tanpa ilmu itu akan
rusak 2. Niat dalam permulaan amalnya
sebab amal tanpa niat itu tidak sah. 3. Bersabar dalam tengah melakukan amal,
4. Ikhlas ketika membacanya sebab amal tanpa ikhlas itu tidak diterima, ketika
beramal ikhlas maka Allah menerimamu dan diterima oleh hati para hamba Allah
sebagaimana yang diriwayatkan oleh harom bin hayyan
وروى عن هرم بن حيان أنه قال: ما أقبل عبد
بقلبه إلى اللَّه تعالى إلا أقبل اللَّه تعالى بقلوب أهل الإيمان إليه حتى يرزقه
مودّتهم ورحمتهم.
Diriwayatkan dari harom bin hayyan sesungguhnya ia berkata “ Tidaklah seorang
hamba hatinya menghadap kepada Allah kecuali Allah menghadapkan hati ahli iman
kepadanya hingga Allah memberi rizqi ia mendapat kasih sayangnya dan
pengasihnya.
Orang yang mendapat ridlo dan cinta Allah itu akan dicintai Allah, para
malaikat ahli langit dan seluruh makhluk di bumi, sebagaimana hadits abi
huroiroh ra.
عن أبي هريرة عن النبي صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال
"إن اللَّه تعالى إذا أحب عبداً قال لجبريل إني أحب فلاناً فأحبه فيقول جبريل
لأهل السماء إن ربكم يحب فلاناً فأحبوه فيحبه أهل السماء فيوضع له القبول في
الأرض، وإذا أبغض اللَّه عبداً فمثل ذلك".
Dari Abi Huroiroh ra. Dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda
“Sesungguhnya Allah jika mencintai hambanya maka Allah berfirman kepada
malaikat jibril saya mencintai si fulan maka cintalah kmu kepadanya, terus
malaikat jibril berkata kepada ahli langit sesungguhnya Allah mencintai si
fulan maka kalian harap ikut mencintainya lantas ahli langit mencintainya dan
dan sifat dicintai itu diletakkan di bumi, dan jika Allah membenci seseorang
begitu pula.
Auf bin Abdillah meriwayatkan bahwa ahli kebaikan menulis kepada
temannya dengan tiga kalimat “Barang siapa beramal untuk akheratnya maka Allah
mencukupi segala urusan dunianya, barang siapa memperbaiki hubungan antara dia
dan Allah maka Allah memperbaiki antara dia dan seluruh manusia, barang siapa
baik amalnya saat sunyi maka Allah menjadikan amalnya baik saat ramai atau
banyak orang.
Syekh Hamid Allaqqof berkata
jika Allah ingin merusak seseorang maka Allah menyiksanya dengan tiga hal yaitu1.
ia di beri ilmu tapi tidak mau mengamalkan ilmunya, 2. Ia berteman dengan orang
sholeh tapi tidak mengetahui hak-haknya, 3. Ia di bukakan pintu taat kepada
Allah tapi ia tidak ikhlas dalam beramalnya. Naudzu billah min dzalik.
HASUD
Bapak-bapak ibu-ibu yang saya hormati diantara akhlak yang buruk lagi
adalah sifat hasud atau iri hati, hasud yaitu tidak suka orang lain mendapat
nikmat dari Allah dan ingin sekali nikmat itu hilang darinya, dalam kitab
Tanwirul qulub karangan syekh Muhammad Amin Al-Kurdi dan dalam kitab tanbihul
ghofilin karangan Assamarqondi menyebutkan bahwa syekh Hasan Bashri berkata hai
ibnu Adam kenapa kamu hasud kepada saudaramu? Jika orang yang di beri nikmat
oleh Allah itu karena kemuliaannya, kenapa kamu hasud terhadap orang yang
dimuliakan Allah? Jika bukan karena itu maka tidak baik atau buat apa kita
hasud terhadap orang yang kembalinya ke neraka.
Hasud itu membakar kebaikan sebaimana api membakar kayu kering
sebagaimana dalam hadits Nabi yang diriayatkan sayyid Hasan
عن الحسن أن النبي صلى اللَّه عليه وسلم قال "إن
الغلّ والحسد يأكلان الحسنات كما تأكل النار الحطب"
Sesungguhnya hasud itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan
kayu kering. Bapa-bapa ibu-ibu semoga kita semua selamat dari perbuatan hasud
dan semoga sifat hasud di jauhkan dari kita semua sebab orang hasud di dunianya
saja akan mendapat lima siksaan yaitu 1. Susah yang tidak ada putusnya, 2.
Musibah yang tidak mendapatkan pahala, 3. Mendapat celaan dari orang-orang, 4.
Mendapat kebencian dari Allah. 5. Ditutupnya pintu taufiq dari Allah, Na-udzu
billah min dzalik.
Dalam kitab tanbihul ghofilin karangan Assamarqondi bahwa Sebagian ahli
Hikmah berkata orang hasud menampakkan lima hal yaitu 1. membenci semua nikmat
yang ada pada orang lain, 2. Membenci bagian yang diberikan kepada orang lain
seolah-olah mengatakan kepada Allah kenapa Allah memberi itu kepadanya. 3.
Merasa susah dengan keutamaan Allah yang di berikan kepada orang lain 4. Ia
menghina kekasih Allah sebab ia ingin menghina orang yang mendapat anugrah dari
Allah dan mengharapkan nikmat itu hilang darinya, 5. Ia menolong musuh Allah
yaitu Iblis, dikatakan bahwa “orang
hasud mendapat celaan dan hinaan dari orang-orang, mendapat kebencian dan
laknat dari para malaikat, merasa gelisah, resah dan susah, mendapat takut dan
kesulitan saat sakarotul maut, mendapat celaan saat duduk bersama teman,
mendapat api yang panas dalam neraka.
Orang hasud doanya tidak di ijabah oleh Allah swt. Sebagaimana dalam
kitab Tanwirul qulub dan kitab tanbihul ghofilin yang dikatakan oleh sebagian
ulama ahli Makrifat bahwa tiga orang do’anya tidak di ijabah yaitu 1. Orang
yang makan dari harta haram semoga kita semua mendapat pertolongan dari Allah
bisa menjauhi harta haram, 2. Orang yang banyak ghibah atau membicarakan orang
lain yang orang tersebut tidak menyukainya walaupun memang orang tersebut melakukan
perbuatan yang diceritakan, 3. Orang yang di hatinya ada sifat hasud kepada
orang muslim.
Dalam kitab tanbihul Ghofilin karangan syekh Muhammad bin Nashr
Assamarqondi menerangkan Bahwa Awal dosa yang dilakukan dilangit dan di bumi
adalah hasud, hasud yang di langit adalah Iblis enggan sujud kepada Nabi Adam
ketika Allah memerintahnya, sambil mengatakan saya diciptakan dari Api sedang
adam dari tanah, lantas Iblis menghasud nabi Adam dan Allah melaknatinya, sedangkan
dosa yang di bumi adalah Qobil hasud kepada Habil dan membunuhnya
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ
بِالحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ
يُتَقَبَّلْ مِنْ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ
اللَّه مِنْ المُتَّقِينَ
Akhnaf bin qois berkata orang hasud tidak akan mendapatkan kesenangan,
orang bakhil (pelit) tidak akan bisa memenuhi haknya, tidak akan mempunyai
teman orang yang membosankan, tidak akan mempunyai harga diri orang yang
berdusta, dan tidak mempunyai pendapat orang yang berkhiyanat, dan tidak akan
mulia orang yang jelek akhlaknya. Sebagian Ahli Hikmah berkata saya tidak
pernah melihat orang yang menganiaya seperti orang yang dia aniaya yaitu orang
yang berbuat hasud. Orang Qonaah tidak akan hasud, Dalam kitab Mustathrof fi
kulli fannin mustadzrof karangan Al-asybihi
من قنع بعطائه لم يدخله حسد.
“Orang yang qonaah atas pemberian Allah maka tidak
akan kemasukan sifat hasud”
Orang yang hasud itu menentang hukum yang telah ditetapkan Allah, hasud
yang diperbolehkan itu ada dua yaitu hasud kepada orang alim atau ahli quran
yang mengajarkan dan mengamalkan ilmunya dan hasud kepada orang kaya yang
menginfaqkan hartanya kepada kebaikan. Artinya jika bersungguh-sungguh ingin
melakukan amal seperti amalnya dalam melakukan kebaikan seperti sholat malam
dan sedekah maka hasud itu baik, jika hasudnya ingin amal tersebut hilang
darinya maka hasud semacam ini tidak boleh, begitu juga jika melihat orang yang
menginfaqkan hartanya dan mengharapkan agar harta itu bisa di milikinya maka
itu hasud yang dilarang, jika mengharapkan mempunyai harta yang sepertinya dan
bisa menginfaqkan hartanya seperti dia maka ini tidak tercela.
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّه بِهِ
بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ} وقال في آية أخرى {وَاسْأَلُوا اللَّه مِنْ فَضْلِهِ}
SOMBONG
Bapak-bapak ibu-ibu yang kami hormati,
diantara sifat yang tercela lagi adalah sifat sombong yaitu merasa dirinya itu
lebih besar atau lebih kuat, atau lebih hebat atau lebih mulia dari pada yang
lain. Orang sombong akan masuk neraka, tidak diajak bicara oleh Allah pada hari
qiyamat dan akan mendapat siksa yang pedih sebagaimana hadits Nabi saw.
أن النبي صلى اللَّه عليه وسلم قال "لا يدخل الجنة
من كان في قلبه مثقال حبة من خردل من كبر.
Tidak akan masuk surga orang yang dalam
hatinya terdapat sebesar biji sawi dari sifat sombong.
عن أبي هريرة رضي اللَّه تعالى عنه عن رسول اللَّه صلى
اللَّه عليه وسلم أنه قال "ثلاثة لا يكلمهم اللَّه يوم القيامة ولا ينظر
إليهم ولهم عذاب أليم، أوّلهم شيخ زان وملك كذاب وعائل مستكبر"
Artinya dari Abi Huroiroh
ra. Menceritakan dari Rosulullah saw sesungguhnya beliau bersabda “ tiga orang
tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari qiyamat dan akan mendapat siksa
yang pedih yaitu 1. Seorang Kakek yang berzina, 2. Raja yang berbohong, 3.
Orang faqir yang sombong.
Orang sombong termasuk
orang yang pertama masuk neraka, sebagaimana hadits dari Sahabat Abi Huroiroh
ra.
عن أبي هريرة رضي اللَّه تعالى عنه عن رسول اللَّه صلى
اللَّه عليه وسلم أنه قال "عرض عليّ أوّل ثلاثة يدخلون الجنة وأوّل ثلاثة
يدخلون النار. فأما أوّل ثلاثة يدخلون الجنة: فالشهيد وعبد مملوك لم يشغله رق
الدنيا عن طاعة ربه وفقير ضعيف ذو عيال، وأما أوّل ثلاثة يدخلون النار: فأمير
مسلِّط وذو ثروة من المال لا يؤتي الزكاة وفقير فخور.
Sesungguhnya Nabi
Muhammad saw bersabda”Aku diperlihatkan oleh Allah bahwa tiga golongan orang
yang pertama masuk surga dan tiga golongan yang pertama masuk neraka, adapun
tiga golongan yang pertama masuk surga adalah 1. Orang yang mati di medan
perang, 2. Hamba yang dalam kesibukan melayani tuannya tidak lalai untuk taat
kepada Allah, 3. Orang faqir yang lemah yang mempunyai banyak keluarga, adapun
tiga golongan yang pertama masuk neraka adalah 1. Raja yang absolut, 2. orang
kaya yang tidak berzakat, 3. Orang faqir
yang sombong.
Nabi saw bersabda
sesungguhnya Allah membenci tiga golongan dan kebenciannya akan lebih berat
jika sifat tersebut ada pada golongan yang lain yaitu 1. Allah membenci orang
yang berbuat fasiq, dan lebih benci lagi jika yang melakukannya orang yang
sudah tua (kakek-kakek), 2. Allah membenci orang pelit dan lebih benci lagi
jika yang pelit itu orang kaya, 3. Allah membenci orang sombong dan lebih benci
lagi jika yang sombong itu orang Faqir.
Allah menyukai tiga
golongan dan lebih suka lagi jika yang melakukannya tiga golongan yang lain
yaitu 1. Allah menyukai orang yang bertaqwa dan lebih suka lagi jika yang
bertaqwa itu anak muda, 2. Allah menyukai orang dermawan dan lebih suka lagi
jika yang dermawan itu orang faqir, 3. Allah menyukai orang yang tawadlu’ dan
lebih suka lagi jika yang tawadlu itu orang kaya.
Nabi Musa as munajat kepada Allah swt “ya
Allah siapa orang yang paling Emgkau benci? Allah menjawab Orang yang sombong,
omongannya kasar, keyaqinannya lemah dan tangannya pelit. Untuk mengobati sifat
sombong adalah kita tawaddu’ dan obat hasud adalah bersifat qonaah, tawaddu’
adalah salah satu tangga kemuliaan, setiap orang yang mempunyai nikmat akan di
hasudi kecuali tawaddu’ وقال
بعض الحكماء: ثمرة القناعة الراحة وثمرة التواضع المحبة.
Sebagian ahli Hikmah
berkata “Buah qonaah adalah kesenangan hati, dan buah tawaddu’ adalah cinta
artinya dicintai orang lain.
Sombong adalah akhlak
orang-orang kafir dan golongan Firaun, sedangkan Tawaddu’ adalah akhlak para
nabi dan orang sholihin,
{وَقَارُونَ
وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مُوسَى بِالبَيِّنَاتِ
فَاسْتَكْبَرُوا فِي الأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ}
Orang mukmin harap
bersifat tawaddu’ sebab orang-orang sholeh sebelum Nabi Muhammad akhlaknya
tawaddu’ maka kita wajib mengikutinya. Tawaddu’ adalah sebaik-baik akhlak.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: {مَنْ تَوَاضَعَ لله رَفَعَهُ
الله، وَمَنْ تَكَّبَرَ وَضَعَهُ الله}.
Nabi saw bersabda “Barang
siapa tawaddu karena Allah maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barang
siapa sombong maka Allah akan merendahkan derajatnya”.
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَا مِنْ آدَمِيِّ إلاَّ
وَفِي رَأْسِهِ سلْسِلَتَانِ: سِلْسِلَةٌ فِي السَّمَاءِ السَّابِعَةِ
وَسِلْسِلَةٌ في الأَرْضِ السَّابِعَةِ، فَإذَا تَوَاضَعَ رَفَعَهُ الله
بِالسِّلْسِلَةِ إلى السَّماءِ السَّابِعَةِ، وَإذَا تَجَبَّرَ وَضَعَهُ الله
بالسِّلْسِلَةِ إلى الأَرْضِ السَّابِعَةِ}.
Nabi saw bersabda tidak
ada dari manusia kecuali di kepalanya ada dua rantai: 1 rantai di langit ke
tujuh dan satu rantai lagi di bumi ke tujuh, jika tawaddu’ maka Allah
mengangkatnya dengan rantai itu ke langit ke tujuh, jika sombong maka Allah
merendahkannya dengan rantai itu ke bumi ke Tujuh”.
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ تَكبَّرَ عَلَى الفقَراءِ
لَعَنَهُ الله وَمَنْ تَكَبَّرَ عَلَى العُلَمَاءِ أَخْزَاهُ الله}.
Nabi saw bersabda “barang
siapa sombong terhadap orang faqir maka Allah melaknatinya, dan barang siapa
sombong terhadap Ulama maka Allah akan mempemalukannya”.
UJUB
Ujub adalah menganggap
besar nikmat yang ia miliki dan ia merasa damai dengan nikmat tersebut tapi
lupa menyandarkan nikmat itu dari Allah. Ujub termasuk sifat-sifat yang merusak
sebagaimana dalam Hadits Nabi saw.
قال صلى الله عليه وسلم ثلاث مهلكات شح مطاع وهوى متبع واعجاب المرء بنفسه
Nabi saw bersabda “Tiga
sifat ini akan merusak 1. Sifat pelit yang disukai, 2. Mengikuti hawa nafsu, 3.
Ujub terhadap dirinya. Syekh Masruq
mengatakan cukuplah seseorang dikatakan berilmu jika takut kepada Allah, dan
cukup dikatakan orang itu bodoh jika ujub dengan amalnya.
Menghilangkan sifat ujub
itu termasuk memperbaiki amal, sebagaimana yang dikatakan sayyidina umar ra.
إن من صلاح توبتك أن تعرف ذنبك، وإن من صلاح عملك أن
ترفض عجبك، وإن من صلاح شكرك أن تعرف تقصيرك.
Sesungguhnya diantara
untuk memperbaiki taubatmu adalah mengetahui dosamu, dan untuk memperbaiki
amalmu adalah menghilangkan sifat ujubmu, dan untuk memperbaiki syukurmu adalah
mengetahui kesembronoanmu.
Kholifah Umar bin Abdul
Aziz menuturkan jika berkhotbah terus khawatir ujub maka menghentikannya, jika
sedang menulis terus takut ujub maka menyobeknya sambil berkata
اللهم إني أعوذ بك من شر نفسي.
Mathrof bin Abdillah
berkata bagi saya malam tidur dan pagi menyesal karena tidak sholat malam itu lebih utama
untukku dari pada malam sholat dan paginya Ujub (merasa hebat).
Assamarqondi berkata
“Barang siapa ingin menghancurkan sifat Ujub maka harus menetapi empat hal
yaitu 1. Harap meyaqini bahwa taufiq (pertolongan melakukan ibadah) itu dari Allah, jika meyaqini bahwa taufiq itu
dari Allah maka ia sibuk dengan bersyukur dan tidak ujub, 2. Barang siapa
melihat kepada Nikmat-nikmat yang Allah telah berikan kepadanya maka ia sibuk
bersyukur atas nikmat tersebut dan tidak akan ujub, 3. Takut akan tidak
diterimanya amal, jika mempunyai ketakutan tersebut maka tidak akan ujub, 4.
Melihat dosa-dosanya yang telah lewat, jika takut bahwa kejelekananya yang akan
menang atas kebaikannya maka tidak akan ujub, bagaimana seseorang bisa ujub
dengan amalnya padahal ia tidak tahu bagaimana yang tertulis dalam buku amalnya
nanti pada hari qiyamat boleh merasa senang dan ujub jika telah mengetahui buku
amalnya nanti pada hari qiyamat.
NAMIMAH
Bapak-bapak dan ibu-ibu
yang saya hormati diantara akhlak yang tercela lagi adalah Namimah
(mengadu domba), Namimah adalah memindahkan ucapan seseorang kepada
orang lain agar diantara keduanya terjadi kerusakan. Allah berfrman
ولاتطع كل حلاف مهين هماز مشاء بنميم
Orang yang suka mengadu
domba tidak akan masuk surga, sebagaimana dalam hadits Nabi saw.
لايدخل الجنة نمام
رواه الشيخان وغيرهما
Artinya tidak akan masuk
surga orang yang suka mengadu domba (HR. Asy-syaikhon).
Dikatakan bahwa perbuatan
orang yang mengadu domba itu lebih bahaya dari pada perbuatan syetan sebab
perbuatan syetan dengan was-was sedang orang namimah dengan berhadapan nyata.
Orang yang suka mengadu domba agar terjadi kerusakan diantara manusia, nanti
di alam quburnya akan di bakar api, sebagaimana cerita dalam kitab Irsyadul
ibad karangan Al-malibari bahwa ada seorang laki-laki saat penguburan
saudaranya ada emas yang jatuh dari kantongnya dan saat malam hari ia
mengeduknya untuk mengambil emas tersebut tapi ia keheranan bahwa quburan di
penuhi api, hingga ia mendatangi rumah ibunya dan bertanya sebenarnya apa yang
dilakukan saudaraku saat masih hidup? Ibunya menjawab saya tidak tahu bahwa ia
melakukan kemungkaran hanya saja ia keluar saat malam hari dan mendengarkan
dari pintu-pintu tetangga apa yang mereka katakan dan menjatuhkan kepada yang
lain hingga terjadi kerusakan atau perselisihan. Para ulama sepakat bahwa
Namimah itu hukumnya haram dan termasuk
dosa besar.
Orang Namimah termasuk
orang yang memotong agama sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban
dalam shohehnya
وابن حبان في صحيحه: «ألا أخبركم بأفضل من درجة الصيام
والصلاة والصدقة؟ قالوا: بلى، قال: إصلاح ذات البين، فإن إفساد ذات البين هي
الحالقة»
“ Bukankah saya telah
mengkhabarkan pahala yang lebih utama daripada puasa, sholat, dan sedekah? Para
sahabat bertanya ia, Nabi menjawab Mendamaikan orang yang berselisih, sebab
merusak orang yang sedang bertentangan itu termasuk memotong agama”.
Orang yang berwajah dua
pada hari qiyamat akan mempunyai wajah dua dari api pada hari qiyamat, Orang
yang mempunyai lidah dua Allah akan menjadikannya dua lidah dari api pada hari
qiyamat.
KIDZBU (BOHONG)
Bohong adalah menghabarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya,
sedangkan jujur adalah mengkabarkan sesuatu yang sesuai dengan kenyataannya.
Jujur walaupun
kelihatannya mengandung bahaya sesungguhnya jujur mengandung keselamatan,
sebaliknya bahwa bohong walaupun kelihatannya mengandung keselamatan
sesungguhnya didalamnya terdapat kerusakan sebagaimana dalam hadits Nabi saw.
وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { تَحَرَّوْا الصِّدْقَ وَإِنْ رَأَيْتُمْ أَنَّ فِيهِ
الْهَلَكَةَ فَإِنَّ فِيهِ النَّجَاةَ ، وَتَجَنَّبُوا الْكَذِبَ وَإِنْ
رَأَيْتُمْ أَنَّ فِيهِ النَّجَاةَ فَإِنَّ فِيهِ الْهَلَكَةَ } .
Orang yang bohong akan
dilaknat Allah swt. Sperti dalam ayat 61 surat Ali Imron
قال الله تعالى: {فَنَجْعَلَ لَعْنَةَ الله عَلَى
الكَاذِبينَ} (سورة آل عمران: 61)
Jujur adalah petunjuk
menuju kebaikan dan kebaikan adalah jalan menuju surga, sebagaimana dalam
hadits nabi yang diriwayatkan
والشيخان: «عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ
يَهْدِي إلى البرِّ والبرّ يَهْدِي إلى الجَنَّةِ، وَمَا زَالَ الرَّجُلَ يَصْدُقَ
وَيَتحَرَّى الصّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ الله صَدِّيقاً، وَإِياكُمْ
وَالكَذِبَ، فَإِنَّ الكَذبَ يُهْدِي إلى الفُجُورِ، والفُجُورُ يَهْدِي إلى
النَّارِ، وَمَا زَالَ العَبْدُ يَتَحَرَّى الكذبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ الله
كَذَّاباً»
Empat sifat jika ada pada
seseorang maka orang tersebut menjadi murni orang muafik yaitu jika berbicara
maka bohong, jika berjanji maka mengingkarinya, jika mengadakan perjanjian maka
menghianatinya jika permusuhan maka ia berbuat lacut.sebagaimana dalam hadits
Nabi saw
الشيخان «أرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقاً
خَالِصاً وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خِصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خِصْلَةٌ مِنَ
النِّفَاقِ حَتّى يَدَعَهَا: إذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ
وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ»
Bebuat bohong itu menjauhkan
kita dari iman, dan menjauhkan malikat dari kita sejauh 1 mil sebab bau
busuknya, sebagaimana dalam hadits.
وأحمد وأبو الشيخ: «إيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ
الكَذِبَ مُجَانِبٌ لِلإيمَانِ»
“Takutlah berbohong
sesungguhnya berbohong itu menjauhkan pada Iman”
والترمذي وأبو نعيم: «إذَا كَذَبَ العَبْدُ كِذْبَةً
تَبَاعَدَ عَنْهُ المَلِكُ مِيلاً مِنْ نتن مَا جَاءَ بِهِ»
Attirmidzi meriwayatkan “
Jika seseorang berbohong satu kali maka malaikat menjauh sejauh 1 mil karena
bau busuk akibat berbohong”.
Orang yang berbohong agar
ditertawakan orang itu termasuk orang yang celaka, sebagaimana dalam hadits
yang diriayatkan Imam Ahmad dan Abi dawud.
وأحمد وأبو داود: «وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبَ
ليُضْحِكَ بِهِ القَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ»
Lima dosa yang tidak ada
kifaratnya adalah 1. Musyrik kepada Allah, 2. membunuh orang tanpa adanya haq,
3. Berbohong kepada Mukmin, 4. Lari dari peperangan, 5. Sumpah yang merampas
harta orang lain tanpa haq. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan imam Ahmad.
«خَمْسٌ
لَيْسَ لَهُنَّ كَفَّارَة، الشّرْكُ بِالله وَقَتْلُ النَفْسِ بِغَيْرِ حَقَ
وَبَهْتُ المُؤْمِن وَالفَرَارُ مِنَ الزَّحْفِ وَيَمِينٌ صَابرَةٌ يَقْتَطِعُ
بِهَا، مَالاً بِغَيْرِ حَقَ»
رواه أحمد:
Bohong bisa merusak
pahala puasa, jadi kita kita berpuasa terus berbohong maka hangus pahalanya,
sebagaimana hadits Nabi saw.
قال رسول الله : «خَمْسُ خِصَالٍ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ
وَيَنْقُضْنَ الوُضُوءَ: الكَذِبُ والغَيْبَةُ والنَّمِيمةُ والنَّظْرَةُ
بِشَّهْوَةٍ وَاليمينُ الكَاذِبَةُ» رواه الأزدي والديلمي عن أنس.
Lima hal bisa membatalkan
puasa dan membatalkan wudlu yaitu “Bohong, ghibah (menggunjing), Namimah atau
mengadu domba, melihat dengan syahwat, sumpah bohong”. (HR. al-azdi dan
Addailami dari sahabat Anas).
Diantara bahaya Berbohong
adalah bisa mengurangi rizqi dari Allah, dan bisa mengurangi teman sebagaimana
dalam kalam amtsal :
مَنْ
قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيقُهُ .
“Barang siapa sedikit
jujurnya maka sedikit temannya”
Jujur itu hiasan para
wali (kekasih Allah) sedangkan bohong adalah alamat orang-orang celaka.
Bohong yang diperbolehkan
itu ada tiga yaitu dalam perang, sebab perang itu tipu daya, dalam mendamaikan anatara dua orang yang berseteru,
laki-laki yang bohong untuk mendamaikan isterinya. Sebagaimana hadits Nabi
saw.
قال النبي صلى اللَّه عليه وسلم: "الكذب لا يصلح إلا في ثلاث: في
الحرب لأن الحرب خدعة. والرجل يصلح به بين اثنين، والرجل يصلح به بينه وبين
امرأته".
GHIBAH (MENGGUNJING)
Al-Ghibah yaitu
menuturkan saudaranya dengan sesuatu yang ada padanya dan mengetahui seandainya
ia mendengarnya ia tidak menyukainya baik yang dituturkan itu dari sisi
badannya, ucapannya, perbuatannya, agamanya, dunianya, pakaiannya, rumahnya
ataupun kendaraannya.
Allah melarang kita
berghibah sebagaimana dalam Alquran
ولا يغتب بعضكم بعضا أيحب احدكم ان يأكل لحم أخيه ميتا
فكرهتموه
Janganlah sebagian kalian
menggunjingkan sebagian yang lain, apakah salah satu dari kalian suka memakan
daging bangkai saudaramu pasti kalian tidak akan menyukainya.
Orang
yang berbuat ghibah yang menjatuhkan harga diri nanti wajahnya di cakar oleh
kukunya sendiri yang terbuat dari tembaga. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad
saw.
وقال
النبي صلى الله عليه وسلم مررت ليلة أسري بي على قوم يخمشون وجوههم بأظافرهم وهي
من نحاس فقلت من هؤلاء يا جبريل قال هؤلاء الذين يغتابون الناس ويقعون في أعراضهم
Nabi
Muhammad Saw bersabda “saat aku dalam perjalanan isro saya melewati kaum yang
kukunya dari tebaga mencakar wajahnya terus saya bertanya siapakah itu wahai
malaikat Jibril? Malaikat jibril menjawab “ mereka adalah orang-orang yang
berbuat ghibah terhadap manusia dan menjatuhkan harga dirinya”
Orang
ghibah itu termasuk orang yang pertama masuk Neraka, sebagaimana wahyu Allah
kepada Nabi Musa.
وأوحى
الله تعالى إلى موسى عليه السلام من مات تائب من الغيبة فهو آخر من يدخل الجنة ومن
مات مصرا عليها فهو أول من يدخل النار
Allah
memberi wahyu kepada Nabi Musa as “Barang siapa mati dalam keadaan tobat dari
ghibah maka ia orang yang paling akhir masuk surga, dan barang siapa mati dalam
keadaan menetapi ghibah maka orang yang pertama masuk neraka”. Naudzu bilah min
dzalik semoga kita semua terhindar dari perbuatan Ghibah amin.
Adapun
orang yang mencegah orang yang akan berbuat ghibah maka akan mendapat keutamaan
dari Allah antara lain wajahnya akan
dijauhkan dari neraka, Allah menjaganya dari neraka, sebagaimana hadits Nabi
saw.
وقال
النبي صلى الله عليه وسلم من رد عن عريض أخيه رد الله عن وجهه النار يوم القيامة
Nabi
saw bersabda “Barang siapa mencegah orang yang akan membuka aib saudaranya,
maka Allah akan mencegh wajahnya masuk neraka pada hari qiyamat”.
وقال
صلى الله عليه وسلم من حمى عن عرض أخيه في الدنيا بعث الله ملكا يحميه عن النار
يوم القيمة
Nabi
bersabda “ Barang siapa menjaga harga diri orang lain di dunia, maka Allah akan
mengutus malaikat agar menjaganya dari Neraka pada hari qiyamat”.
Orang
yang mendengarkan ghibah tentang seseorang terus ia mampu menolongnya, dan ia
mau menolongnya maka Allah akan menolongnya di dunia dan akherat, dan barang
siapa tidak menolongnya maka Allah akan merendahkannya di dunia dan akherat,
sebagaimana hadits Nabi saw.
وقال
صلى الله عليه وسلم من اغتيب عنده أخوه فاستطاع نصرته فنصره نصره الله في الدنيا
والآخرة ومن لم ينصره ذله الله في الدنيا والآخرة
Dan
orang yang mencegah lidahnya saat akan membuka aib orang lain, niscaya Allah akan
mengurungkannya saat akan terpleset nanti pada hari qiyamat, sebagaimana hadits
Nabi saw.
وقال
النبي صلى الله عليه وسلم من كف لسانه عن أعراض الناس أقال الله عثرته يوم القيامة
Bapak-bapak ibu ibu yang
kami hormati, dalam kitab Lubabul Hadits karangan Al-Imam Jalaluddin Assuyuti
bahwa Jika kita sedang mengobrol dengan teman-teman terus akan pergi agar kita
tidak di ghibah maka bacalah
بِسْمِ
الله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلهِ وصَحْبِهِ وَسَلَّمَ maka orang-orang jika ingin mengghibahmu malikat mencegahnya. Dan
jika kita duduk bersama orang-orang pada suatu majlis maka bacalah
بِسْمِ
الله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلهِ وصَحْبِهِ وَسَلَّم Maka Allah memasrahkan malaikat agar mencegah
orang di majlis dari Ghibah.
Diantara sifat
tercela lagi adalah sifat Ghodob (marah), ghodob adalah memuainya
darah di hati untuk mencari kerusakan. Ghodob itu dari syetan dan syetan itu
terbuat dari api, dan air bias memadamkan api, oleh sebab itu jika sedang marah
maka segeralah berwudlu, sebagaimana Hadits Nabi saw.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الغضب من الشيطان
والشيطان خلق من النار والماء يطفئ النار فإذا غصب احدكم فليغتسل رواه عساكر.
Jika kita marah dalam
keadaan berdiri maka duduklah, jika sedang duduk maka tiduranlah dan tempelkan
pada bumi, sebagaimana hadits Nabi saw.
عن أبي سعيد الخدري رضي اللَّه تعالى عنه قال: قال رسول
اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم "إن الغضب جمرة من النار فمن وجد ذلك منكم فإن
كان قائما فليجلس، وإن كان جالسا فليضطجع"
Nabi saw bersabda “
sesunguhnya marah itu dari api, barang siapa dari kalian menemukan itu maka
jika sedang berdiri maka duduklah, jika sedang duduk maka berbaringlah”.
Orang yang menahan
amarahnya sedangkan ia mampu untuk mengeluarkannya tapi ia menahannya maka
Allah memenuhi hatinya dengan keridoan Allah, sebagaimana hadits Nabi
عن أبى أمامة الباهلى رضى الله عنه عن رسول الله صلى
الله عليه وسلم أنه قال من كظم غيظا وهو يقدر أن يمضيه فلم يمضه ملاأالله قلبه
يوم القيامة رضا.
Artinya
:"Dari Abi Umamah al-Bahili ra. dari Rosulullah saw. sesungguhnya beliau
bersabda : barang siapa menahan amarahnya sedangkan ia mampu untuk
mengeluarkannya terus ia tidak melaksanakannya maka Allah swt memenuhi hatinya
dengan ridlo pada hari qiyamat".
(Assamarqondi, t.t : 73)
Orang yang menahan amarahnya sedangkan ia mampu
untuk mengeluarkannya tapi ia menahannya maka pada hari qiyamat Allah memenuhi
hatinya dengan rasa aman dan iman, sebagaimana hadits Nabi saw.
عن أبى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله
عليه وسلم من كظم غيظا وهو يقدر على إنفاذه ملاأالله قلبه يوم القيامة أمناوإيمانا رواه ابن أبى الدنيا
Artinya :"Dari Abi Huroiroh ra berkata Rosululloh saw
bersabda : barang siapa menahan amarahnya sedangkan ia mampu untuk
mengeluarkannya terus ia tidak melaksanakannya maka Allah swt memenuhi hatinya
dengan rasa aman dan Iman pada hari qiyamat". (HR. Ibnu Abi Dunya )
(Assuyuti, Jami’usshoghir: 180)
Orang yang menahan
amarahnya akan aman dari siksa Allah, sebagaimana dalam hadits Nabi saw.
عن أنس رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه
وسلم من كف غضبه كف الله عنه عذابه أخرجه الطبرانى
Artinya "Dari Sahabat Anas ra.berkata
rosululloh saw bersabda : barang siapa menahan amarahnya maka Allah swt menahan
siksanya nanti pada hari kiamat". (HR. Thobroni).
Orang yang menahan
amarahnya akan aman dari siksa Allah, sebagaimana dalam hadits Nabi saw.
عن أبى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله
عليه وسلم من كف غضبه سترالله عورته رواه ابن أبى الدنيا
Artinya “Dari Abi Huroiroh ra berkata Rosulullah
saw bersabda “Barang siapa menahan
amarahnya maka Allah swt akan menutupi kejelekan-kejelekannya pada hari qiyamat
nanti".(HR. Ibnu Abi dunya) (Assuyuti, Jami’usshoghir : 180)
Iblis bisa menyesatkan manusia dengan tiga cara
yaitu : pelit yang sangat, marah dan mabok, sebagaimana dalam kitab tanbihul
ghofilin karangan Assamarqondi bahwa ada seorang ahli ibadah pada zaman bani
Isroil, iblis selalu menggodanya dengan berbagai macam cara seperti dengan
syahwat dunia, menakut-nakuti dll. tapi selalu tidak berhasil akhirnya
mendatangi dan berkata tahukah kamu aku bias menyesatkan manusia setelahmu
dengan apa? Iblis berkata dengan tiga hal Asysyukh, marah, dan mabuk, sebab
manusia jika pelit maka selalu mengirit hingga mencegah haqnya dan rakus
terhadap harta orang lain, jika marah maka aku putar-putarkan diantara golongan
kami, sebagaimana anak-anak memutar-mutar bola, jika bisa membunuh dengan
doanya niscaya ia akan melakukannya, jika ia mabuk kami menuntunnya terhadap
semua kejelekan. Oleh sebab itu jika kita marah sebaiknya bersabar, agar tidak
menjadi seperti tawanan syetan.
Luqman al-Hakim berkata “ wahai Anakku tiga hal
tidak akan diketahui kecuali dengan tiga hal yaitu لا يعرف الحليم إلاّ عند الغضب، orang halim (sangat
sabar) tidak bisa diketahui kecuali saat marah, apakah bias menahannya atau
tidak, jika bias menahannya maka dinamakan al-Halim. لا يعرف الشجاع إلاّ عند الحرب
orang pemberani tidak akan
diketahui kecuali saat perang,
لا يعرف الأخ إلاّ عند الحاجة saudara
tidak diketahui kecuali saat ada kebutuhan, jika saat ada kebutuhan kemudian
tidak membantunya sedangkan ia mampu maka tidak dinamakan saudara.
Memaafkan terhadap orang yang telah berbuat
dzolim kepadanya itu termasuk akhlak yang mulia, dan itu diperintah oleh Allah
swt dalam alquran. {خُذْ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ
وَأَعْرِضْ عَنْ الجَاهِلِينَ}.
Nabi Muhammad saw bersabda “ Tiga akhlak tidak akan
ditemukan kecuali pada orang-orang mulia 1. العفو عمن ظلمك،
memaafkan terhadap orang yang telah menyakitimu, 2. البذل لمن حرمك، memberi terhadap orang tidak mau memberimu, 3. الإحسان إلى من أساء إليك berbuat baik terhadap orang yang telah menjahatimu.
Suatu ketika sahabat Abu Bakar di
caci maki oleh seseorang dan sahabat Abu Bakar bersama Nabi saw setelah
laki-laki berhenti bicara sahabat Abu Bakar hendak bicara dan Nabi langsung
bangun menghampiri Abu Bakar, ya Rosulallah ia mencaci makiku dan aku diam, ia
Nabi langsung menjawab sesungguhnya malaikat menghampirimu saat kamu diam, dan
jika kamu bicara membalas maka syetan duduk bersamamu dan aku tidak suka di
tempat duduk yang di barengi syetan. Kemudian Nabi bersabda “ Tiga hal semuanya
benar yaitu 1. tidak ada dari seorang yang di aniaya terus mengampuninya karena
mencari ridlo Allah kecuali Allah
menambahkan keagungan untuknya. 2. Tidak ada dari seseorang yang meminta
sesuatu agar kaya keccuali Allah menambah sedikit hartanya, 3. Tidak ada dari
hamba yang memberi sesuatu kepada orang lain karena mencari ridlo Allah kecuali
Allah menambah hartanya.
Orang yang paling jelek adalah
orang yang saling membenci, sebagaimana hadits Nabi
قال رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم : ألا أنبئكم
بشراركم؟ قالوا بلى يا رسول اللَّه قال: من أكل وحده، ومنع رفده، وجلد عبده، ثم
قال: ألا أنبئكم بشر من هذا؟ قالوا بلى يا رسول الله، قال: من يبغض الناس
ويبغضونه، ثم قال: ألا أنبئكم بشر من هذا؟ قالوا بلى يا رسول الله، قال: من لا
يقبل عثرة ولا يقبل معذرة ولا يغفر ذنبا، ثم قال: ألا أنبئكم بشر من هذا؟ قالوا
بلى يا رسول الله، قال: من لا يرجى خيره ولا يؤمن شره،
Rosulullah bersabda “ Bukankah aku
mengingatkan tentang orang yang paling jelek diantara kalian? Sahabat menjawab
iya wahai rosulullah, nabi menjawab yaitu orang yang makan sendirian, mencegah
makanan dari orang lain, dan memukul hamba sahayanya, kemudian Nabi bertanya
lagi ingin tahu yang lebih jelek dari ini? Sahabat menjawab iya, nabi berkata “
orang yang membenci seseorang dan iapun membencinya, nabi bertanya lagi: ingin
tahu yang lebih jelek dari ini? Sahabat berkata ia wahai Rosullah yaitu orang
yang tidak mau menerima alasan dari orang yang telah berbuat salah, dan tidak
menerima permintaan maaf dan tidak mengampuni orang yang berdosa, nabi berkata
lagi ingin tahu yang lebih jelek dari ini? Sahabat menjawab ia wahai rosulullah
Nabi berkata lagi yaitu orang yang tidak diharapkan kebaikannya dan orang yang
selalu berbuat jahat.
Yahya bin Muadz menuturkan bahwa
orang yang mendoakan orang yang telah mendzoliminya itu membikin nabi susah dan
membikin iblis senang,dan barang siapa mengampuni orang yang telah
mendzoliminya maka membikin iblis susah dan Nabi senang, dan orang yang
mengampuni orang yang mendzoliminya itu akan mendapat pahala yang besar dari
Allah, sebagaimana dalam hadits
وروى عن رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال
"ينادي مناد يوم القيامة أين الذين كانت أجورهم على اللَّه عز وجل؟ فيقوم
العافون عن الناس فيدخلون إلى الجنة،
Dari Nabi saw sesungguhnya Nabi
bersabda “ pada hari qiyamat ada panggilan manakah orang yang balasan pahalanya
terserah Allah? Lantas berdirilah orang-orang yang memberi maaf dan masuk surga”.
Al-Faqih Assamarqondi berkata “Tetaplah
sabar saat marah, dan Janganlah terburu-buru marah sebab terburu-buru marah ada
tiga bahaya, dan dalam sabar ada tiga keutamaan, adapun tiga bahaya
terburu-buru dalam marah adalah 1. Penyesalan pada dirinya 2. Mendapat cacian
dari orang lain 3. Mendapat siksaan dari Allah.
Adapun tiga keutamaan sabar adalah
1. hatinya terasa senang 2. Mendapat pujian orang-orang 3. Mendapat pahala dari
Allah. Sebab sabar itu pahit awalnya dan akhirnya manis. Sebagimana syair
الحلم أوله مر مذاقته لكن آخره أحلى من العسل
TAUBAT
Tobat menurut
bahasa artinya kembali, artinya orang yang tobat itu kembali ke jalan yang di
rido-i Allah, Barang siapa kembali kepada Allah karena takut siksaNya maka
dinamakan orang yang bertobat. Orang yang bertobat dari dosa yang telah ia
lakukan itu termasuk kekasih Allah, dan
seperti orang yang tidak mempunyai dosa,
قال صلى الله عليه وسلم: {التَّائِبُ
مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لا ذَنْبَ لَهُ، والمُسْتَغْفِرُ مِنَ الذَّنْبِ وَهُوَ
مُقِيمٌ عَلَيْهِ كالمُسْتَهْزِىءِ بِرَبِّهِ}.
Nabi saw bersabda
“orang yang bertobat seperti orang yang tidak mempunyai dosa, sedangkan orang
yang berobat dari dosa yang telah ia lakukan tapi ia menetapi melakukan dosa
itu seperti orang yang menghina Tuhannya”.
وقال صلى الله عليه وسلم: {النَّدَمُ
تَوْبَةٌ والتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ}.
“ Penyesalan
atas dosa yang telah ia lakukan itu termasuk tobat, orang yang bertobat dari
dosa itu seperti orang yang tidak mempunyai dosa ”.
Allah memerintah
kita untuk bertobat agar kita menjadi orang yang bahagia,
وتوبوا
إلى الله جميعا ايهاالمؤمنون لعلكم تفلحون
Bertobatlah
kalian kepada Allah wahai orang-orang mukmin semoga kamu menjadi orang yang
bahagia,
ياايهاالذين
امنوا توبوا إلى الله توبة نصوحا
Wahai orang-orang
yang beriman bertobatlah kepada Allah dengan tobat Nasuha” Tobat Nasuha adalah
tobat dengan dzohir dan batin dan berniat tidak akan kembali kejalan yang
dibenci Allah.
Pemuda yang
bertobat itu paling disukai Allah, kakek-kakek yang menetapi maksiat itu paling
di benci Allah, sebagaimana hadits Nabi saw.
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَا مِنْ
شَيْءٍ أَحَبُّ إلى الله تَعَالَى مِنْ شَابٍّ تَائِبٍ وَمَا مِنْ شَيْءٍ أَبْغَضُ
إلى الله تَعَالى مِنْ شَيْخٍ مُقِيمٍ عَلَى مَعَاصِيهِ}.
Tidak ada sesuatu
yang lebih dicintai Allah dari pada seorang pemuda yang bertobat dan tidak ada
sesuatu yang lebih dibenci Allah daripada kakek-kakek yang menetapi maksiatnya.
Setiap sesuatu ada
obatnya dan obatnya dosa adalah Tobat, sebagaimana hadits Nabi
وقال صلى الله عليه وسلم: {لِكُلِّ
شَيْءٍ دَواءٌ وَدَواءُ الذُّنُوبِ التَّوبَةُ}.
Ketika Allah
memperliatkan diriNya kepada Iblis, iblis berkata demi keagunganMu sungguh aku
tidak akan keluar dari hati manusia selagi masih ada ruhnya, Allah menjawab
Demi kemuliaanKu saya tidak akan menolak tobat manusia selagi roh masih dalam
badannya. Nabi saw bersabda
قال
صلى الله عليه وسلم ان الله يقبل توبة العبد مالم يغرغر
Nabi saw
bersabda “ Sesungguhnya Allah menerima tobat hamba selagi roh belum sampai ke
tenggorokannya”
قال
صلى الله عليه وسلم لوعملتم خطايا حتى يبلغ السماء ثم ندمتم لتاب
عليكم
Nabi saw
bersabda “ Jika kalian melakukan dosa hingga sampai ke langit terus bertobat
niscaya akan diterima tobatnya”.
Dalam kitab Tanwirul Qulub disebutkan bahwa “Syarat Tobat agar tobat
kita diterima itu adalah 1. Menyesal atas dosa yang telah dilakukan, 2. Niat
tidak akan mengulanginya, 3. Menolak kedzoliman” adapun alamat diterimanya
tobat itu ada delapan : 1. Menjaga lidahnya dari bohong, adu domba, berlebihan
dalam berbicara dan menyibukkan diri dzikir kepada Allah swt. 2. Makanannya
halal, 3. Menjaga matanya dari haram, 4. Menjaga tangannya dari hal yang haram,
5. Menjaga kakinya dari maksiat, 6. Menjaga hatinya dari permusuhan dan
kebencian, 7. Menjaga telinganya dari hara, 8. Semua amalnya karena Allah
swt”.
INGAT
MATI
Ini adalah dari hadits-hadits
Qudsi : Wahai Ibnu Adam : Mati adalah pintu dan setiap orang pasti akan
memasukinya, Wahai Ibnu Adam : Mati adalah laksana gelas setiap orang pasti
akan meminumnya,
Wahai Ibnu Adam : Aku menciptakan kamu hanya untuk akherat, dan
saya mengharap darimu amal akherat, dan tinggalkanlah dunia kecuali secukupnya
saja! Sesungguhnya kamu diciptakan bukan untuk dunia, sebab dunia itu rusak dan
orang yang mencari dunia juga rusak, sebab dunia itu banyak menipu dan kamu
termasuk orang yang tertipu jika mencintainya, maka jika kamu tertidur (lupa)
maka bangunlah dari tidurmu (kelalaianmu).
Wahai Ibnu adam : Jika kamu
maksiat kepadaKu maka siapa yang akan bisa mencegahKu untuk menyiksamu?
Wahai Ibu adam : Jika kamu
mengharap rahmatKu atau kasih sayangKu maka tetaplah melaksanakan taat
kepadaKu, jika kamu takut akan siksaKu maka tinggalkanlah maksiat kepadaku
hingga kamu akan memperoleh kemulyaanKu di akherat.
Wahai Ibnu Adam : kamu takut
kepada manusia, dan kamu malu terhadap manusia tapi tidak malu terhadapKu dan
para malaikatKu, hingga kamu maksiat kepadaku dan meninggalkan taat kepadaKu,
Wahai Ibnu Adam : Janganlah
melupakan mati sebab mati tidak akan melupakanmu.
Wahai Ibnu Adam : Jika aku
menjadikan bagianmu dalam kehidupan di dunia dengan sejumlah segala jenis
pangkat di dunia maka kamu tidak akan puas kecuali mati, dan kamu membenci mati,
sedangkan kamu pasti akan merasakan mati, maka ingatlah mati hingga hatimu
dingin tidak mencintai harta dunia,
Wahai Ibnu adam : Lakukanlah
kebaikan maka sesunguhnya kebaikan adalah pintu surga dan yang menuntunmu ke
surga, dan takutlah berbuat kejelekan maka sesungguhnya kejelekan adalah kunci
neraka dan yang akan menuntunmu ke neraka.
Wahai Ibnu adam :Rumah yang kamu
bangun itu akan dirusak, umurmu itu akan habis, dan jasadmu itu diciptakan untuk
dirusak dan untuk ulat, dan hartamu yang kamu kumpulkan itu untuk ahli waritsmu
dan untuk di hisab atau di mintai pertanggungan jawab nanti di akherat, dan
temanmu di quburan adalah amal sholeh atau amal jelek,
Wahai Ibnu adam : Barang siapa
yang mencintai dunia maka mencintai harta, barang siapa mencintai harta maka
tidak akan ingat mati, dan barang siapa tidak ingat mati maka akan mengahirkan
tobat dan taat kepada Allah dengan menyibukkan diri dengan amal dunia dan
keluar dunia tanpa tobat dan taat dan Allah akan mengharamkan masuk surga,
naudzu billahi min dzalik.
Wahai Ibnu adam : Barang siapa
membenci dunia maka akan membenci kehidupan, barang siapa membenci harta benda
maka akan ingat mati, siksa qubur, pertanyaan munkar nakir, dan hisab, dan
barang siapa ingat mati siksa qubur, pertanyaan mungkar dan nakir maka akan
bertobat, dan beramal sholeh, jika bertobat dan bermal sholeh dengan ikhlas
maka akan selamat dari neraka dan hal-hal yang menakutkan pada hari qiyamat.
Wahai Ibnu adam : barang siapa
mengigatKu dengan taat kepadaKu maka Aku akan mengngingatnya dengan kasih
sayang, dan barang siapa mengingatku dengan maksiat maka Aku akan mengingatnya
dengan laknat, tetaplah taat kepadaKu dan tinggalkanlah maksiat kepadaKu.
Wahai Ibnu adam : Laksanakanlah fardu-farduKu,
jauhilah maksiat kepadaKu, terimalah rizqi yang Aku berikan kepadamu dengan
ridlo, dan bersiap-siaplah akan datangnya kematian, hingga kamu bisa
mendapatkan kemuliaanKu di akherat.
Wahai Ibnu Adam : Barang siapa
berdosa dengan tertawa suka ria maka akan masuk neraka dengan menangis, dan
barang siapa berbuat baik dengan rasa takut kepada Allah maka akan masuk surga
dengan gembira.
Wahai Ibnu Adam : Janganlah merasa
aman dari kematian karena umurmu masih muda! Banyak pemuda yang matinya
mendahului kakek-kakek.
Wahai Ibnu Adam : Banyak orang
yang mengumpulkan harta benda terus meninggal dan meninggalkan ahli warits yang
tidak bersyukur kepadanya dan tidak memujinya, sedangkan hisabnya akan jatuh
kepadanya di akherat Sebab harta dunia itu halanya hisab dan haramnya adzab,
maka janganlah bangga dengan dunia sebab dunia itu menipumu, sebagaimana
orang-orang sebelummu banyak yang tertipu, dan saya tidak menciptakan sesuatu
yang lebih hina menurutku dari pada harta dunia, maka tinggalkanlah dunia hanya
seperlunya saja, sebab dunia itu fitnah atau kerusakan atas orang yang
mencintainya, dan musibah atas orang yang mengumpulkannya, dunia semuanya
diciptakan untuk susah dan pusing bagi pemiliknya.
Allah swt berfirman : Harta yang
kalian miliki adalah hartaKu, surga adalah rumahKu, orang-orang faqir adalah keluargaku,
maka tukarlah atau belilah rumahKu dengan hartaku, jika kamu beruntung dengan
membeli surga dengan hartaKu maka kamu akan mendapatkan surga, jika kamu rugi dengan
tidak membeli rumahKu
Wahai Ibnu Adam : muatan atau bawaan ringan itu lebih ringan
diatas punggungmu kelak pada hari qiyamat dari pada bawaan berat, harta sedikit
akan lebih mudah hisabnya pada hari qiyamat dari pada harta yang banyak.
Wahai Ibnu Adam : Belajarlah ilmu
yang syareat mewajibkan mengetahuinya, maka baranf siapa tidak mempunyai ilmu
maka tidak mempunyai aqal, dan tidak mempunyai agama, dan barang siapa tidak
mempunyai agama maka tidak ada surga baginya kelak di akherat.
Wahai Ibnu adam : sampai kapan
kamu mau bertobat dari melakukan dosa? Kemudian kamu mengulanginya tobat
setelah bertobat, jika kekuatanmu bisa mencegah siksaKu maka silahkan maksiat
seemaumu, jika tidak, maka sayangilah jasadmu yang lemah sebelum bertemu Aku.
Wahai Ibnu adam : Jadikanlah
hatimu sesuai dengan lidahmu, dan lidahmu sesuai dengan amalmu, dan jadikanlah
amalmu yang sholeh itu karena Allah, sebab hati orang Munafiq tidak sesuai
dengan lidahnya, dan lidahnya tidak sesuai dengan amalnya, dan amalnya bukan
karena Allah,
Wahai Ibnu Adam: Jika segenggam debu surga ditaburkan di arah
timur, niscaya bau wanginya akan tercium oleh orang-orang yang ada di ujung barat,
jika satu timba dari air bekas basuhan
daging dan darahnya di jatuhkan ke dunia niscaya bumi akan retak sampai bumi ke
tujuh sebab panasnya. Jika satu mata rantai dari rantai neraka jahannam dilatakkan diatas gunung dunia maka
gunung akan hancur meleleh sebagaimana melelehnya timah dalam api, maka
bagaimana kamu mampu terhadap panasnya api neraka.
Setiap apa yang kamu ucapkan, atau
kerjakan baik amal baik maupun amal buruk maka pasti ditulis oleh dua malaikat
yang bersamamu, banyak orang yang kuat badannya, tapi lemah untuk taat
kepadaKu, maka bahagialah orang yang menjadikan kekuatannya untuk meninggalkan
maksiat kepadaKu.
Wahai Ibnu adam : manakah orang
yang memakan kelezatan dan kesenangan dunia? Manakah orang yang mengumpulkan
emas? Manakah orang yang duduk dengan menuruti hawa nafsu dan bingung? Mereka
pasti keluar dari dunia dalam keadaan menyesal dan masuk kedalam kuburan dalm
keadaan resah.
MENDIDIK
ANAK
Kita sebagai orang tua
berkewajiban mendidik anak, kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah memberi
nama yang baik, mengajari alquran dan adab yang bagus, dan mengawinkannya jika
sudah baligh.
قال
النبي عليه الصلاة والسلام: {ما نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ
حَسَنٍ}.
Nabi saw bersabda “ Tidak ada
pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama dari pada adab yang baik”.
وقال
عليه الصلاة والسلام: {لأنْ يُؤَدِّبَ الرَّجُلُ وَلَدَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَتَصَدَّقَ
بِصَاعٍ}.
Orang tua yang mengajari adab
terhadap anaknya itu lebih utama dari pada sedekah satu sho’
Dalam kitab Lubab al-Hadits
karangan syekh jalaluddin Assuyuti bahwa Nabi memerintah kita untuk memulyakan
anak-anak kita, dan memperbaiki tingkah lakunya
وقال
عليه الصلاة والسلام: {أَكْرِمُوا أولادَكُمْ وَأَحْسِنُوا آدَابَهُمْ}.
Jika anak kita baik akhlaknya maka
bisa mempermalukan musuh-musuhnya sebagaimana hadits.
وقال
عليه الصلاة والسلام: {مَنْ أَرَادَ أنْ يُرْغِمَ حَاسِدَهُ فَلْيُؤَدِّبْ
وَلَدَهُ}.
Nabi saw
bersabda “ Barang siapa ingin mempermalukan orang yang menghasudinya maka
ajarilah anakmu adab yang baik”.
Kita
sebaiknya sering-sering melihat anak dengan rasa syukur,
وقال
عليه الصلاة والسلام: {النَّظَرُ إلى وَجْهِ الأَوْلادِ بِشُكْرٍ كالنَّظَرِ إلى
وَجْهِ نَبِيِّهِ}.
Nabi saw
bersabda “ Melihat wajah anak dengan rasa syukur itu seperti melihat wajah
Nabinya”
وقال
عليه الصلاة والسلام: {أكْرِمُوا أوْلاَدَكُمْ فإنَّ كَرَامَةَ الأَوْلادِ سِتْرٌ
مِنَ النَّار}ِ.
Nabi saw
bersabda “ Mulyakanlah anak-anakmu sesungguhnya memulyakan anak itu penghalang
dari api neraka”
وقال
عليه الصلاة والسلام: {الأَوْلادُ حِرزٌ مِنَ النَّارِ والأَكْلُ مَعهُمْ بَرَاءَةٌ
مِنَ النَّارِ وَكَرَامَتُهُمْ جَوَازٌ عَلَى الصِّراط}ِ.
Nabi saw
bersabda “ Anak-anak itu adalah tameng dari neraka, makan bersama anak-anak itu
bebas dari neraka, memulyakannya itu bias melewati shirotol mustaqim dengan
selamat”.
Memulyakan
anak akan dimulyakan Allah disurga
وقال
عليه الصلاة والسلام: {أَكْرِمُوا أولادَكُمْ فإنَّ مَنْ أَكْرَمَ أَوْلاَدَهُ أَكْرَمَهُ
الله في الجَنَّةِ}.
Nabi saw
bersabda “ Mulyakanlah anak-anak kalian, maka sesungguhnya orang yang
memulyakan anak-anaknya maka Allah akan memulyakannya di surga”.
Orang
yang membahagiakan anak-anak dan anak yatim akan bias masuk ke darul faroh di
surga.
وقال
عليه الصلاة والسلام: {إنَّ في الجَنَّةِ دَارا يُقَالُ لَهَا دَارُ الفَرَحِ لا
يَدْخُلُها إلاَّ مَنْ فَرَّحَ الصِّبْيَانَ}.
Nabi saw
bersabda “ Sesungguhnya di surga ada gedung yang bernama darul Faroh yang tidak
bisa masuk kedalamnya kecuali orang yang membahagiakan anak-anak kecil”
وقال
عليه الصلاة والسلام: {إنَّ في الجَنَّةِ دَارا يُقال لَهَا دَارُ الفَرَحِ لاَ
يَدْخُلُهَا إلاّ مَنْ فَرَّح يَتَامى المُؤمِنينَ}.
Nabi saw
bersabda “ Sesungguhnya dalam surga ada gedung yang bernama darul Faroh yang
tidak bisa masuk kedalamnya kecuali orang yang membahagiakan anak yatim”.
BERBAKTI
KEPADA ORANG TUA
Allah
mewajibkan kita agar berbakti kepada kedua orang tua, sebab ridlo Allah
digantungkan atas keridloannya.
قال
النبي صلى الله عليه وسلم: {رِضَا الرَّبِّ في رِضَا الوالِدِ، وَسُخْطُ اللهِ فِي
سُخْطِ الوَالِدِ}.
Nabi saw
bersabda “ Rido Allah itu digantungkan pada rido orang tua, dan kebencian Allah
itu tergantung pada kebencian orang tua”.
Berbakti
kepada orang tua akan mendapat balasan kelak anak-anaknya akan berbakti
kepadanya.
وقال
عليه الصلاة والسلام: {بُرُّوا آبَاءَكُمْ تَبُرَّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ وَعِفّوا تَعِفَّ
نِسَاؤُكُمْ}.
Nabi saw
bersabda “ Berbaktilah kepada orang-orang tua kalian, maka anak-anakmu akan
berbakti kepadamu, dan jagalah dirimu dari menggoda wanita lain, maka isterimu
akan terjaga”.
Memenuhi
panggilan orang tua hukumnya wajib,
وقال
عليه الصلاة والسلام: {إذا كُنْتَ في الصَّلاة فَدَعَاكَ أبُوكَ فَأَجِبْهُ وَإن
دَعَتْكَ أُمُّكَ فَأَجِبْهَا}.
Nabi saw
bersabda “ jika kamu sedang melaksanakan solat sunnah terus bapakmu memanggilmu
maka jawablah atau penuhilah panggilannya, jika ibumu memanggilmu maka jawablah
atau penuhilah panggilannya”. Sebab
menuruti perintah orang tua itu wajib hukumnya sedangkan solat sunnah hukumnya
sunnah maka dahulukanlah wajib atas sunnah”.
وقال
عليه الصلاة والسلام: {مَنْ أَصْبَحَ وَلَهُ أبَوَانِ رَاضِيانِ عَنْهُ أَوْ أَحَدُهُمَا
فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَمَنْ أمْسَى وَلَهُ أَبَوَانِ سَاخِطَانِ
عَلَيْهِ أَوْ أحَدُهُمَا فُتِحَتْ لَهُ أبْوَابُ جَهَنَّمَ}.
Nabi saw
bersabda “ Barang siapa memasuki pagi hari dan ia memiliki kedua orang tua yang
rido kepadanya atau salah satunya maka dibukakan pintu surga untuknya, dan
barang siapa memasuki sore hari dan ia memliki kedua orang tua yang benci
kepadanya atau salah satunya maka di bukakan pintu neraka untuknya.
Menyakiti
kedua orang tua akan masuk neraka
وقال
عليه الصلاة والسلام: {مَنْ آذى وَالِدَيْهِ أَوْ آذى أحَدَهُما يَدْخُل النَّارَ}.
Nabi saw
bersabda “ barang siapa menyakiti kedua orang tuanya atau salah satunya maka
akan masuk neraka”.
وقال
عليه الصلاة والسلام حِكَايَةٌ عَنِ الله تَعَالى: {قُلْ للبَارِّ لِوَالِدَيْهِ
اعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإنَّ الله يَغْفِرُ لَكَ}.
Nabi saw
bersabda “ menceritkan dari Allah swt “katakanlah kepada orang yang berbakti
kepada kedua orang tua lakukanlah apa yang kamu inginkan sesungguhnya Allah
telah mengampunimu”.
Berbakti
kepada kedua orang tua menghapus dosa-dosa besar,
وقال
صلى الله عليه وسلم: {بِرُّ الوَالِدَيْنِ كَفَّارَةٌ لِلْكَبَائِرِ}.
Nabi saw
bersabda “Berbakti kepada orang tua itu melebur dosa-dosa besar”.
وقال
عليه الصلاة والسلام: {مَنْ وَضَعَ طَعَاما طَيّبا في بَيْتِهِ وَأَكَلَهُ دُونَ
وَالِدَيْهِ حِرَمَهُ الله تَعَالى لَذِيذَ طَعامِ الجَنَّةِ}.
Nabi saw
bersabda “ Barang siapa meletakkan makanan enak dirumahnya dan tidak memberi
kepada kedua orang tuanya maka Allah mengharamkan enaknya makanan surga”.
وقال
عليه الصلاة والسلام: {مَنْ بَاتَ شَبْعَانا رَيَّانا وَأحَدُ وَالِدَيْهِ
جَوْعَانٌ أوْ عَطْشَانٌ حَشَرَهُ الله يَوْمَ ٱلقِيَامَةِ جِوْعَاناً وَعَطْشَانا
وَلَمْ يَسْتَحِ الله تَعَالى مِنْ عَذَابِهِ يَوْمَ ٱلقِيَامَةِ}.
Nabi saw
bersabda “ Barang siapa kenyang sedangkan salah satu kedua orang tuanya lapar
dan haus maka pada hari qiyamat digiring dalam keadaan lapar dan haus dan Allah
tidak malu menyiksanya pada hari qiyamat”.
وقال
عليه الصلاة والسلام: {مَنْ رَفَع يَدَهُ لِيَضْرِبَ أَحَدَ وَالِدَيْهِ غُلَّتْ
يَدُهُ يَوم القيامة إلى عُنُقِهِ مَشْلُولَةً قالوا يا رسول الله وإن ضربهما قال:
تُقْطَعُ يَدُهُ قَبْلَ أنْ يَجُوزَ عَلَى الصِّراط وَتَضْرِبُهُ المَلائِكَةُ}.
Nabi saw
bersabda “ barang siapa mengangkat tangannya untuk memukul salah satu kedua
orang tuanya maka pada hari qiyamat tanganya diikat ke lehernya dalam keadaan
lumpuh tangannya, para sahabat bertanya” jika memuulnya? Nabi menjawab” maka
tangannya di potong sebelum melewati shirotol mustaqim dan di pukuli oleh para
malaikat”.
MINUM ARAK
Minum
arak hukumnya haram walaupun setetes,
minum arak termasuk dosa besar dan orang yang menghalalkannya dianggap kafir,
dan had peminum arak adalah did era 40 kali cambuk. orang yang minum arak di
dunia tidak akan minum arak di akherat, sebagaimana hadits Nabi
قال النبي عليه
الصلاة والسلام: {مَنْ شَرِبَ الخَمْرَ في الدُّنْيا لَمْ يَشْرَبْها في الآخِرَةِ}.
Dan
arak adalah kumpulan dosa artinya jika kita meminum arak maka dosa-dosa lain
akan mengikutinya seperti dalam kejadian kiyai barsiso, dan arak adalah
bibitnya kejelekan, maka barang siapa meminumnya tidak di terima sholatnya
selama 40 hari, jika mati dalam perutnya terdapat arak maka mati seperti mati
jahiliyyah. Sebagaimana hadits Nabi saw.
قال عليه الصلاة
والسلام: {الخَمْرُ أُمُّ الخَبَائِثِ فَمَنْ شَرِبَها لَمْ تُقْبَلْ صَلاتُهُ
أَرْبَعينَ يَوْما، فَإنْ مَاتَ وَهِيَ في بَطنِهِ مَاتَ مِيتةً جَاهِلَيَّةً}.
Bapak-bapak
ibu-ibu yang kami hormati peminum arak itu di laknati oleh Allah, peminum arak
itu seperti penyembah berhala lata dan uzza, tidak akan berkumpul iman dan arak
dalam badan seseorang, kita tidak boleh memberi salam dan berjabat tangan
terhadap peminum arak, sebagaimana hadits Nabi
قال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ شَرِبَ الخَمْرَ فَقَدْ
كَفَرَ بِمَا أَنْزَلَ الله تَعَالى عَلى أَنْبِيائِهِ وَمَنْ سَلَّمَ عَلَى
شَارِبِ الخَمْرِ أَوْ صَافَحَهُ أَحْبَطَ الله تَعَالى عَمَلَهُ أَرْبعِينَ
سَنَةً}.
Orang
yang minum arak di gauli setan sebanyak 40 kali, seabagaimana hadits Nabi
قال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ شَرِبَ الخَمْرَ حَتَّى
يُزِيلَ عَقْلَهُ يَأتِيهِ الشَّيطانُ في دُبُرِهِ أَرْبَعِينَ مَرَّةً كَمَا يأتي
الرَّجُلُ امْرأتَهُ}.
Nabi
saw bersabda “ Barang siapa meminum arak hingga hilang akalnya maka syetan
menggaulinya di duburnya (anusnya) sebanyak 40 kali, seperti laki-laki
menggauli isterinya”.
Allah
melaknati arak, pembuat arak,penjualnya dan pembelinya sebagaimana dalam hadits
قال عليه الصلاة والسلام: {لَعَنَ الله الخَمْرَ
وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا ومُبْتَاعَهَا وعَاصِرَهَا
وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَها والمَحْمُولَةَ إلَيْهِ وَآكِلَ ثَمَنِها}
Allah
melaknati arak, peminum arak, peramu sajinya, penjualnya, pembelinya,
pemerasnya, pegawai perasnya, pembawanya, yang dikirimnya, dan pemakan uang
hasil jual arak”.
Bapak-bapak
ibu-ibu yang kami hormati, bahwa peminum arak tidak akan masuk surga, jika
tidak bertobat. sebagaimana hadits Nabi
عن ابن عمر: «ثَلاثَة
حَرَّمَ الله تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمُ الجَنَّةَ: مُدْمِنُ الخَمْرِ
وَالعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالدّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الخُبْثَ» )رواه أحمد والنسائي والحاكم(
Dari
Ibnu Umar ra dari Nabi saw. Tiga orang Allah mengharamkan surga atas orang tiga
ini yaitu 1. Mudminu Khomrin (Orang yang melanggengkan minum arak), 2. Orang
yang menyakiti salah satu dari kedua orang tuanya, 3. Orang yang tidak melarang
isterinya di gauli orang lain atau germo yang budaknya untuk memperkaya dirinya
dengan menjual harga diri budaknya.(HR. Ahmad, Annasa-I, dan Al-Hakim).
Orang minum arak
tidak diterima sholatnya, dan amal kebaikannya tidak akan di angkat ke langit,
sebagaimana hadits Nabi saw.
«ثَلاثةٌ لا يَقْبَلُ
الله لَهُمْ صَلاةً وَلا يَرْتَفِعُ لَهُمْ فِي السَّمَاءِ حَسَنَةٌ: العَبْدُ الآبِقُ
حَتَّى يَرْجِعَ إلى مَوْلاهُ، وَالمَرْأَةُ السَّاخِطُ عَلَيْهَا زَوْجُها حَتَّى
يَرْضَى، وَالسَّكْرَان حَتَّى يَصْحُو» رواه ابن حبان والبيهقي)
“Tiga orang Allah tidak menerima sholatnya, dan amal kebaikannya
tidak diangkat ke langit yaitu : 1. Hamba sahaya yang kabur dari tuannya hingga
kembali, 2. Isteri yang dibenci suaminya hingga suami ridlo, orang yang mabuk
hingga siuman”. (HR. Ibnu Hibban dan Baihaqi).
Orang
yang minum arak sulit membaca kalimat tauhid saat menjelang mati, dalam kitab Irsyadul
ibad karangan Al-Malibari ada sebuah kisah bahwa Imam Fudel bin Iyadl
mendatangi muidnya yang sakarotul maut terus mengajari syahadat berkali-kali
tapi si murid tak bisa mengucapkannya sama sekali, lantas pergi dari situ
dengan menangis dan setelah beberapa lama Imam Fudel mimpi melihat muridnya itu
diseret dan dimasukkan ke neraka, lantas Imam Fudel bertanya kenapa kamu saat
sakarotul maut tidak bisa bersyahadat? Murid menjawab saya mempunyai penyakit
dan tidak sembuh-sembuh, hingga mendatangi seorang tabib dan memberi obat agar
minum arak setahun sekali satu gelas, jika kamu tidak meminumnya maka akan
sakit lagi, terus aku meminumnya setiap tahun sekali untuk berobat.
Ini
adalah orang yang minum arak bertujuan berobat bagaimana yang minum araknya
yang bukan karena itu? Kami minta kepada Allah agar kita semua dan semua
keturunan kita terhindar dari minum arak.
Bapak-bapak
ibu-ibu yang kami Hormati bahwa orang minum arak di kuburnya tidak menghadap
qiblat, dan berbentuk babi yang di ikat dengan rantai, sebagaimana dlm kitab
Irsyadul Ibad dikisahkan bahwa “Sebagian orang-orang yang telah bertobat
ditanya tentang penyebab tobatnya? Ia menjawab saya tukang gali kuburan untuk
mencuri kain kafannya, terus aku melihat orang-orang mati itu berpaling dari
arah qiblat, terus saya bertanya kepada keluarganya tentang amalnya waktu di
dunia, keluarganya menjawab : waktu di dunia ia minum arak dan mati tidak
bertobat dari arak.
Dan
ada kisah lagi dari an Nabbas (penggali kuburan untuk mengambil kain kafannya)
saya menggali kubur aku melihat bahwa ahli kubur itu telah berubah menjadi babi
dan lehernya serta kedua tangannya diikat dengan rantai, dan aku ingin keluar
tiba-tiba ada suara tidakkah kau bertanya apa amalnya waktu di dunia dan kenapa
disiksa? Lantas aku bertanya kenapa? Ia menjawab ia waktu di dunia minum arak
dan mati tanpa tobat. Naudzu billah min dzalik tsumma naudzu billah min dzalik.
ZINA
Zina
Hukumnya haram, dan termasuk dosa besar, adapun diantara bahaya zina adalah
Zina akan menimbulkan ke faqiran, zina dan kaya tidak akan bisa kumpul,
meninggalkan zina menimbulkan kaya, sebagaimana
hadits Nabi saw.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: {الزِّنَا يُورِثُ
الفَقْرَ}.{الغنِا والزِّنا لا يَجْتمعانِ}.{تَرْكُ الزِّنا يُورِثُ الغِنَا}.
Dosa
terbesar setelah musyrik adalah berzina, berzina sekali melebur amal kebaikan
70 tahun sebagaimana hadits.
قال عليه الصلاة والسلام {زَنْيَةٌ واحِدَةٌ تُحْبِطُ
عَمَلَ سَبْعِينَ سَنَةً}.
قال عليه الصلاة والسلام: {مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ
الشِّرْكِ أَعْظَمُ عِنْدَ الله مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَها رَجُلٌ فِي رَحِمٍ لا
يَحلُّ لَهُ}.
Para Ahli
neraka berteriak kencang karena mencium bau busuk yang keluar dari farji wanita
yang berzina,
قال صلى الله عليه وسلم: {إنَّ لأَهْلِ النَّارِ
صَيْحَةٌ مِنْ نَتَنِ رَيحِ فَرْجِ الزَّانِي}.
Dan orang
yang berzina di dalam kuburnya dibukakan delapan pintu dari neraka yang dari
tiap pintu keluar ular dan kalajengking sampai hari qiyamat.
قال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ زَنَى بامرأةٍ فَتَحَ
الله عَلَيْهِ في قَبرِهِ ثمانية أبْوابٍ مِنَ النَّارِ يَخْرُجِ مِنْ تِلْكَ
الأبوابِ عَقَارِبُ وَحَيَّاتٌ إلى يَوْمِ القِيَامَةِ}.
SHOLAT
Sholat lima
waktu hukumnya wajib, orang yang melaksanakan sholat dengan baik tidak mengurangi
haqnya maka Allah telah berjanji akan memasukkannya ke surga, dan orang yang
meninggalkannya sebab meremehkan haqnya maka tidak ada ahdun (janji) terhadap
Allah maka Allah bisa menyiksanya bisa pula menyayanginya. Sebagaimana hadits
Nabi
عن عبادة بن الصامت رضي اللَّه تعالى عنه عن النبي صلى
اللَّه عليه وسلم أنه قال "خمس صلوات افترض اللَّه تعالى على عباده فمن جاء
بهن تامات ولم ينقصهن استخفافا بحقهن كان له عند اللَّه عهد أن يدخله الجنة، ومن
تركهن استخفافا بحقهن لم يكن له عند اللَّه عهد إن شاء رحمه وإن شاء عذبه"
Adapun
keutamaan sholat adalah sebagaimana dalam hadits.
قال رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم "الصلاة
مرضاة للرب تبارك وتعالى
1. Mendapar
rido Allah, وحب الملائكة 2. Dicintai para malaikat وسنة الأنبياء 3.
Mengikuti tingkah laku para Nabi, ونور المعرفة وأصل الإيمان، 4. Cahaya kema’rifatan, 5. Bibit dari iman, وإجابة الدعاء
6. Di
ijabahnya do’a, وقبول
الأعمال 7. Diterimanya amal وبركة في الرزق 8. Rizqinya berkah. وراحة للأبدان 9. Badan terasa enak dan senang, وسلاح
على الأعداء10. Pedang bagi orang mukmin atas
musuh-musuhnya, وكراهية
للشيطان 11. Dibenci
syetan, وشفيع بين
صاحبها وبين ملك الموت 12.
Syafaat antara dia dan malaikat maut, وسراج في قبره 13.
Mendapat penerang di kuburnya وفراش تحت جنبه 14. alas tidur di kuburnya, وجواب مع منكر ونكير 15. Bisa menjawab pertanyaan malaikat munkar
dan Nakir, ومؤنس في قبره إلى يوم القيامة، 16.
Mendapat kesenangan di kuburnya sampai hari kiamat,
فإذا كانت القيامة صارت الصلاة ظلا فوقه 17. Sholat
menjadi pengayom pada hari kiamat yang sangat panas, وتاجا على رأسه 18. Sholat menjadi mahkota di kepalanya, ولباسا على بدنه
19. Sholat menjadi pakaian atas badannya, ونورا يسعى بين يديه 20. Sholat menjadi cahaya sebagai penunjuk
jalan, وسترا بينه وبين النار،
21. Sholat bisa sebagai penghalang antara
dia dan neraka, وحجة للمؤمنين بين يدي الرب تبارك وتعالى
22. Sholat bisa hujjah dihadapan Allah, وثقلا في الموازين 23.
Sholat berat dalam timbangan amal baiknya, وجوازاً على الصراط ، 24. Bisa
selamat melewati jembatan shirotol mustaqim, ومفتاحاً للجنة
25. Sholat menjadi
Kunci surga, sebab sholat itu mengandung tasbih, tahmid, taqdis, ta’dzim,
bacaan, dan do’a dan amal paling utama adalah sholat pada waktunya.
Berwudlu
bisa mengeluarkan dosa, dan bisa menghapus dosa yang ada diantara dua wudlu
terus sholat, sebagaimana dalam hadits.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: {مَنْ تَوَضَّأ للصَّلاةِ
فأحْسَنَ الوُضُوءَ، ثُمَّ قَامَ إلى الصَّلاةِ فإنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَطِيئَتِهِ
كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أمُّهُ}.
“Barang
siapa berwudlu untuk sholat dan wudlunya dilaksanakan dengan bagus kemudian
sholat maka semua kesalahannya keluar dari tubuhnya seperti hari dilahirkan
ibunya”.
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: {مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلاةِ
وَصَلَّى كَفَّرَ الله ذُنُوبَهُ ما بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلاةِ الأُخْرَى التي
تليها}.
“Barang
siapa berwudlu karena untuk sholat kemudian ia melakukan sholat maka Allah
melebur dosa-dosa antara sholat yang satu dengan sholat yang lain yang
mengiringinya”.
Orang tidur dalam keadaan mempunyai wudlu
terus mati maka mati syahid, orang yang tidur mempunyai wudlu mendapat pahala
seperti pahalanya orang yang siang berpuasa dan malamnya ibadah sholat malam,
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ نامَ عَلَى وُضُوءٍ
فَأَدْرَكَهُ الموتُ في تلكَ الليلةِ فَهُوَ عِنْدَ الله شَهِيدٌ}.
“Barang
siapa tidur mempunyai wudlu terus menemui ajalnya pada malam itu maka menurut
Allah ia mati syahid”
وقال صلى الله عليه وسلم: {النَّائَمُ الطَّاهِرُ
كَالصائِمِ القَائِمِ}
“Barang
siapa tidur dalam keadaan mempunyai wudlu maka pahalanya seperti orang yang
siang puasa dan malamnya ibadah”.
Orang yang
berwudlu dalam keadaan mempunyai wudu akan mendapat sepuluh kebaikan, tidak sah
sholat tanpa wudlu, tidak sempurna wudlu tanpa menyebut nama Allah. Basuhan
wudlu yang wajib itu cuma sekali, jika dua kali dalam membasuh maka mendapat
dua bagian pahala, jika membasuhnya tiga kali maka seperti wudlunya para Nabi
terdahulu, sebagaimana hadits
وقال صلى الله عليه وسلم: {صِبْغَةُ الوُضُوْءِ مرَّةٌ،
فَمَنْ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ كانَ لَهُ كِفْلان مِنَ الأجْرِ، وَمَنْ تَوَضَّأَ
ثلاثا فَهُوَ وُضُوءُ الأنْبِيَاء مِنْ قَبْلِي}.
Nabi saw
bersabda “ Basuhan wudlu itu sekali, maka barang siapa basuhan wudunya dua kali
maka mendapat dua kali pahala wudu, dan barang siapa basuhan wudunya tiga kali
maka seperti wudunya para nabi sebelumku”.
Wudu diatas
wudu bagaikan cahaya di atas cahaya
وقَالَ صلى الله عليه وسلم: {الوُضُوءُ عَلَى الوُضُوءِ
نُورٌ عَلى نُورٍ}.
Ibadah yang
paling awal dihisabnya pada hari qiyamat adalah sholat, sebagaimana hadits Nabi
saw.
أن رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم قال "أوّل ما يحاسب به العبد يوم
القيامة الصلاة، فإن كان قد أتمها هوّن عليه الحساب وإن كان قد انتقص منها شيئا
قال اللَّه تعالى لملائكته هل لعبدي من تطوع فأتموا الفريضة من التطوّع وإن تم جرى
جميع الأعمال على حساب ذلك"
Sesungguhnya
Rosulullah saw bersabda “awal ibadah yang pertama kali dihisab pada hari
qiyamat adalah sholat, jika sempurna sholatnya maka Allah meringankan hisabnya,
jika kurang sempurna maka Allah menanyakan kepada para malaikat apakah hambaku
ini mempunyai ibadah sunnah, jika ada maka masukkan buatlah untuk
menyempurnakan fardu, jika sempurna maka semua amal dihisab dengan cara begitu.
Bapak-bapak
ibu-ibu yang kami hormati, banyak sujud penyebab bisa mendapatkan syafaat dan
menjadi teman Nabi di Surga, dan meminta sesuatu kepada Allah dengan cara
sholat akan di beri permintaannya, sebagaimana hadits
وقال
رجل يا رسول الله ادع الله أن يجعلني من أهل شفاعتك ويرزقني مرافقتك في الجنة قال
عليك بكثرة السجود وقال من صلى ركعتين لم يحدث فيهما نفسه بشيء من الدنيا غفر الله
له ما تقدم من ذنبه وما تأخر في رواية لم يسأل الله شيئا إلا أعطاه
Ada seorang
laki-laki berkata wahai Rosulullah saw berdoalah kepada Allah agar aku menjadi
orang yang termasuk mendapat syafaatmu, dan menjadi temanmu di Surga, Nabi
menjawab banyak-banyaklah sujud kepada Allah, artinya banyak sholat, dan Nabi
bersabda “ barang siapa sholat dua rokaat dan hatinya tidak memikirkan masalah
dunia maka diampuni dosa-dosanya yang telah lewat dan akan datang, dalam
riwayat lain, tidaklah meminta sesuatu kepada Allah kecuali Allah memberinya.
Jika kita mempunyai hajat maka carilah dengan melalui
sholat, sebab sholat itu menghadap Allah dan semua alam semesta berada dalam
kekuasaannya, oleh sebab itu sepantasnyalah kita melakukan sholat untuk
menggapai segala kebutuhan kita,
قال وهب بن منبه: إن الحوائج لم تطلب من اللَّه إلا بمثل
الصلاة، وكانت الكروب العظام تكشف عن الأولين بالصلاة، قلما نزل بأحد منهم كربة
إلا كان مفزعه إلى الصلاة،
Wahab bin
munabbah berkata “ Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang dicari dari tangan Allah
yang lebih baik kecuali dengan sholat, orang-orang dulu dari golongan para Nabi
menghilangkan permasalahannya dan kesusahannya dengan sholat, ketika terkena
kesusahan maka mengatasinya dengan sholat.
Orang yang sholat dan hatinya menghadap kepada
Allah maka keluar semua dosanya, sebagaimana hadits Nabi saw.
وروى عن النبي صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال "من
صلى ركعتين مقبلا على اللَّه بقلبه خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه"
Dari Nabi
saw sesungguhnya Nabi bersabda “ Barang siapa sholat dua rokaat dan hatinya
menghadap Allah maka keluar dosa-dosanya seperti hari dilahirkan ibunya”.
Perumpamaan
orang yang menghadap Allah dan hatinya tidak konsentrasi itu seperti orang
berhadapan dengan raja yang meminta maaf atas kesalahannya terus wajahnya
menoleh kekiri dan kekanan maka raja tidak akan memenuhi hajatnya.
Orang yang
sholat mempunyai tiga kemuliaan yaitu 1. kebaikan bertebaran diatas kepalanya
dari atas langit sampai atas kepalanya,
2. Para Malaikat mengelilinginya mulai telapak kakinya sampai langit, 3.
Ada malaikat yang memanggil-manggil seandainya hamba mengetahui siapa yang ia
ajak ngobrol niscaya ia tidak akan pindah dari tempat sholatnya.
عن النبي صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال "للمصلي
ثلاث كرامات: يتناثر البر على رأسه من عنان السماء إلى مفرق رأسه، والملائكة
محفوفة من قدميه إلى عنان السماء، وملك ينادي لو يعلم العبد من يناجي ما انتقل من
صلاته"
عن النبى صلى الله عليه وسلم من حافظ على الصلوات الخمس
أعطاه اللَّه تعالى خمس خصال: أوّلها يرفع عنه ضيق العيش، ويرفع عنه عذاب القبر،
ويعطى كتابه بيمينه، ويمر على الصراط كالبرق الخاطف ويدخل الجنة بغير حساب
Orang yang selalu melaksanakan sholat akan
dimulyakan Allah dengan 5 perkara :
Allah mengangkat kesempitan Rizqi darinya, menghilangkan siksa qubur darinya,
Allah memberi kitab amal dengan tangan kanannya, berjalan di sirotolmustaqim
seperti kilat yangn menyambar, dan masuk surga tanpa hisab.
Dan barang siapa meremehkan sholat
maka Allah menyiksanya dengan 15 siksaan : Enam siksaan di dunia yaitu tiga
ketika mati, tiga ketika masuk dalam qubur, tiga ketika bertemu Tuhannya (pada
hari qiyamat).
Adapun Enam siksaan di dunia adalah :
1. dihilangkan berkah Umurnya, 2. dihapus ciri-ciri sholeh dari wajahnya, 3.
Setiap amal yang ia kerjakan tidak mendapat pahala, 4. doanya tidak diangkat
kelangit, 5. tidak mendapat bagian dari do'anya orang sholeh, 6. keluar rohnya
tanpa membawa Iman.
Adapun siksaan yang menimpanya ketika
mati adalah : 1. mati dalam keadaan hina, 2. mati dalam keadaan lapar, 3. mati
dalam keadaan haus walaupun ia diberi minum semua laut dunia maka ia tidak akan
segar.
Adapun siksaan yang menimpa orang yang
tidak sholat ketika dalam qubur adalah : 1. Allah menyempitkan quburannya
sehingga tulang-tulangnya patah bersilang, 2. di dalam quburnya ia tidur di
atas bara api siang dan malam, 3. Allah menguasakan atas dirinya didalam
quburnya sebuah Ular besar bernama
Syuja' al-Aqro' yang memukulinya atas menyia-nyiakan sholatnya, dan siksaan it
uterus berlangsung sampai habisnya waktu sholat.
Adapun siksaan
yang menimpanya ketika bertemu Tuhannya adalah : 1. ketika langit terbelah maka
datang malaikat dan ditangannya ada rantai yang panjangnya ada 70 diro'
digantungkan diatas lehernya kemudian memasukkannya kedalam mulutnya dan
mengeluarkannya dari duburnya dan para malaikat menyerukan: Inilah balasan
Orang yang menyia-nyiakan Fardu-Fardu Allah, Shohabat Ibnu Abbas Ra. bersabda :
jika satu mata rantai jatuh ke bumi maka ia akan membakarnya, 2. Allah tidak
melihat kepadanya, 3. Allah tidak membersihkannya dan baginya siksaan yang
berat.
Orang yang meninggalkan sholat jika
mengangkat suapan makanan kemulutnya maka makanan berkata kepadanya “ Semoga
Allah melaknatimu wahai musuh Allah, kamu memakan rizqi Allah dan kamu tidak
melaksanakan kewajibannya. Orang yang tidak sholat pakaian yang dipakai ingin lepas
dari jasadnya dan baju berkata kepadanya “ Seandainya tuhan tidak menundukkan
aku untukmu maka saya akan lari darimu”.
Orang yang tidak sholat jika keluar
dari rumahnya, Rumah berkata kepadanya :”Semoga Allah tidak menemanimu dalam
perjalananmu dan tidak menjaga rumahmu saat kepergianmu, Dan semoga Allah tidak
mengembalikanmu kedalam keluargamu dengan selamat”.
Orang yang tidak sholat dilaknati
semasa hidupnya dan setelah matinya, Orang yang tidak sholat mati dalam keadaan yahudi dan dibangkitkan
dalam keadaan Nashroni,
Dari Rosulullah Saw : sesungguhnya beliau bersabda kepada
shohabatnya : katakanlah janganlah Engkau menjadikan kami orang yang celaka dan
terhalang? Kemudian
Nabi berkata : tahukah kamu siapakah
orang yang celaka dan terhalang? Shoahabat menjawab : Siapakah ia wahai
Rosulullah? Nabi menjawab Orang yang meninggalkan Sholat,
Dalam Hadits Isro ketika Nabi Saw
datang atas qoum yang memukuli kepalanya dengan batu sampai kepalanya hancur dan
setelah utuh kembali, ia memukulinya kembali dan kejadian ini terus
berulang-ulang, Nabi Muhammad Saw bersabda: Wahai Malaikat Jibril Siapakah
Orang itu? Malaikat Jibril menjawab mereka itu Orang-Orang yang terasa berat kepalanya
dari melakukan Sholat.
Diriwayatkan Sesungguhnya Awal sesuatu
yang menjadi hitam wajah pada hari qiyamat adalah : Wajah Orang-Orang yang
meninggalkan Sholat, Dan sesungguhnya didalam Neraka jahannam ada jurang yang
disebut Lamlam didalamnya terdapat ular-ular sebesar leher unta panjangnya
perjalanan kuda satu bulan ia menyengat Orang yang meninggalkan Sholat maka
racunnya mendidih pada jasadnya selama 70 tahun kemudian menjadi Usang
jasadnya.
Orang yang tidak sholat tidak mendapat rahmat dari Allah, dan jika
meninggalkan satu kali sholat fardu maka namanya ditulis di pintu Neraka dan
pasti akan masuk neraka, sebagaimana dam hadits.
Dari sayidina Aly karromallahu
wajhah : Saya mendengar Rosulullah Saw bersabda : Tidak ada dari seorang hamba
yang meninggalkan Sholat dan ia tidak menqodoinya (membayarnya) kecuali Allah
menulis di wajahnya orang ini keluar dari Rohmat Allah, Dan saya tidak akan
menanggungnya, dan jika seorang hamba meninggalkan satu fardu maka namanya
ditulis diatas pintu neraka.
Sebuah bangunan jika tidak ada tiang maka
tidak akan bisa berdiri, atau rumah yang sudah berdiri terus tiangnya rusak
maka rumah akan ambruk, dan seseorang jika tidak sholat maka rusak agamanya
sebagaimana hadits, Dari Nabi Saw bersabda : Sholat adalah tiang agama maka barang
siapa menegakkannya maka tegaklah agamanya dan barang siapa meninggalkannya
maka robohlah agamanya. Dari Nabi Saw
sesungguhnya beliau bersabda : sesungguhnya kejelekan Orang yanng
meninggalkan Sholat itu menjalar sampai ke 70 orang dari ahli keluarganya dan
tetangganya bahkan sampai dari mulai hari sekarang sampai ke zaman Nabi Adam
As.
Meninggalkan sholat bukan hanya merusak
agamanya saja akan tetapi merusak dunia juga, seperti kisah Nabi Isa as suatu
hari beliau berjalan di sebuah desa yang subur banyak pohon-pohonya air
sungainya banyak, orang-orangnya bersih-bersih, rumahnya kelihatan indah karena
taat kepada Allahnya bagus, kemudian setelah tiga tahun kemudian melewati desa
itu lagi Nabi Isa merasa aneh atas keadaan desa itu, melihat semuannya telah rusak serta keluarganya, isteri-Isterinya
dan desanya telah rusak, lantas Nabi Isa munajat kepada Allah : Wahai Allah dengan
sebab apa mereka dirusak, Apakah mereka meninggalkan Sholat dan meninggalkan
Ta'at? Allah menjawab tidak! Tapi telah lewat di desa ini Orang yang meninggalkan sholat dan ia membasuh
mukanya dengan air desa ini, terus air basuhannya jatuh di atas bumi desa ini
dan rumah-Rumah mereka maka sebab itu desanya menjadi rusak.
Orang yang meninggalkan sholat saat
meninggal bentuknya seperti Babi hitan, sebagaimana hadits. Diriwayatkan Sesungguhnya
pada suatu hari Nabi Saw : duduk bersama Shohabat-Shohabatnya kemudian
datanglah seorang pemuda dari Arab ke pintu masjid sambil menangis, terus nabi
bertanya : kenapa kamu menangis wahai pemuda? Lantas ia menjawab, Wahai
Rosululloh Ayahku mati dan tidak ada yang mau mengkafani dan memandikannya. kemudian
Nabi memerintahkan Shohabat Abu bakar dan Shohabat Umar Ra. agar pergi menuju
mayit, setelah sampai di rumahnya sohabat umar dan sahabat abu Bakar melihat
mayit seperti babi yang hitam, kemudian keduanya kembali kepada Nabi Saw dan
keduanya berkata : Wahai Rosulullah kami tidak melihatnya kecuali seperti babi
yang hitam, kemudian Nabi bangun menuju jenazah dan berdo'a maka seketika mayit
menjadi seperti bentuk semula yaitu manusia biasa, kemudian Nabi menyolati dan
ketika mereka akan menguburnya mereka melihat mayit seperti babi hitam,
kemudian Nabi Saw bertanya : hai pemuda
Apa amal bapakmu waktu di Dunia? Pemuda menjawab : ia meninggalkan Sholat, lantas
Nabi Saw bersabda : Wahai Shohabat-Shohabatku lihatlah
keadaan orang yang meninggalkan sholat, Allah akan membangkitkannya pada hari
qiyamat seperti babi hitam. Kami minta perlindungan dari Allah dari itu Amin.
Ya Allah semoga Engkau menjadikan kami, anak-anak kami, seluruh allumni patwa, seluruh warga
mertapada dan sekitarnya termasuk orang melaksanakan sholat dengan baik, tidak
pernah meninggalkannya
“لاحول ولاقوة الابالله العلى العظيم “
والحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله
وصحبه وسلم أجمعين