Jumat, 28 Maret 2014















KOSMETIK JIWA


PUSTAKA YUMNAH
 
 





























بسم الله الرحمن الرحيم  الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين أما بعد :
Kita umat islam wajib membersihkan hati kita dari perbuatan-perbuatan yang buruk khususnya perbuatan hati seperti sombong, ujub, riya, hasud, ghibah, dll. Diantara akhlak yang buruk adalah riya.
Riya termasuk Syirik Ashghor, sebagaimana hadits Nabi saw
أن النبي صلى اللَّه عليه وسلم قال: "أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر. قالوا يا رسول اللَّه وما الشرك الأصغر؟ قال الرياء، يقول اللَّه تعالى يوم يجازي العباد بأعمالهم: "اذهبوا إلى الذين كنتم تراءون في الدنيا فانظروا هل تجدون عندهم خيرا".
Nabi saw bersabda” yang paling saya takutkan dari kalian adalah perbuatan syirik Ashghor, para sahabat bertanya wahai Rosulullah apakah syirik ashghor itu? Nabi menjawab “riya” nanti pada hari qiyamat hari pembalasan amal hamba, Allah berfirman“pergilah kepada orang yang menjadikan amalmu itu karenanya waktu di dunia dan mintalah balasanmu kepadanya! Maka lihatlah pasti kamu tidak akan mendapatkan balasan kebaikan.
Riya adalah mencari tempat tinggi di hati orang-orang agar mendapat pangkat dan keagungan. Cinta pangkat itu termasuk menuruti hawa nafsu dan kebanyakan orang rusak dengan sebab perbuatan ini, orang yang banyak ilmunya, banyak ibadahnya jika yang membangkitkannya itu adalah agar di pandang oleh orang-orang, maka itu bisa melebur amal sebagaimana dalam hadits Nabi saw sesungguhnya orang yang mati di medan perang pada hari qiyamat di masukkan ke neraka terus ia berkata wahai Tuhanku aku mati di medan perang membela agamaMu? Allah menjawab kamu berperang itu bukan membela agamaku tapi agar kamu dikatakan orang-orang sebagai orang hebat dan pemberani dan kamu telah mendapatkannya, dan semacam ini dikatakan juga kepada  orang Alim, haji dan hafidz al Quran yang berbuat riya. (Al Ghozali, Bidayatul Hidayah: 78).
Riya itu banyak sekali macamnya dalam kitab Muroqil ubudiyyah karangan kiyai Nawawi banten bahwa “riya dikumpulkan dalam lima macam yaitu :
1.      Riya dalam beragama dengan badan seperti badan ceking, agar dikatakan orang bahwa ia banyak puasa atau sedikit makan, atau badan terlihat kuning loyo agar terlihat oleh orang bahwa ia banyak begadang ibadah di malam hari, atau badan semrawut agar kelihatan ia banyak susah memikirkan tentang agama.
2.      Riya dalam tingkah laku dan pakaian seperti menundukkan kepala saat berjalan, lamban dalam bergerak, menampakkan bekas sujud, memakai pakaian yang tambalan, memakai pakaian yang kotor.
3.      Riya dengan ucapan seperti berkata dengan kata-kata hikmah, banyak dzikir di hadapan manusia, amar am’ruf nahi mungkar dihadapan manusia, menampakkan kemarahan terhadap kemungkaran di hadapan manusia, dan menampakkan kegelisahan terhadap orang-orang yang maksiat, menampakkan suara lemah saat bicara, membaca al-quran dengan suara merintih di hadapan orang agar terlihat takut kepada Allah, dan sedih.
4.      Riya dengan Perbuatan seperti ketika sholat lama dalam berdiri, ruku dan sujud, tidak menoleh dan menampakkan kelihatannya tenang, menyempurnakan kedua kaki dan kedua tangan juga dalam puasa, haji, sedekah dan memberi makanan.
5.      Riya terhadap teman-teman, para pengunjung, teman kumpulan seperti mengunjungi orang alim, ahli ibadah atau penguasa atau raja dan sebawahnya atau pekerja sultan agar dikatakan ia mengambil berkah dari mereka sebab dengan anggapan orang begitu ia mendapat derajat tinggi dalam agama, atau banyak menuturkan para syekh agar dianggap bahwa ia banyak bertemu para syekh dan mengambil ilmu dari mereka dan membanggakan syekh-syekh itu. (Al-Bantani, Muroqil Ubudiyyah: 78).
Orang riya itu penipu ia kelihatannya beramal akherat tapi ternyata yang dicarinya adalah dunia seperti pujian pangkat derajat harta benda dll. Orang riya diakherat tidak akan mendapat balasan dari Allah, Allah paling tidak butuh persekutuan, Allah tidak butuh amal yang bukan karena Allah atau bersekutu dengan lainnya jika ada yang beramal bukan karena Allah maka Allah tidak akan membalasnya dan ia akan dimasukkan kedalam neraka. Sebagaimana dalam Alquran
قال تعالى: {مَنْ كَانَ يُرِيدُ العَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا  ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُوماً مَدْحُوراً}
Artinya” Barang siapa ingin balasan amalnya itu dunia bukan akherat maka kami akan memberinya di dunia sebanyak yang ia inginkan dari dunia itu, kemudian diakherat kami tetapkan ia masuk neraka jahannam yang akan mendapat celaan dan jauh dari rahmat Allah.
Beramal karena dunia itu tidak akan mendapat pahala, hanya mendapat pegal dan cape, sedangkan orang yang beramal karena Allah akan diterima dan mendapat balasan baik dari Allah sebagaimana dalam Alquran
 {وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَاوَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُوْلَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُوراً كُلا نُمِدُّ هَؤُلاء وَهَؤُلاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَوَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُوراً}
Artinya “Barang siapa menginginkan akherat dan beramal untuk akherat dengan melakukan amal-amal sholeh karena Allah dan ia mukmin maka mereka itu orang-orang yang beramal mencari pahala akherat maka amalnya diterima setiap orang dari mereka mendapat rizqi dari Tuhanmu dan pemberian Allah itu tidak ada yang bisa mencegah”.
Dalam kitab tanbihul ghofilin diceritakan dari sebagian ahli hikmah bahwa perumpamaan orang yang beramal karena riya dan sum’ah itu laksana orang yang keluar dari pasar dan membawa kantong dengan penuh isi batu, orang-orang mengatakan banyak sekali belanjaannya tapi kenyataannya itu tidak ada yang bisa dimakan dan tidak mendapat manfaat selain pujian manusia itu dan orang riya di akherat tidak mendapatkan pahala sebagaimana firman Allah
قال اللَّه تعالى: {وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُوراً}
Artinya amal-amal yang telah mereka lakukan bukan karena Allah itu Kami membatalkan pahalanya dan kami menjadikannya sebagaimana debu yang bertaburan di udara, naudzu billahi min dzalik.
Seorang ahli hikmah berkata “Barang siapa mengamalkan tujuh hal tanpa adanya tujuh maka akan sia-sia amalnya tidak ada manfaatnya
1.      Barang siapa mengatakan takut kepada Allah akan tetapi tidak meninggalkan larangannya maka ucapannya bohong.
2.      Barang siapa mengatakan saya mengharap pahala dari Allah tapi tidak mencarinya dengan amal sholeh maka sia-sia ucapannya
3.      Barang siapa hatinya berniat taat kepada Allah dan melakukan kebaikan akan tetapi tidak melaksanakan pekerjaan taat tersebut maka sia-sia niatnya.
4.      Barang siapa berdo’a kepada Allah agar mendapat taufiq dari Allah akan tetapi tidak sungguh-sungguh  atau tidak dibarengi dengan pekerjaannya maka sia-sia do’anya. Sebaiknya bersungguh-sungguhlah agar Allah memberi taufiq tersebut sebagaimana firman Allah
قال اللَّه تعالى: {وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّه لَمَعَ المُحْسِنِينَ}
Artinya “Orang yang bersungguh-sungguh dalam taat kepada-Ku maka kami akan memberi petunjuk jalan-jalan menuju kami dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik”.
5.      Barang siapa membaca istighfar tapi tidak menyesali dosa yang telah di kerjakannya maka akan sia-sia saja istighfarnya.
6.      Barang siapa beramal baik saat banyak orang akan tetapi tidak melakukannya saat sunyi maka akan sia-sia amalnya.
7.      Barang siapa bersungguh-sungguh berama sholeh tapi amalnya bukan karena Allah maka amalnya akan sia-sia dan itu menipu orang lain.
Barang siapa beramal sholeh dengan tulus terus amal tersebut diikuti oleh orang lain maka ia mendapat dua pahala yaitu pahala amalnya dan pahala diikuti orang lain sebagaimana hadits Nabi saw
قال النبي صلى اللَّه عليه وسلم: "من سنّ سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها إلى يوم القيامة، ومن سنّ سنة سيئة فعليه وزرها ووزر من عمل بها إلى يوم القيامة وأما إذا كان يعجبه أن يطلع على عمله لا لأجل الاقتداء به فإنه يخاف ذهاب أجره".
“Barang siapa melakukan amal kebaikan maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala dari orang yang mengikuti perbuatan itu sampai hari qiyamat, dan barang siapa melakukan amal kejelekan maka ia akan mendapat dosanya dan dosa orang yang mengikutinya sampai hari qiyamat”.
Adapun jika ia memperlihatkan amalnya itu karena ujub (merasa dirinya hebat) bukan agar orang lain mengikuti jejaknya maka itu ditakutkan akan tidak mendapatkan pahalanya, Naudzu billah min dzalik.
Amal yang sedikit jika amalnya ikhlas karena Allah itu lebih baik dari pada amal banyak tidak karena Allah sebab amal sedikit jika karena Allah maka Allah akan melipat gandakan pahalanya dengan kemurahan Allah sebagaimana dalam Al quran
قال اللَّه تعالى {وَإِنْ تَكُنْ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْراً عَظِيماً}
Jika kamu mempunyai satu kebaikan maka Allah akan melipat gandakannya dan akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah.
Adapun amal banyak yang bukan karena Allah maka tidak akan mendapatkan pahala dan akan dimasukkan kedalam neraka jahannam Na’udzu billahi min dzalik.
وقيل لبعض الحكماء:  من المخلص؟ قال المخلص الذي يكتم حسناته كما يكتم سيئاته.
Ahli Hikmah di Tanya siapakah orang yang Ikhlas itu? Ahli Hikmah menjawab orang yang menyembunyikan kebaikan sebagaimana menyembunyikan kejelekannya, di Tanya lagi apa puncak dari ikhlas itu? Tidak suka dipuji oleh orang lain, 
Syekh dzinnun Al-Mishri ditanya bagaimana seseorang diketahui bahwa orang itu orang pikihan Allah? Syekh Dzinnun Menjawab itu bisa diketahui dengan empat hal “meninggalkan kesenangan dunia, menyedekahkan sesuatu yang dimilikinya, merasa suka saat hilangnya pangkat, dan perasaan hatinya sama dalam pujian dan celaan dari orang lain”
Bapak-bapak ibu-ibu yang kami Hormati sesungguhnya surga itu haram atas orang pelit, orang  munafik dan orang yang riya, sebagaimana dalam hadits Nabi saw
وروى عن ابن عباس رضي اللَّه عنهما عن رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال: "لما خلق اللَّه تعالى جنة عدن خلق فيها ما لا عين رأيت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر، ثم قال لها تكلمي فقالت {قَدْ أَفْلَحَ المُؤْمِنُونَ} ثلاثاً، ثم قالت : إني حرام على كل بخيل ومنافق ومراء".
Ibnu Abbas ra. Meriwayatkan dari Rosulillah saw sesungguhnya Nabi bersabda “ ketika Allah menciptakan surga aden Allah menciptakan di dalamnya sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah di dengar telinga, belum pernah terbesit dalam hati, kemudian Nabi bersabda “berkatalah wahai surga! Surga menjawab qod aflahal mu’minun 3 kali (benar-benar bahagia orang-orang mukmin), kemudian surga aden berkata lagi saya haram untuk orang pelit, munafik dan orang yang riya.
Ciri-ciri orang yang berbuat riya  sebagimana yang diriwayatkan oleh sayyidina Ali itu ada empat yaitu
1.    Bermalas-malasan jika sendirian
2.    Beramal Semangat ketika di hadapan orang-orang.
3.    Bertambah amalnya jika mendapat pujian.
4.    Berkurang amalnya saat mendapat celaan orang.
Adapun baik dalam beramal itu ada tiga hal yaitu mengira bahwa amal dari Allah itu untuk menghancurkan sifat ujub, dalam amal mengharapkan ridlo Allah agar bisa menghancurkan hawa nafsunya, mencari pahala amal dari Allah agar bisa menghancurkan sifat tamak dan riya. Maka dengan tiga hal ini akan bisa ikhlas dalam beramal.   
Sebagian ahli Hikmah berkata agar amal kita selamat maka butuh empat hal 1. Sebelum beramal harus mengetahui ilmunya, sebab amal tanpa ilmu itu akan rusak  2. Niat dalam permulaan amalnya sebab amal tanpa niat itu tidak sah. 3. Bersabar dalam tengah melakukan amal, 4. Ikhlas ketika membacanya sebab amal tanpa ikhlas itu tidak diterima, ketika beramal ikhlas maka Allah menerimamu dan diterima oleh hati para hamba Allah sebagaimana yang diriwayatkan oleh harom bin hayyan
وروى عن هرم بن حيان أنه قال: ما أقبل عبد بقلبه إلى اللَّه تعالى إلا أقبل اللَّه تعالى بقلوب أهل الإيمان إليه حتى يرزقه مودّتهم ورحمتهم.
Diriwayatkan dari harom bin hayyan sesungguhnya ia berkata “ Tidaklah seorang hamba hatinya menghadap kepada Allah kecuali Allah menghadapkan hati ahli iman kepadanya hingga Allah memberi rizqi ia mendapat kasih sayangnya dan pengasihnya.
Orang yang mendapat ridlo dan cinta Allah itu akan dicintai Allah, para malaikat ahli langit dan seluruh makhluk di bumi, sebagaimana hadits abi huroiroh ra.
عن أبي هريرة عن النبي صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال "إن اللَّه تعالى إذا أحب عبداً قال لجبريل إني أحب فلاناً فأحبه فيقول جبريل لأهل السماء إن ربكم يحب فلاناً فأحبوه فيحبه أهل السماء فيوضع له القبول في الأرض، وإذا أبغض اللَّه عبداً فمثل ذلك".
Dari Abi Huroiroh ra. Dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda “Sesungguhnya Allah jika mencintai hambanya maka Allah berfirman kepada malaikat jibril saya mencintai si fulan maka cintalah kmu kepadanya, terus malaikat jibril berkata kepada ahli langit sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka kalian harap ikut mencintainya lantas ahli langit mencintainya dan dan sifat dicintai itu diletakkan di bumi, dan jika Allah membenci seseorang begitu pula.
Auf bin Abdillah meriwayatkan bahwa ahli kebaikan menulis kepada temannya dengan tiga kalimat “Barang siapa beramal untuk akheratnya maka Allah mencukupi segala urusan dunianya, barang siapa memperbaiki hubungan antara dia dan Allah maka Allah memperbaiki antara dia dan seluruh manusia, barang siapa baik amalnya saat sunyi maka Allah menjadikan amalnya baik saat ramai atau banyak orang.
            Syekh Hamid Allaqqof berkata jika Allah ingin merusak seseorang maka Allah menyiksanya dengan tiga hal yaitu1. ia di beri ilmu tapi tidak mau mengamalkan ilmunya, 2. Ia berteman dengan orang sholeh tapi tidak mengetahui hak-haknya, 3. Ia di bukakan pintu taat kepada Allah tapi ia tidak ikhlas dalam beramalnya. Naudzu billah min dzalik.

HASUD
Bapak-bapak ibu-ibu yang saya hormati diantara akhlak yang buruk lagi adalah sifat hasud atau iri hati, hasud yaitu tidak suka orang lain mendapat nikmat dari Allah dan ingin sekali nikmat itu hilang darinya, dalam kitab Tanwirul qulub karangan syekh Muhammad Amin Al-Kurdi dan dalam kitab tanbihul ghofilin karangan Assamarqondi menyebutkan bahwa syekh Hasan Bashri berkata hai ibnu Adam kenapa kamu hasud kepada saudaramu? Jika orang yang di beri nikmat oleh Allah itu karena kemuliaannya, kenapa kamu hasud terhadap orang yang dimuliakan Allah? Jika bukan karena itu maka tidak baik atau buat apa kita hasud terhadap orang yang kembalinya ke neraka.
Hasud itu membakar kebaikan sebaimana api membakar kayu kering sebagaimana dalam hadits Nabi yang diriayatkan sayyid Hasan
عن الحسن أن النبي صلى اللَّه عليه وسلم قال "إن الغلّ والحسد يأكلان الحسنات كما تأكل النار الحطب"
Sesungguhnya hasud itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu kering. Bapa-bapa ibu-ibu semoga kita semua selamat dari perbuatan hasud dan semoga sifat hasud di jauhkan dari kita semua sebab orang hasud di dunianya saja akan mendapat lima siksaan yaitu 1. Susah yang tidak ada putusnya, 2. Musibah yang tidak mendapatkan pahala, 3. Mendapat celaan dari orang-orang, 4. Mendapat kebencian dari Allah. 5. Ditutupnya pintu taufiq dari Allah, Na-udzu billah min dzalik.
Dalam kitab tanbihul ghofilin karangan Assamarqondi bahwa Sebagian ahli Hikmah berkata orang hasud menampakkan lima hal yaitu 1. membenci semua nikmat yang ada pada orang lain, 2. Membenci bagian yang diberikan kepada orang lain seolah-olah mengatakan kepada Allah kenapa Allah memberi itu kepadanya. 3. Merasa susah dengan keutamaan Allah yang di berikan kepada orang lain 4. Ia menghina kekasih Allah sebab ia ingin menghina orang yang mendapat anugrah dari Allah dan mengharapkan nikmat itu hilang darinya, 5. Ia menolong musuh Allah yaitu Iblis,  dikatakan bahwa “orang hasud mendapat celaan dan hinaan dari orang-orang, mendapat kebencian dan laknat dari para malaikat, merasa gelisah, resah dan susah, mendapat takut dan kesulitan saat sakarotul maut, mendapat celaan saat duduk bersama teman, mendapat api yang panas dalam neraka.
Orang hasud doanya tidak di ijabah oleh Allah swt. Sebagaimana dalam kitab Tanwirul qulub dan kitab tanbihul ghofilin yang dikatakan oleh sebagian ulama ahli Makrifat bahwa tiga orang do’anya tidak di ijabah yaitu 1. Orang yang makan dari harta haram semoga kita semua mendapat pertolongan dari Allah bisa menjauhi harta haram, 2. Orang yang banyak ghibah atau membicarakan orang lain yang orang tersebut tidak menyukainya walaupun memang orang tersebut melakukan perbuatan yang diceritakan, 3. Orang yang di hatinya ada sifat hasud kepada orang muslim.
Dalam kitab tanbihul Ghofilin karangan syekh Muhammad bin Nashr Assamarqondi menerangkan Bahwa Awal dosa yang dilakukan dilangit dan di bumi adalah hasud, hasud yang di langit adalah Iblis enggan sujud kepada Nabi Adam ketika Allah memerintahnya, sambil mengatakan saya diciptakan dari Api sedang adam dari tanah, lantas Iblis menghasud nabi Adam dan Allah melaknatinya, sedangkan dosa yang di bumi adalah Qobil hasud kepada Habil dan membunuhnya
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنْ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّه مِنْ المُتَّقِينَ
Akhnaf bin qois berkata orang hasud tidak akan mendapatkan kesenangan, orang bakhil (pelit) tidak akan bisa memenuhi haknya, tidak akan mempunyai teman orang yang membosankan, tidak akan mempunyai harga diri orang yang berdusta, dan tidak mempunyai pendapat orang yang berkhiyanat, dan tidak akan mulia orang yang jelek akhlaknya. Sebagian Ahli Hikmah berkata saya tidak pernah melihat orang yang menganiaya seperti orang yang dia aniaya yaitu orang yang berbuat hasud. Orang Qonaah tidak akan hasud, Dalam kitab Mustathrof fi kulli fannin mustadzrof karangan Al-asybihi
من قنع بعطائه لم يدخله حسد.
 Orang yang qonaah atas pemberian Allah maka tidak akan kemasukan sifat hasud”
Orang yang hasud itu menentang hukum yang telah ditetapkan Allah, hasud yang diperbolehkan itu ada dua yaitu hasud kepada orang alim atau ahli quran yang mengajarkan dan mengamalkan ilmunya dan hasud kepada orang kaya yang menginfaqkan hartanya kepada kebaikan. Artinya jika bersungguh-sungguh ingin melakukan amal seperti amalnya dalam melakukan kebaikan seperti sholat malam dan sedekah maka hasud itu baik, jika hasudnya ingin amal tersebut hilang darinya maka hasud semacam ini tidak boleh, begitu juga jika melihat orang yang menginfaqkan hartanya dan mengharapkan agar harta itu bisa di milikinya maka itu hasud yang dilarang, jika mengharapkan mempunyai harta yang sepertinya dan bisa menginfaqkan hartanya seperti dia maka ini tidak tercela.
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّه بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ} وقال في آية أخرى {وَاسْأَلُوا اللَّه مِنْ فَضْلِهِ}

SOMBONG
Bapak-bapak ibu-ibu yang kami hormati, diantara sifat yang tercela lagi adalah sifat sombong yaitu merasa dirinya itu lebih besar atau lebih kuat, atau lebih hebat atau lebih mulia dari pada yang lain. Orang sombong akan masuk neraka, tidak diajak bicara oleh Allah pada hari qiyamat dan akan mendapat siksa yang pedih sebagaimana hadits Nabi saw.
أن النبي صلى اللَّه عليه وسلم قال "لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال حبة من خردل من كبر.
Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari sifat sombong.
عن أبي هريرة رضي اللَّه تعالى عنه عن رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال "ثلاثة لا يكلمهم اللَّه يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولهم عذاب أليم، أوّلهم شيخ زان وملك كذاب وعائل مستكبر"
Artinya dari Abi Huroiroh ra. Menceritakan dari Rosulullah saw sesungguhnya beliau bersabda “ tiga orang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari qiyamat dan akan mendapat siksa yang pedih yaitu 1. Seorang Kakek yang berzina, 2. Raja yang berbohong, 3. Orang faqir yang sombong.
Orang sombong termasuk orang yang pertama masuk neraka, sebagaimana hadits dari Sahabat Abi Huroiroh ra. 
عن أبي هريرة رضي اللَّه تعالى عنه عن رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال "عرض عليّ أوّل ثلاثة يدخلون الجنة وأوّل ثلاثة يدخلون النار. فأما أوّل ثلاثة يدخلون الجنة: فالشهيد وعبد مملوك لم يشغله رق الدنيا عن طاعة ربه وفقير ضعيف ذو عيال، وأما أوّل ثلاثة يدخلون النار: فأمير مسلِّط وذو ثروة من المال لا يؤتي الزكاة وفقير فخور.
Sesungguhnya Nabi Muhammad saw bersabda”Aku diperlihatkan oleh Allah bahwa tiga golongan orang yang pertama masuk surga dan tiga golongan yang pertama masuk neraka, adapun tiga golongan yang pertama masuk surga adalah 1. Orang yang mati di medan perang, 2. Hamba yang dalam kesibukan melayani tuannya tidak lalai untuk taat kepada Allah, 3. Orang faqir yang lemah yang mempunyai banyak keluarga, adapun tiga golongan yang pertama masuk neraka adalah 1. Raja yang absolut, 2. orang kaya yang tidak berzakat,  3. Orang faqir yang sombong.
Nabi saw bersabda sesungguhnya Allah membenci tiga golongan dan kebenciannya akan lebih berat jika sifat tersebut ada pada golongan yang lain yaitu 1. Allah membenci orang yang berbuat fasiq, dan lebih benci lagi jika yang melakukannya orang yang sudah tua (kakek-kakek), 2. Allah membenci orang pelit dan lebih benci lagi jika yang pelit itu orang kaya, 3. Allah membenci orang sombong dan lebih benci lagi jika yang sombong itu orang Faqir.
Allah menyukai tiga golongan dan lebih suka lagi jika yang melakukannya tiga golongan yang lain yaitu 1. Allah menyukai orang yang bertaqwa dan lebih suka lagi jika yang bertaqwa itu anak muda, 2. Allah menyukai orang dermawan dan lebih suka lagi jika yang dermawan itu orang faqir, 3. Allah menyukai orang yang tawadlu’ dan lebih suka lagi jika yang tawadlu itu orang kaya. 
Nabi Musa as munajat kepada Allah swt “ya Allah siapa orang yang paling Emgkau benci? Allah menjawab Orang yang sombong, omongannya kasar, keyaqinannya lemah dan tangannya pelit. Untuk mengobati sifat sombong adalah kita tawaddu’ dan obat hasud adalah bersifat qonaah, tawaddu’ adalah salah satu tangga kemuliaan, setiap orang yang mempunyai nikmat akan di hasudi kecuali tawaddu’    وقال بعض الحكماء: ثمرة القناعة الراحة وثمرة التواضع المحبة.
Sebagian ahli Hikmah berkata “Buah qonaah adalah kesenangan hati, dan buah tawaddu’ adalah cinta artinya dicintai orang lain.
Sombong adalah akhlak orang-orang kafir dan golongan Firaun, sedangkan Tawaddu’ adalah akhlak para nabi dan orang sholihin,
{وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مُوسَى بِالبَيِّنَاتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ}
Orang mukmin harap bersifat tawaddu’ sebab orang-orang sholeh sebelum Nabi Muhammad akhlaknya tawaddu’ maka kita wajib mengikutinya. Tawaddu’ adalah sebaik-baik akhlak.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: {مَنْ تَوَاضَعَ لله رَفَعَهُ الله، وَمَنْ تَكَّبَرَ وَضَعَهُ الله}.
Nabi saw bersabda “Barang siapa tawaddu karena Allah maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barang siapa sombong maka Allah akan merendahkan derajatnya”.
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَا مِنْ آدَمِيِّ إلاَّ وَفِي رَأْسِهِ سلْسِلَتَانِ: سِلْسِلَةٌ فِي السَّمَاءِ السَّابِعَةِ وَسِلْسِلَةٌ في الأَرْضِ السَّابِعَةِ، فَإذَا تَوَاضَعَ رَفَعَهُ الله بِالسِّلْسِلَةِ إلى السَّماءِ السَّابِعَةِ، وَإذَا تَجَبَّرَ وَضَعَهُ الله بالسِّلْسِلَةِ إلى الأَرْضِ السَّابِعَةِ}.
Nabi saw bersabda tidak ada dari manusia kecuali di kepalanya ada dua rantai: 1 rantai di langit ke tujuh dan satu rantai lagi di bumi ke tujuh, jika tawaddu’ maka Allah mengangkatnya dengan rantai itu ke langit ke tujuh, jika sombong maka Allah merendahkannya dengan rantai itu ke bumi ke Tujuh”.  
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ تَكبَّرَ عَلَى الفقَراءِ لَعَنَهُ الله وَمَنْ تَكَبَّرَ عَلَى العُلَمَاءِ أَخْزَاهُ الله}.
Nabi saw bersabda “barang siapa sombong terhadap orang faqir maka Allah melaknatinya, dan barang siapa sombong terhadap Ulama maka Allah akan mempemalukannya”.
UJUB
Ujub adalah menganggap besar nikmat yang ia miliki dan ia merasa damai dengan nikmat tersebut tapi lupa menyandarkan nikmat itu dari Allah. Ujub termasuk sifat-sifat yang merusak sebagaimana dalam Hadits Nabi saw.
قال صلى الله عليه وسلم ثلاث مهلكات شح مطاع وهوى متبع واعجاب المرء بنفسه
Nabi saw bersabda “Tiga sifat ini akan merusak 1. Sifat pelit yang disukai, 2. Mengikuti hawa nafsu, 3. Ujub terhadap dirinya.  Syekh Masruq mengatakan cukuplah seseorang dikatakan berilmu jika takut kepada Allah, dan cukup dikatakan orang itu bodoh jika ujub dengan amalnya.
Menghilangkan sifat ujub itu termasuk memperbaiki amal, sebagaimana yang dikatakan sayyidina umar ra.
إن من صلاح توبتك أن تعرف ذنبك، وإن من صلاح عملك أن ترفض عجبك، وإن من صلاح شكرك أن تعرف تقصيرك.
Sesungguhnya diantara untuk memperbaiki taubatmu adalah mengetahui dosamu, dan untuk memperbaiki amalmu adalah menghilangkan sifat ujubmu, dan untuk memperbaiki syukurmu adalah mengetahui kesembronoanmu.
Kholifah Umar bin Abdul Aziz menuturkan jika berkhotbah terus khawatir ujub maka menghentikannya, jika sedang menulis terus takut ujub maka menyobeknya sambil berkata
اللهم إني أعوذ بك من شر نفسي.
Mathrof bin Abdillah berkata bagi saya malam tidur dan pagi menyesal  karena tidak sholat malam itu lebih utama untukku dari pada malam sholat dan paginya Ujub (merasa hebat).
Assamarqondi berkata “Barang siapa ingin menghancurkan sifat Ujub maka harus menetapi empat hal yaitu 1. Harap meyaqini bahwa taufiq (pertolongan melakukan ibadah)  itu dari Allah, jika meyaqini bahwa taufiq itu dari Allah maka ia sibuk dengan bersyukur dan tidak ujub, 2. Barang siapa melihat kepada Nikmat-nikmat yang Allah telah berikan kepadanya maka ia sibuk bersyukur atas nikmat tersebut dan tidak akan ujub, 3. Takut akan tidak diterimanya amal, jika mempunyai ketakutan tersebut maka tidak akan ujub, 4. Melihat dosa-dosanya yang telah lewat, jika takut bahwa kejelekananya yang akan menang atas kebaikannya maka tidak akan ujub, bagaimana seseorang bisa ujub dengan amalnya padahal ia tidak tahu bagaimana yang tertulis dalam buku amalnya nanti pada hari qiyamat boleh merasa senang dan ujub jika telah mengetahui buku amalnya nanti pada hari qiyamat.
NAMIMAH
Bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati diantara akhlak yang tercela lagi adalah Namimah (mengadu domba), Namimah adalah memindahkan ucapan seseorang kepada orang lain agar diantara keduanya terjadi kerusakan.  Allah berfrman
ولاتطع كل حلاف مهين هماز مشاء بنميم
Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga, sebagaimana dalam hadits Nabi saw.
لايدخل الجنة نمام  رواه الشيخان وغيرهما
Artinya tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba (HR. Asy-syaikhon).
Dikatakan bahwa perbuatan orang yang mengadu domba itu lebih bahaya dari pada perbuatan syetan sebab perbuatan syetan dengan was-was sedang orang namimah dengan berhadapan nyata.
Orang yang suka mengadu domba agar terjadi kerusakan diantara manusia, nanti di alam quburnya akan di bakar api, sebagaimana cerita dalam kitab Irsyadul ibad karangan Al-malibari bahwa ada seorang laki-laki saat penguburan saudaranya ada emas yang jatuh dari kantongnya dan saat malam hari ia mengeduknya untuk mengambil emas tersebut tapi ia keheranan bahwa quburan di penuhi api, hingga ia mendatangi rumah ibunya dan bertanya sebenarnya apa yang dilakukan saudaraku saat masih hidup? Ibunya menjawab saya tidak tahu bahwa ia melakukan kemungkaran hanya saja ia keluar saat malam hari dan mendengarkan dari pintu-pintu tetangga apa yang mereka katakan dan menjatuhkan kepada yang lain hingga terjadi kerusakan atau perselisihan. Para ulama sepakat bahwa Namimah itu hukumnya haram dan  termasuk dosa besar.
Orang Namimah termasuk orang yang memotong agama sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban dalam shohehnya
وابن حبان في صحيحه: «ألا أخبركم بأفضل من درجة الصيام والصلاة والصدقة؟ قالوا: بلى، قال: إصلاح ذات البين، فإن إفساد ذات البين هي الحالقة»
“ Bukankah saya telah mengkhabarkan pahala yang lebih utama daripada puasa, sholat, dan sedekah? Para sahabat bertanya ia, Nabi menjawab Mendamaikan orang yang berselisih, sebab merusak orang yang sedang bertentangan itu termasuk memotong agama”.
Orang yang berwajah dua pada hari qiyamat akan mempunyai wajah dua dari api pada hari qiyamat, Orang yang mempunyai lidah dua Allah akan menjadikannya dua lidah dari api pada hari qiyamat.

KIDZBU (BOHONG)
Bohong adalah menghabarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya, sedangkan jujur adalah mengkabarkan sesuatu yang sesuai dengan kenyataannya.
Jujur walaupun kelihatannya mengandung bahaya sesungguhnya jujur mengandung keselamatan, sebaliknya bahwa bohong walaupun kelihatannya mengandung keselamatan sesungguhnya didalamnya terdapat kerusakan sebagaimana dalam hadits Nabi saw.
وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { تَحَرَّوْا الصِّدْقَ وَإِنْ رَأَيْتُمْ أَنَّ فِيهِ الْهَلَكَةَ فَإِنَّ فِيهِ النَّجَاةَ ، وَتَجَنَّبُوا الْكَذِبَ وَإِنْ رَأَيْتُمْ أَنَّ فِيهِ النَّجَاةَ فَإِنَّ فِيهِ الْهَلَكَةَ } .

Orang yang bohong akan dilaknat Allah swt. Sperti dalam ayat 61 surat Ali Imron
قال الله تعالى: {فَنَجْعَلَ لَعْنَةَ الله عَلَى الكَاذِبينَ} (سورة آل عمران: 61)
Jujur adalah petunjuk menuju kebaikan dan kebaikan adalah jalan menuju surga, sebagaimana dalam hadits nabi yang diriwayatkan
والشيخان: «عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إلى البرِّ والبرّ يَهْدِي إلى الجَنَّةِ، وَمَا زَالَ الرَّجُلَ يَصْدُقَ وَيَتحَرَّى الصّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ الله صَدِّيقاً، وَإِياكُمْ وَالكَذِبَ، فَإِنَّ الكَذبَ يُهْدِي إلى الفُجُورِ، والفُجُورُ يَهْدِي إلى النَّارِ، وَمَا زَالَ العَبْدُ يَتَحَرَّى الكذبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ الله كَذَّاباً»
Empat sifat jika ada pada seseorang maka orang tersebut menjadi murni orang muafik yaitu jika berbicara maka bohong, jika berjanji maka mengingkarinya, jika mengadakan perjanjian maka menghianatinya jika permusuhan maka ia berbuat lacut.sebagaimana dalam hadits Nabi saw 
الشيخان «أرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقاً خَالِصاً وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خِصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خِصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتّى يَدَعَهَا: إذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ»
Bebuat bohong itu menjauhkan kita dari iman, dan menjauhkan malikat dari kita sejauh 1 mil sebab bau busuknya, sebagaimana dalam hadits.
وأحمد وأبو الشيخ: «إيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ مُجَانِبٌ لِلإيمَانِ»
“Takutlah berbohong sesungguhnya berbohong itu menjauhkan pada Iman”
والترمذي وأبو نعيم: «إذَا كَذَبَ العَبْدُ كِذْبَةً تَبَاعَدَ عَنْهُ المَلِكُ مِيلاً مِنْ نتن مَا جَاءَ بِهِ»
Attirmidzi meriwayatkan “ Jika seseorang berbohong satu kali maka malaikat menjauh sejauh 1 mil karena bau busuk akibat berbohong”.

Orang yang berbohong agar ditertawakan orang itu termasuk orang yang celaka, sebagaimana dalam hadits yang diriayatkan Imam Ahmad dan Abi dawud.
وأحمد وأبو داود: «وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبَ ليُضْحِكَ بِهِ القَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ»
Lima dosa yang tidak ada kifaratnya adalah 1. Musyrik kepada Allah, 2. membunuh orang tanpa adanya haq, 3. Berbohong kepada Mukmin, 4. Lari dari peperangan, 5. Sumpah yang merampas harta orang lain tanpa haq. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan imam Ahmad.
«خَمْسٌ لَيْسَ لَهُنَّ كَفَّارَة، الشّرْكُ بِالله وَقَتْلُ النَفْسِ بِغَيْرِ حَقَ وَبَهْتُ المُؤْمِن وَالفَرَارُ مِنَ الزَّحْفِ وَيَمِينٌ صَابرَةٌ يَقْتَطِعُ بِهَا، مَالاً بِغَيْرِ حَقَ» رواه أحمد:
Bohong bisa merusak pahala puasa, jadi kita kita berpuasa terus berbohong maka hangus pahalanya, sebagaimana hadits Nabi saw.
قال رسول الله : «خَمْسُ خِصَالٍ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ وَيَنْقُضْنَ الوُضُوءَ: الكَذِبُ والغَيْبَةُ والنَّمِيمةُ والنَّظْرَةُ بِشَّهْوَةٍ وَاليمينُ الكَاذِبَةُ» رواه الأزدي والديلمي عن أنس.
Lima hal bisa membatalkan puasa dan membatalkan wudlu yaitu “Bohong, ghibah (menggunjing), Namimah atau mengadu domba, melihat dengan syahwat, sumpah bohong”. (HR. al-azdi dan Addailami dari sahabat Anas).
Diantara bahaya Berbohong adalah bisa mengurangi rizqi dari Allah, dan bisa mengurangi teman sebagaimana dalam kalam amtsal :
مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيقُهُ .
“Barang siapa sedikit jujurnya maka sedikit temannya”
Jujur itu hiasan para wali (kekasih Allah) sedangkan bohong adalah alamat orang-orang celaka.
Bohong yang diperbolehkan itu ada tiga yaitu dalam perang, sebab perang itu tipu daya, dalam  mendamaikan anatara dua orang yang berseteru, laki-laki yang bohong untuk mendamaikan isterinya. Sebagaimana hadits Nabi saw. 
قال النبي صلى اللَّه عليه وسلم: "الكذب لا يصلح إلا في ثلاث: في الحرب لأن الحرب خدعة. والرجل يصلح به بين اثنين، والرجل يصلح به بينه وبين امرأته".

GHIBAH (MENGGUNJING)
Al-Ghibah yaitu menuturkan saudaranya dengan sesuatu yang ada padanya dan mengetahui seandainya ia mendengarnya ia tidak menyukainya baik yang dituturkan itu dari sisi badannya, ucapannya, perbuatannya, agamanya, dunianya, pakaiannya, rumahnya ataupun kendaraannya.  
Allah melarang kita berghibah sebagaimana dalam Alquran
ولا يغتب بعضكم بعضا أيحب احدكم ان يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه  
Janganlah sebagian kalian menggunjingkan sebagian yang lain, apakah salah satu dari kalian suka memakan daging bangkai saudaramu pasti kalian tidak akan menyukainya.
Orang yang berbuat ghibah yang menjatuhkan harga diri nanti wajahnya di cakar oleh kukunya sendiri yang terbuat dari tembaga. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad saw.
وقال النبي صلى الله عليه وسلم مررت ليلة أسري بي على قوم يخمشون وجوههم بأظافرهم وهي من نحاس فقلت من هؤلاء يا جبريل قال هؤلاء الذين يغتابون الناس ويقعون في أعراضهم
Nabi Muhammad Saw bersabda “saat aku dalam perjalanan isro saya melewati kaum yang kukunya dari tebaga mencakar wajahnya terus saya bertanya siapakah itu wahai malaikat Jibril? Malaikat jibril menjawab “ mereka adalah orang-orang yang berbuat ghibah terhadap manusia dan menjatuhkan harga dirinya”
Orang ghibah itu termasuk orang yang pertama masuk Neraka, sebagaimana wahyu Allah kepada Nabi Musa.
وأوحى الله تعالى إلى موسى عليه السلام من مات تائب من الغيبة فهو آخر من يدخل الجنة ومن مات مصرا عليها فهو أول من يدخل النار
Allah memberi wahyu kepada Nabi Musa as “Barang siapa mati dalam keadaan tobat dari ghibah maka ia orang yang paling akhir masuk surga, dan barang siapa mati dalam keadaan menetapi ghibah maka orang yang pertama masuk neraka”. Naudzu bilah min dzalik semoga kita semua terhindar dari perbuatan Ghibah amin.
Adapun orang yang mencegah orang yang akan berbuat ghibah maka akan mendapat keutamaan dari Allah antara lain  wajahnya akan dijauhkan dari neraka, Allah menjaganya dari neraka, sebagaimana hadits Nabi saw.
وقال النبي صلى الله عليه وسلم من رد عن عريض أخيه رد الله عن وجهه النار يوم القيامة
Nabi saw bersabda “Barang siapa mencegah orang yang akan membuka aib saudaranya, maka Allah akan mencegh wajahnya masuk neraka pada hari qiyamat”.
وقال صلى الله عليه وسلم من حمى عن عرض أخيه في الدنيا بعث الله ملكا يحميه عن النار يوم القيمة
Nabi bersabda “ Barang siapa menjaga harga diri orang lain di dunia, maka Allah akan mengutus malaikat agar menjaganya dari Neraka pada hari qiyamat”.
Orang yang mendengarkan ghibah tentang seseorang terus ia mampu menolongnya, dan ia mau menolongnya maka Allah akan menolongnya di dunia dan akherat, dan barang siapa tidak menolongnya maka Allah akan merendahkannya di dunia dan akherat, sebagaimana hadits Nabi saw.  
وقال صلى الله عليه وسلم من اغتيب عنده أخوه فاستطاع نصرته فنصره نصره الله في الدنيا والآخرة ومن لم ينصره ذله الله في الدنيا والآخرة
Dan orang yang mencegah lidahnya saat akan membuka aib orang lain, niscaya Allah akan mengurungkannya saat akan terpleset nanti pada hari qiyamat, sebagaimana hadits Nabi saw.
وقال النبي صلى الله عليه وسلم من كف لسانه عن أعراض الناس أقال الله عثرته يوم القيامة
Bapak-bapak ibu ibu yang kami hormati, dalam kitab Lubabul Hadits karangan Al-Imam Jalaluddin Assuyuti bahwa Jika kita sedang mengobrol dengan teman-teman terus akan pergi agar kita tidak di ghibah maka bacalah
 بِسْمِ الله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلهِ وصَحْبِهِ وَسَلَّمَ maka orang-orang jika ingin mengghibahmu malikat mencegahnya. Dan jika kita duduk bersama orang-orang pada suatu majlis maka bacalah
 بِسْمِ الله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلهِ وصَحْبِهِ وَسَلَّم  Maka Allah memasrahkan malaikat agar mencegah orang di majlis dari Ghibah.
Diantara sifat tercela lagi adalah sifat Ghodob (marah), ghodob adalah memuainya darah di hati untuk mencari kerusakan. Ghodob itu dari syetan dan syetan itu terbuat dari api, dan air bias memadamkan api, oleh sebab itu jika sedang marah maka segeralah berwudlu, sebagaimana Hadits Nabi saw.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الغضب من الشيطان والشيطان خلق من النار والماء يطفئ النار فإذا غصب احدكم فليغتسل رواه عساكر.
Jika kita marah dalam keadaan berdiri maka duduklah, jika sedang duduk maka tiduranlah dan tempelkan pada bumi, sebagaimana hadits Nabi saw.
عن أبي سعيد الخدري رضي اللَّه تعالى عنه قال: قال رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم "إن الغضب جمرة من النار فمن وجد ذلك منكم فإن كان قائما فليجلس، وإن كان جالسا فليضطجع"
Nabi saw bersabda “ sesunguhnya marah itu dari api, barang siapa dari kalian menemukan itu maka jika sedang berdiri maka duduklah, jika sedang duduk maka berbaringlah”.
Orang yang menahan amarahnya sedangkan ia mampu untuk mengeluarkannya tapi ia menahannya maka Allah memenuhi hatinya dengan keridoan Allah, sebagaimana hadits Nabi
عن أبى أمامة الباهلى رضى الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال من كظم غيظا وهو يقدر أن يمضيه فلم يمضه ملاأالله قلبه يوم  القيامة رضا.
Artinya :"Dari Abi Umamah al-Bahili ra. dari Rosulullah saw. sesungguhnya beliau bersabda : barang siapa menahan amarahnya sedangkan ia mampu untuk mengeluarkannya terus ia tidak melaksanakannya maka Allah swt memenuhi hatinya dengan ridlo pada hari qiyamat".  (Assamarqondi, t.t : 73)
Orang yang menahan amarahnya sedangkan ia mampu untuk mengeluarkannya tapi ia menahannya maka pada hari qiyamat Allah memenuhi hatinya dengan rasa aman dan iman, sebagaimana hadits Nabi saw.
عن أبى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كظم غيظا وهو يقدر على إنفاذه ملاأالله قلبه يوم  القيامة أمناوإيمانا رواه ابن أبى الدنيا
Artinya :"Dari Abi Huroiroh ra berkata Rosululloh saw bersabda : barang siapa menahan amarahnya sedangkan ia mampu untuk mengeluarkannya terus ia tidak melaksanakannya maka Allah swt memenuhi hatinya dengan rasa aman dan Iman pada hari qiyamat". (HR. Ibnu Abi Dunya ) (Assuyuti, Jami’usshoghir: 180)
Orang yang menahan amarahnya akan aman dari siksa Allah, sebagaimana dalam hadits Nabi saw.
عن أنس رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كف غضبه كف الله عنه عذابه أخرجه الطبرانى
Artinya "Dari Sahabat Anas ra.berkata rosululloh saw bersabda : barang siapa menahan amarahnya maka Allah swt menahan siksanya nanti pada hari kiamat". (HR. Thobroni).
Orang yang menahan amarahnya akan aman dari siksa Allah, sebagaimana dalam hadits Nabi saw.
عن أبى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كف غضبه سترالله عورته رواه ابن أبى الدنيا
Artinya “Dari Abi Huroiroh ra berkata Rosulullah saw  bersabda “Barang siapa menahan amarahnya maka Allah swt akan menutupi kejelekan-kejelekannya pada hari qiyamat nanti".(HR. Ibnu Abi dunya) (Assuyuti, Jami’usshoghir : 180)
Iblis bisa menyesatkan manusia dengan tiga cara yaitu : pelit yang sangat, marah dan mabok, sebagaimana dalam kitab tanbihul ghofilin karangan Assamarqondi bahwa ada seorang ahli ibadah pada zaman bani Isroil, iblis selalu menggodanya dengan berbagai macam cara seperti dengan syahwat dunia, menakut-nakuti dll. tapi selalu tidak berhasil akhirnya mendatangi dan berkata tahukah kamu aku bias menyesatkan manusia setelahmu dengan apa? Iblis berkata dengan tiga hal Asysyukh, marah, dan mabuk, sebab manusia jika pelit maka selalu mengirit hingga mencegah haqnya dan rakus terhadap harta orang lain, jika marah maka aku putar-putarkan diantara golongan kami, sebagaimana anak-anak memutar-mutar bola, jika bisa membunuh dengan doanya niscaya ia akan melakukannya, jika ia mabuk kami menuntunnya terhadap semua kejelekan. Oleh sebab itu jika kita marah sebaiknya bersabar, agar tidak menjadi seperti tawanan syetan.

Luqman al-Hakim berkata “ wahai Anakku tiga hal tidak akan diketahui kecuali dengan tiga hal yaitu  لا يعرف الحليم إلاّ عند الغضب، orang halim (sangat sabar) tidak bisa diketahui kecuali saat marah, apakah bias menahannya atau tidak, jika bias menahannya maka dinamakan al-Halim.      لا يعرف الشجاع إلاّ عند الحرب orang pemberani tidak akan diketahui kecuali saat perang,
 لا يعرف الأخ إلاّ عند الحاجة  saudara tidak diketahui kecuali saat ada kebutuhan, jika saat ada kebutuhan kemudian tidak membantunya sedangkan ia mampu maka tidak dinamakan saudara.
Memaafkan terhadap orang yang telah berbuat dzolim kepadanya itu termasuk akhlak yang mulia, dan itu diperintah oleh Allah swt dalam alquran.  {خُذْ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنْ الجَاهِلِينَ}.
Nabi Muhammad saw bersabda “ Tiga akhlak tidak akan ditemukan kecuali pada orang-orang mulia 1. العفو عمن ظلمك، memaafkan terhadap orang yang telah menyakitimu, 2. البذل لمن حرمك، memberi terhadap orang tidak mau memberimu, 3. الإحسان إلى من أساء إليك berbuat baik terhadap orang yang telah menjahatimu.
Suatu ketika sahabat Abu Bakar di caci maki oleh seseorang dan sahabat Abu Bakar bersama Nabi saw setelah laki-laki berhenti bicara sahabat Abu Bakar hendak bicara dan Nabi langsung bangun menghampiri Abu Bakar, ya Rosulallah ia mencaci makiku dan aku diam, ia Nabi langsung menjawab sesungguhnya malaikat menghampirimu saat kamu diam, dan jika kamu bicara membalas maka syetan duduk bersamamu dan aku tidak suka di tempat duduk yang di barengi syetan. Kemudian Nabi bersabda “ Tiga hal semuanya benar yaitu 1. tidak ada dari seorang yang di aniaya terus mengampuninya karena mencari ridlo Allah  kecuali Allah menambahkan keagungan untuknya. 2. Tidak ada dari seseorang yang meminta sesuatu agar kaya keccuali Allah menambah sedikit hartanya, 3. Tidak ada dari hamba yang memberi sesuatu kepada orang lain karena mencari ridlo Allah kecuali Allah menambah hartanya. 
Orang yang paling jelek adalah orang yang saling membenci, sebagaimana hadits Nabi
قال رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم : ألا أنبئكم بشراركم؟ قالوا بلى يا رسول اللَّه قال: من أكل وحده، ومنع رفده، وجلد عبده، ثم قال: ألا أنبئكم بشر من هذا؟ قالوا بلى يا رسول الله، قال: من يبغض الناس ويبغضونه، ثم قال: ألا أنبئكم بشر من هذا؟ قالوا بلى يا رسول الله، قال: من لا يقبل عثرة ولا يقبل معذرة ولا يغفر ذنبا، ثم قال: ألا أنبئكم بشر من هذا؟ قالوا بلى يا رسول الله، قال: من لا يرجى خيره ولا يؤمن شره،
Rosulullah bersabda “ Bukankah aku mengingatkan tentang orang yang paling jelek diantara kalian? Sahabat menjawab iya wahai rosulullah, nabi menjawab yaitu orang yang makan sendirian, mencegah makanan dari orang lain, dan memukul hamba sahayanya, kemudian Nabi bertanya lagi ingin tahu yang lebih jelek dari ini? Sahabat menjawab iya, nabi berkata “ orang yang membenci seseorang dan iapun membencinya, nabi bertanya lagi: ingin tahu yang lebih jelek dari ini? Sahabat berkata ia wahai Rosullah yaitu orang yang tidak mau menerima alasan dari orang yang telah berbuat salah, dan tidak menerima permintaan maaf dan tidak mengampuni orang yang berdosa, nabi berkata lagi ingin tahu yang lebih jelek dari ini? Sahabat menjawab ia wahai rosulullah Nabi berkata lagi yaitu orang yang tidak diharapkan kebaikannya dan orang yang selalu berbuat jahat.
Yahya bin Muadz menuturkan bahwa orang yang mendoakan orang yang telah mendzoliminya itu membikin nabi susah dan membikin iblis senang,dan barang siapa mengampuni orang yang telah mendzoliminya maka membikin iblis susah dan Nabi senang, dan orang yang mengampuni orang yang mendzoliminya itu akan mendapat pahala yang besar dari Allah, sebagaimana dalam hadits
وروى عن رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال "ينادي مناد يوم القيامة أين الذين كانت أجورهم على اللَّه عز وجل؟ فيقوم العافون عن الناس فيدخلون إلى الجنة،
Dari Nabi saw sesungguhnya Nabi bersabda “ pada hari qiyamat ada panggilan manakah orang yang balasan pahalanya terserah Allah? Lantas berdirilah orang-orang yang memberi maaf dan masuk surga”.
Al-Faqih Assamarqondi berkata “Tetaplah sabar saat marah, dan Janganlah terburu-buru marah sebab terburu-buru marah ada tiga bahaya, dan dalam sabar ada tiga keutamaan, adapun tiga bahaya terburu-buru dalam marah adalah 1. Penyesalan pada dirinya 2. Mendapat cacian dari orang lain 3. Mendapat siksaan dari Allah.
Adapun tiga keutamaan sabar adalah 1. hatinya terasa senang 2. Mendapat pujian orang-orang 3. Mendapat pahala dari Allah. Sebab sabar itu pahit awalnya dan akhirnya manis. Sebagimana syair
الحلم أوله مر مذاقته        لكن آخره أحلى من العسل  

TAUBAT
Tobat menurut bahasa artinya kembali, artinya orang yang tobat itu kembali ke jalan yang di rido-i Allah, Barang siapa kembali kepada Allah karena takut siksaNya maka dinamakan orang yang bertobat. Orang yang bertobat dari dosa yang telah ia lakukan itu termasuk kekasih Allah, dan  seperti orang yang tidak mempunyai dosa, 
قال صلى الله عليه وسلم: {التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لا ذَنْبَ لَهُ، والمُسْتَغْفِرُ مِنَ الذَّنْبِ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَيْهِ كالمُسْتَهْزِىءِ بِرَبِّهِ}.
Nabi saw bersabda “orang yang bertobat seperti orang yang tidak mempunyai dosa, sedangkan orang yang berobat dari dosa yang telah ia lakukan tapi ia menetapi melakukan dosa itu seperti orang yang menghina Tuhannya”.
وقال صلى الله عليه وسلم: {النَّدَمُ تَوْبَةٌ والتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ}.
“ Penyesalan atas dosa yang telah ia lakukan itu termasuk tobat, orang yang bertobat dari dosa itu seperti orang yang tidak mempunyai dosa ”.

Allah memerintah kita untuk bertobat agar kita menjadi orang yang bahagia,
وتوبوا إلى الله جميعا ايهاالمؤمنون لعلكم تفلحون       
Bertobatlah kalian kepada Allah wahai orang-orang mukmin semoga kamu menjadi orang yang bahagia,
ياايهاالذين امنوا توبوا إلى الله توبة نصوحا   
Wahai orang-orang yang beriman bertobatlah kepada Allah dengan tobat Nasuha” Tobat Nasuha adalah tobat dengan dzohir dan batin dan berniat tidak akan kembali kejalan yang dibenci Allah.

Pemuda yang bertobat itu paling disukai Allah, kakek-kakek yang menetapi maksiat itu paling di benci Allah, sebagaimana hadits Nabi saw.  
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَا مِنْ شَيْءٍ أَحَبُّ إلى الله تَعَالَى مِنْ شَابٍّ تَائِبٍ وَمَا مِنْ شَيْءٍ أَبْغَضُ إلى الله تَعَالى مِنْ شَيْخٍ مُقِيمٍ عَلَى مَعَاصِيهِ}.
Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah dari pada seorang pemuda yang bertobat dan tidak ada sesuatu yang lebih dibenci Allah daripada kakek-kakek yang menetapi maksiatnya.
Setiap sesuatu ada obatnya dan obatnya dosa adalah Tobat, sebagaimana hadits Nabi
وقال صلى الله عليه وسلم: {لِكُلِّ شَيْءٍ دَواءٌ  وَدَواءُ الذُّنُوبِ التَّوبَةُ}.
Ketika Allah memperliatkan diriNya kepada Iblis, iblis berkata demi keagunganMu sungguh aku tidak akan keluar dari hati manusia selagi masih ada ruhnya, Allah menjawab Demi kemuliaanKu saya tidak akan menolak tobat manusia selagi roh masih dalam badannya. Nabi saw bersabda
قال صلى الله عليه وسلم ان الله يقبل توبة العبد مالم يغرغر
Nabi saw bersabda “ Sesungguhnya Allah menerima tobat hamba selagi roh belum sampai ke tenggorokannya”
قال صلى الله عليه وسلم  لوعملتم خطايا حتى يبلغ السماء ثم ندمتم لتاب عليكم
Nabi saw bersabda “ Jika kalian melakukan dosa hingga sampai ke langit terus bertobat niscaya akan diterima tobatnya”.
Dalam kitab Tanwirul Qulub disebutkan bahwa “Syarat Tobat agar tobat kita diterima itu adalah 1. Menyesal atas dosa yang telah dilakukan, 2. Niat tidak akan mengulanginya, 3. Menolak kedzoliman” adapun alamat diterimanya tobat itu ada delapan : 1. Menjaga lidahnya dari bohong, adu domba, berlebihan dalam berbicara dan menyibukkan diri dzikir kepada Allah swt. 2. Makanannya halal, 3. Menjaga matanya dari haram, 4. Menjaga tangannya dari hal yang haram, 5. Menjaga kakinya dari maksiat, 6. Menjaga hatinya dari permusuhan dan kebencian, 7. Menjaga telinganya dari hara, 8. Semua amalnya karena Allah swt”. 

INGAT MATI
Ini adalah dari hadits-hadits Qudsi : Wahai Ibnu Adam : Mati adalah pintu dan setiap orang pasti akan memasukinya, Wahai Ibnu Adam : Mati adalah laksana gelas setiap orang pasti akan meminumnya,
Wahai Ibnu Adam :  Aku menciptakan kamu hanya untuk akherat, dan saya mengharap darimu amal akherat, dan tinggalkanlah dunia kecuali secukupnya saja! Sesungguhnya kamu diciptakan bukan untuk dunia, sebab dunia itu rusak dan orang yang mencari dunia juga rusak, sebab dunia itu banyak menipu dan kamu termasuk orang yang tertipu jika mencintainya, maka jika kamu tertidur (lupa) maka bangunlah dari tidurmu (kelalaianmu).
Wahai Ibnu adam : Jika kamu maksiat kepadaKu maka siapa yang akan bisa mencegahKu untuk menyiksamu?
Wahai Ibu adam : Jika kamu mengharap rahmatKu atau kasih sayangKu maka tetaplah melaksanakan taat kepadaKu, jika kamu takut akan siksaKu maka tinggalkanlah maksiat kepadaku hingga kamu akan memperoleh kemulyaanKu di akherat.
Wahai Ibnu Adam : kamu takut kepada manusia, dan kamu malu terhadap manusia tapi tidak malu terhadapKu dan para malaikatKu, hingga kamu maksiat kepadaku dan meninggalkan taat kepadaKu,
Wahai Ibnu Adam : Janganlah melupakan mati sebab mati tidak akan melupakanmu.
Wahai Ibnu Adam : Jika aku menjadikan bagianmu dalam kehidupan di dunia dengan sejumlah segala jenis pangkat di dunia maka kamu tidak akan puas kecuali mati, dan kamu membenci mati, sedangkan kamu pasti akan merasakan mati, maka ingatlah mati hingga hatimu dingin tidak mencintai harta dunia,
Wahai Ibnu adam : Lakukanlah kebaikan maka sesunguhnya kebaikan adalah pintu surga dan yang menuntunmu ke surga, dan takutlah berbuat kejelekan maka sesungguhnya kejelekan adalah kunci neraka dan yang akan menuntunmu ke neraka.
Wahai Ibnu adam :Rumah yang kamu bangun itu akan dirusak, umurmu itu akan habis, dan jasadmu itu diciptakan untuk dirusak dan untuk ulat, dan hartamu yang kamu kumpulkan itu untuk ahli waritsmu dan untuk di hisab atau di mintai pertanggungan jawab nanti di akherat, dan temanmu di quburan adalah amal sholeh atau amal jelek,
Wahai Ibnu adam : Barang siapa yang mencintai dunia maka mencintai harta, barang siapa mencintai harta maka tidak akan ingat mati, dan barang siapa tidak ingat mati maka akan mengahirkan tobat dan taat kepada Allah dengan menyibukkan diri dengan amal dunia dan keluar dunia tanpa tobat dan taat dan Allah akan mengharamkan masuk surga, naudzu billahi min dzalik.
Wahai Ibnu adam : Barang siapa membenci dunia maka akan membenci kehidupan, barang siapa membenci harta benda maka akan ingat mati, siksa qubur, pertanyaan munkar nakir, dan hisab, dan barang siapa ingat mati siksa qubur, pertanyaan mungkar dan nakir maka akan bertobat, dan beramal sholeh, jika bertobat dan bermal sholeh dengan ikhlas maka akan selamat dari neraka dan hal-hal yang menakutkan pada hari qiyamat.
Wahai Ibnu adam : barang siapa mengigatKu dengan taat kepadaKu maka Aku akan mengngingatnya dengan kasih sayang, dan barang siapa mengingatku dengan maksiat maka Aku akan mengingatnya dengan laknat, tetaplah taat kepadaKu dan tinggalkanlah maksiat kepadaKu.
Wahai Ibnu adam : Laksanakanlah fardu-farduKu, jauhilah maksiat kepadaKu, terimalah rizqi yang Aku berikan kepadamu dengan ridlo, dan bersiap-siaplah akan datangnya kematian, hingga kamu bisa mendapatkan kemuliaanKu di akherat.
Wahai Ibnu Adam : Barang siapa berdosa dengan tertawa suka ria maka akan masuk neraka dengan menangis, dan barang siapa berbuat baik dengan rasa takut kepada Allah maka akan masuk surga dengan gembira.
Wahai Ibnu Adam : Janganlah merasa aman dari kematian karena umurmu masih muda! Banyak pemuda yang matinya mendahului kakek-kakek.
Wahai Ibnu Adam : Banyak orang yang mengumpulkan harta benda terus meninggal dan meninggalkan ahli warits yang tidak bersyukur kepadanya dan tidak memujinya, sedangkan hisabnya akan jatuh kepadanya di akherat Sebab harta dunia itu halanya hisab dan haramnya adzab, maka janganlah bangga dengan dunia sebab dunia itu menipumu, sebagaimana orang-orang sebelummu banyak yang tertipu, dan saya tidak menciptakan sesuatu yang lebih hina menurutku dari pada harta dunia, maka tinggalkanlah dunia hanya seperlunya saja, sebab dunia itu fitnah atau kerusakan atas orang yang mencintainya, dan musibah atas orang yang mengumpulkannya, dunia semuanya diciptakan untuk susah dan pusing bagi pemiliknya.
Allah swt berfirman : Harta yang kalian miliki adalah hartaKu, surga adalah rumahKu, orang-orang faqir adalah keluargaku, maka tukarlah atau belilah rumahKu dengan hartaku, jika kamu beruntung dengan membeli surga dengan hartaKu maka kamu akan mendapatkan surga, jika kamu rugi dengan tidak membeli rumahKu   
Wahai Ibnu Adam  : muatan atau bawaan ringan itu lebih ringan diatas punggungmu kelak pada hari qiyamat dari pada bawaan berat, harta sedikit akan lebih mudah hisabnya pada hari qiyamat dari pada harta yang banyak.
Wahai Ibnu Adam : Belajarlah ilmu yang syareat mewajibkan mengetahuinya, maka baranf siapa tidak mempunyai ilmu maka tidak mempunyai aqal, dan tidak mempunyai agama, dan barang siapa tidak mempunyai agama maka tidak ada surga baginya kelak di akherat.
Wahai Ibnu adam : sampai kapan kamu mau bertobat dari melakukan dosa? Kemudian kamu mengulanginya tobat setelah bertobat, jika kekuatanmu bisa mencegah siksaKu maka silahkan maksiat seemaumu, jika tidak, maka sayangilah jasadmu yang lemah sebelum bertemu Aku.
Wahai Ibnu adam : Jadikanlah hatimu sesuai dengan lidahmu, dan lidahmu sesuai dengan amalmu, dan jadikanlah amalmu yang sholeh itu karena Allah, sebab hati orang Munafiq tidak sesuai dengan lidahnya, dan lidahnya tidak sesuai dengan amalnya, dan amalnya bukan karena Allah,
Wahai Ibnu Adam:  Jika segenggam debu surga ditaburkan di arah timur, niscaya bau wanginya akan tercium oleh orang-orang yang ada di ujung barat,  jika satu timba dari air bekas basuhan daging dan darahnya di jatuhkan ke dunia niscaya bumi akan retak sampai bumi ke tujuh sebab panasnya. Jika satu mata rantai dari rantai neraka  jahannam dilatakkan diatas gunung dunia maka gunung akan hancur meleleh sebagaimana melelehnya timah dalam api, maka bagaimana kamu mampu terhadap panasnya api neraka.
Setiap apa yang kamu ucapkan, atau kerjakan baik amal baik maupun amal buruk maka pasti ditulis oleh dua malaikat yang bersamamu, banyak orang yang kuat badannya, tapi lemah untuk taat kepadaKu, maka bahagialah orang yang menjadikan kekuatannya untuk meninggalkan maksiat kepadaKu.
Wahai Ibnu adam : manakah orang yang memakan kelezatan dan kesenangan dunia? Manakah orang yang mengumpulkan emas? Manakah orang yang duduk dengan menuruti hawa nafsu dan bingung? Mereka pasti keluar dari dunia dalam keadaan menyesal dan masuk kedalam kuburan dalm keadaan resah.

MENDIDIK ANAK
Kita sebagai orang tua berkewajiban mendidik anak, kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah memberi nama yang baik, mengajari alquran dan adab yang bagus, dan mengawinkannya jika sudah baligh.     
قال النبي عليه الصلاة والسلام: {ما نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ}.
Nabi saw bersabda “ Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama dari pada adab yang baik”.
وقال عليه الصلاة والسلام: {لأنْ يُؤَدِّبَ الرَّجُلُ وَلَدَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَتَصَدَّقَ بِصَاعٍ}.
Orang tua yang mengajari adab terhadap anaknya itu lebih utama dari pada sedekah satu sho’
Dalam kitab Lubab al-Hadits karangan syekh jalaluddin Assuyuti bahwa Nabi memerintah kita untuk memulyakan anak-anak kita, dan memperbaiki tingkah lakunya
     وقال عليه الصلاة والسلام: {أَكْرِمُوا أولادَكُمْ وَأَحْسِنُوا آدَابَهُمْ}.
Jika anak kita baik akhlaknya maka bisa mempermalukan musuh-musuhnya sebagaimana hadits.  
     وقال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ أَرَادَ أنْ يُرْغِمَ حَاسِدَهُ فَلْيُؤَدِّبْ وَلَدَهُ}.
Nabi saw bersabda “ Barang siapa ingin mempermalukan orang yang menghasudinya maka ajarilah anakmu adab yang baik”.
Kita sebaiknya sering-sering melihat anak dengan rasa syukur, 
     وقال عليه الصلاة والسلام: {النَّظَرُ إلى وَجْهِ الأَوْلادِ بِشُكْرٍ كالنَّظَرِ إلى وَجْهِ نَبِيِّهِ}.
Nabi saw bersabda “ Melihat wajah anak dengan rasa syukur itu seperti melihat wajah Nabinya”
وقال عليه الصلاة والسلام: {أكْرِمُوا أوْلاَدَكُمْ فإنَّ كَرَامَةَ الأَوْلادِ سِتْرٌ مِنَ النَّار}ِ.
Nabi saw bersabda “ Mulyakanlah anak-anakmu sesungguhnya memulyakan anak itu penghalang dari api neraka”
وقال عليه الصلاة والسلام: {الأَوْلادُ حِرزٌ مِنَ النَّارِ والأَكْلُ مَعهُمْ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَكَرَامَتُهُمْ جَوَازٌ عَلَى الصِّراط}ِ.
Nabi saw bersabda “ Anak-anak itu adalah tameng dari neraka, makan bersama anak-anak itu bebas dari neraka, memulyakannya itu bias melewati shirotol mustaqim dengan selamat”.
Memulyakan anak akan dimulyakan Allah disurga
وقال عليه الصلاة والسلام: {أَكْرِمُوا أولادَكُمْ فإنَّ مَنْ أَكْرَمَ أَوْلاَدَهُ أَكْرَمَهُ الله في الجَنَّةِ}.
Nabi saw bersabda “ Mulyakanlah anak-anak kalian, maka sesungguhnya orang yang memulyakan anak-anaknya maka Allah akan memulyakannya di surga”.
Orang yang membahagiakan anak-anak dan anak yatim akan bias masuk ke darul faroh di surga.
وقال عليه الصلاة والسلام: {إنَّ في الجَنَّةِ دَارا يُقَالُ لَهَا دَارُ الفَرَحِ لا يَدْخُلُها إلاَّ مَنْ فَرَّحَ الصِّبْيَانَ}.
Nabi saw bersabda “ Sesungguhnya di surga ada gedung yang bernama darul Faroh yang tidak bisa masuk kedalamnya kecuali orang yang membahagiakan anak-anak kecil”
وقال عليه الصلاة والسلام: {إنَّ في الجَنَّةِ دَارا يُقال لَهَا دَارُ الفَرَحِ لاَ يَدْخُلُهَا إلاّ مَنْ فَرَّح يَتَامى المُؤمِنينَ}.
Nabi saw bersabda “ Sesungguhnya dalam surga ada gedung yang bernama darul Faroh yang tidak bisa masuk kedalamnya kecuali orang yang membahagiakan anak yatim”.  

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Allah mewajibkan kita agar berbakti kepada kedua orang tua, sebab ridlo Allah digantungkan atas keridloannya.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: {رِضَا الرَّبِّ في رِضَا الوالِدِ، وَسُخْطُ اللهِ فِي سُخْطِ الوَالِدِ}.
Nabi saw bersabda “ Rido Allah itu digantungkan pada rido orang tua, dan kebencian Allah itu tergantung pada kebencian orang tua”.
Berbakti kepada orang tua akan mendapat balasan kelak anak-anaknya akan berbakti kepadanya.
وقال عليه الصلاة والسلام: {بُرُّوا آبَاءَكُمْ تَبُرَّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ وَعِفّوا تَعِفَّ نِسَاؤُكُمْ}.
Nabi saw bersabda “ Berbaktilah kepada orang-orang tua kalian, maka anak-anakmu akan berbakti kepadamu, dan jagalah dirimu dari menggoda wanita lain, maka isterimu akan terjaga”.
Memenuhi panggilan orang tua hukumnya wajib,
وقال عليه الصلاة والسلام: {إذا كُنْتَ في الصَّلاة فَدَعَاكَ أبُوكَ فَأَجِبْهُ وَإن دَعَتْكَ أُمُّكَ فَأَجِبْهَا}.
Nabi saw bersabda “ jika kamu sedang melaksanakan solat sunnah terus bapakmu memanggilmu maka jawablah atau penuhilah panggilannya, jika ibumu memanggilmu maka jawablah atau penuhilah panggilannya”.  Sebab menuruti perintah orang tua itu wajib hukumnya sedangkan solat sunnah hukumnya sunnah maka dahulukanlah wajib atas sunnah”.
وقال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ أَصْبَحَ وَلَهُ أبَوَانِ رَاضِيانِ عَنْهُ أَوْ أَحَدُهُمَا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَمَنْ أمْسَى وَلَهُ أَبَوَانِ سَاخِطَانِ عَلَيْهِ أَوْ أحَدُهُمَا فُتِحَتْ لَهُ أبْوَابُ جَهَنَّمَ}.
Nabi saw bersabda “ Barang siapa memasuki pagi hari dan ia memiliki kedua orang tua yang rido kepadanya atau salah satunya maka dibukakan pintu surga untuknya, dan barang siapa memasuki sore hari dan ia memliki kedua orang tua yang benci kepadanya atau salah satunya maka di bukakan pintu neraka untuknya.
Menyakiti kedua orang tua akan masuk neraka
وقال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ آذى وَالِدَيْهِ أَوْ آذى أحَدَهُما يَدْخُل النَّارَ}.
Nabi saw bersabda “ barang siapa menyakiti kedua orang tuanya atau salah satunya maka akan masuk neraka”.
وقال عليه الصلاة والسلام حِكَايَةٌ عَنِ الله تَعَالى: {قُلْ للبَارِّ لِوَالِدَيْهِ اعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإنَّ الله يَغْفِرُ لَكَ}.
Nabi saw bersabda “ menceritkan dari Allah swt “katakanlah kepada orang yang berbakti kepada kedua orang tua lakukanlah apa yang kamu inginkan sesungguhnya Allah telah mengampunimu”.
Berbakti kepada kedua orang tua menghapus dosa-dosa besar,
وقال صلى الله عليه وسلم: {بِرُّ الوَالِدَيْنِ كَفَّارَةٌ لِلْكَبَائِرِ}.
Nabi saw bersabda “Berbakti kepada orang tua itu melebur dosa-dosa besar”.
وقال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ وَضَعَ طَعَاما طَيّبا في بَيْتِهِ وَأَكَلَهُ دُونَ وَالِدَيْهِ حِرَمَهُ الله تَعَالى لَذِيذَ طَعامِ الجَنَّةِ}.
Nabi saw bersabda “ Barang siapa meletakkan makanan enak dirumahnya dan tidak memberi kepada kedua orang tuanya maka Allah mengharamkan enaknya makanan surga”.
وقال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ بَاتَ شَبْعَانا رَيَّانا وَأحَدُ وَالِدَيْهِ جَوْعَانٌ أوْ عَطْشَانٌ حَشَرَهُ الله يَوْمَ ٱلقِيَامَةِ جِوْعَاناً وَعَطْشَانا وَلَمْ يَسْتَحِ الله تَعَالى مِنْ عَذَابِهِ يَوْمَ ٱلقِيَامَةِ}.
Nabi saw bersabda “ Barang siapa kenyang sedangkan salah satu kedua orang tuanya lapar dan haus maka pada hari qiyamat digiring dalam keadaan lapar dan haus dan Allah tidak malu menyiksanya pada hari qiyamat”.
وقال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ رَفَع يَدَهُ لِيَضْرِبَ أَحَدَ وَالِدَيْهِ غُلَّتْ يَدُهُ يَوم القيامة إلى عُنُقِهِ مَشْلُولَةً قالوا يا رسول الله وإن ضربهما قال: تُقْطَعُ يَدُهُ قَبْلَ أنْ يَجُوزَ عَلَى الصِّراط وَتَضْرِبُهُ المَلائِكَةُ}.
Nabi saw bersabda “ barang siapa mengangkat tangannya untuk memukul salah satu kedua orang tuanya maka pada hari qiyamat tanganya diikat ke lehernya dalam keadaan lumpuh tangannya, para sahabat bertanya” jika memuulnya? Nabi menjawab” maka tangannya di potong sebelum melewati shirotol mustaqim dan di pukuli oleh para malaikat”.

MINUM ARAK
Minum arak hukumnya haram  walaupun setetes, minum arak termasuk dosa besar dan orang yang menghalalkannya dianggap kafir, dan had peminum arak adalah did era 40 kali cambuk. orang yang minum arak di dunia tidak akan minum arak di akherat, sebagaimana hadits Nabi
قال النبي عليه الصلاة والسلام: {مَنْ شَرِبَ الخَمْرَ في الدُّنْيا لَمْ يَشْرَبْها في الآخِرَةِ}.
Dan arak adalah kumpulan dosa artinya jika kita meminum arak maka dosa-dosa lain akan mengikutinya seperti dalam kejadian kiyai barsiso, dan arak adalah bibitnya kejelekan, maka barang siapa meminumnya tidak di terima sholatnya selama 40 hari, jika mati dalam perutnya terdapat arak maka mati seperti mati jahiliyyah. Sebagaimana hadits Nabi saw.
قال عليه الصلاة والسلام: {الخَمْرُ أُمُّ الخَبَائِثِ فَمَنْ شَرِبَها لَمْ تُقْبَلْ صَلاتُهُ أَرْبَعينَ يَوْما، فَإنْ مَاتَ وَهِيَ في بَطنِهِ مَاتَ مِيتةً جَاهِلَيَّةً}.
Bapak-bapak ibu-ibu yang kami hormati peminum arak itu di laknati oleh Allah, peminum arak itu seperti penyembah berhala lata dan uzza, tidak akan berkumpul iman dan arak dalam badan seseorang, kita tidak boleh memberi salam dan berjabat tangan terhadap peminum arak, sebagaimana hadits Nabi
قال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ شَرِبَ الخَمْرَ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أَنْزَلَ الله تَعَالى عَلى أَنْبِيائِهِ وَمَنْ سَلَّمَ عَلَى شَارِبِ الخَمْرِ أَوْ صَافَحَهُ أَحْبَطَ الله تَعَالى عَمَلَهُ أَرْبعِينَ سَنَةً}.

Orang yang minum arak di gauli setan sebanyak 40 kali, seabagaimana hadits Nabi
قال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ شَرِبَ الخَمْرَ حَتَّى يُزِيلَ عَقْلَهُ يَأتِيهِ الشَّيطانُ في دُبُرِهِ أَرْبَعِينَ مَرَّةً كَمَا يأتي الرَّجُلُ امْرأتَهُ}.
Nabi saw bersabda “ Barang siapa meminum arak hingga hilang akalnya maka syetan menggaulinya di duburnya (anusnya) sebanyak 40 kali, seperti laki-laki menggauli isterinya”.
Allah melaknati arak, pembuat arak,penjualnya dan pembelinya sebagaimana dalam hadits
قال عليه الصلاة والسلام: {لَعَنَ الله الخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا ومُبْتَاعَهَا وعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَها والمَحْمُولَةَ إلَيْهِ وَآكِلَ ثَمَنِها}
Allah melaknati arak, peminum arak, peramu sajinya, penjualnya, pembelinya, pemerasnya, pegawai perasnya, pembawanya, yang dikirimnya, dan pemakan uang hasil jual arak”.
Bapak-bapak ibu-ibu yang kami hormati, bahwa peminum arak tidak akan masuk surga, jika tidak bertobat. sebagaimana hadits Nabi
عن ابن عمر: «ثَلاثَة حَرَّمَ الله تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمُ الجَنَّةَ: مُدْمِنُ الخَمْرِ وَالعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالدّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الخُبْثَ» )رواه أحمد والنسائي والحاكم(
Dari Ibnu Umar ra dari Nabi saw. Tiga orang Allah mengharamkan surga atas orang tiga ini yaitu 1. Mudminu Khomrin (Orang yang melanggengkan minum arak), 2. Orang yang menyakiti salah satu dari kedua orang tuanya, 3. Orang yang tidak melarang isterinya di gauli orang lain atau germo yang budaknya untuk memperkaya dirinya dengan menjual harga diri budaknya.(HR. Ahmad, Annasa-I, dan Al-Hakim).
 Orang minum arak tidak diterima sholatnya, dan amal kebaikannya tidak akan di angkat ke langit, sebagaimana hadits Nabi saw.
«ثَلاثةٌ لا يَقْبَلُ الله لَهُمْ صَلاةً وَلا يَرْتَفِعُ لَهُمْ فِي السَّمَاءِ حَسَنَةٌ: العَبْدُ الآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ إلى مَوْلاهُ، وَالمَرْأَةُ السَّاخِطُ عَلَيْهَا زَوْجُها حَتَّى يَرْضَى، وَالسَّكْرَان حَتَّى يَصْحُو» رواه ابن حبان والبيهقي)
“Tiga orang Allah tidak menerima sholatnya, dan amal kebaikannya tidak diangkat ke langit yaitu : 1. Hamba sahaya yang kabur dari tuannya hingga kembali, 2. Isteri yang dibenci suaminya hingga suami ridlo, orang yang mabuk hingga siuman”. (HR. Ibnu Hibban dan Baihaqi).

Orang yang minum arak sulit membaca kalimat tauhid saat menjelang mati, dalam kitab Irsyadul ibad karangan Al-Malibari ada sebuah kisah bahwa Imam Fudel bin Iyadl mendatangi muidnya yang sakarotul maut terus mengajari syahadat berkali-kali tapi si murid tak bisa mengucapkannya sama sekali, lantas pergi dari situ dengan menangis dan setelah beberapa lama Imam Fudel mimpi melihat muridnya itu diseret dan dimasukkan ke neraka, lantas Imam Fudel bertanya kenapa kamu saat sakarotul maut tidak bisa bersyahadat? Murid menjawab saya mempunyai penyakit dan tidak sembuh-sembuh, hingga mendatangi seorang tabib dan memberi obat agar minum arak setahun sekali satu gelas, jika kamu tidak meminumnya maka akan sakit lagi, terus aku meminumnya setiap tahun sekali untuk berobat.
Ini adalah orang yang minum arak bertujuan berobat bagaimana yang minum araknya yang bukan karena itu? Kami minta kepada Allah agar kita semua dan semua keturunan kita terhindar dari minum arak. 
Bapak-bapak ibu-ibu yang kami Hormati bahwa orang minum arak di kuburnya tidak menghadap qiblat, dan berbentuk babi yang di ikat dengan rantai, sebagaimana dlm kitab Irsyadul Ibad dikisahkan bahwa “Sebagian orang-orang yang telah bertobat ditanya tentang penyebab tobatnya? Ia menjawab saya tukang gali kuburan untuk mencuri kain kafannya, terus aku melihat orang-orang mati itu berpaling dari arah qiblat, terus saya bertanya kepada keluarganya tentang amalnya waktu di dunia, keluarganya menjawab : waktu di dunia ia minum arak dan mati tidak bertobat dari arak.
Dan ada kisah lagi dari an Nabbas (penggali kuburan untuk mengambil kain kafannya) saya menggali kubur aku melihat bahwa ahli kubur itu telah berubah menjadi babi dan lehernya serta kedua tangannya diikat dengan rantai, dan aku ingin keluar tiba-tiba ada suara tidakkah kau bertanya apa amalnya waktu di dunia dan kenapa disiksa? Lantas aku bertanya kenapa? Ia menjawab ia waktu di dunia minum arak dan mati tanpa tobat. Naudzu billah min dzalik tsumma naudzu billah min dzalik.

ZINA
Zina Hukumnya haram, dan termasuk dosa besar, adapun diantara bahaya zina adalah Zina akan menimbulkan ke faqiran, zina dan kaya tidak akan bisa kumpul, meninggalkan zina menimbulkan kaya,  sebagaimana hadits Nabi saw.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: {الزِّنَا يُورِثُ الفَقْرَ}.{الغنِا والزِّنا لا يَجْتمعانِ}.{تَرْكُ الزِّنا يُورِثُ الغِنَا}.
Dosa terbesar setelah musyrik adalah berzina, berzina sekali melebur amal kebaikan 70 tahun sebagaimana hadits.
قال عليه الصلاة والسلام {زَنْيَةٌ واحِدَةٌ تُحْبِطُ عَمَلَ سَبْعِينَ سَنَةً}.
قال عليه الصلاة والسلام: {مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ أَعْظَمُ عِنْدَ الله مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَها رَجُلٌ فِي رَحِمٍ لا يَحلُّ لَهُ}.
Para Ahli neraka berteriak kencang karena mencium bau busuk yang keluar dari farji wanita yang berzina, 
قال صلى الله عليه وسلم: {إنَّ لأَهْلِ النَّارِ صَيْحَةٌ مِنْ نَتَنِ رَيحِ فَرْجِ الزَّانِي}.
Dan orang yang berzina di dalam kuburnya dibukakan delapan pintu dari neraka yang dari tiap pintu keluar ular dan kalajengking sampai hari qiyamat.
قال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ زَنَى بامرأةٍ فَتَحَ الله عَلَيْهِ في قَبرِهِ ثمانية أبْوابٍ مِنَ النَّارِ يَخْرُجِ مِنْ تِلْكَ الأبوابِ عَقَارِبُ وَحَيَّاتٌ إلى يَوْمِ القِيَامَةِ}.

SHOLAT
Sholat lima waktu hukumnya wajib, orang yang melaksanakan sholat dengan baik tidak mengurangi haqnya maka Allah telah berjanji akan memasukkannya ke surga, dan orang yang meninggalkannya sebab meremehkan haqnya maka tidak ada ahdun (janji) terhadap Allah maka Allah bisa menyiksanya bisa pula menyayanginya. Sebagaimana hadits Nabi  
عن عبادة بن الصامت رضي اللَّه تعالى عنه عن النبي صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال "خمس صلوات افترض اللَّه تعالى على عباده فمن جاء بهن تامات ولم ينقصهن استخفافا بحقهن كان له عند اللَّه عهد أن يدخله الجنة، ومن تركهن استخفافا بحقهن لم يكن له عند اللَّه عهد إن شاء رحمه وإن شاء عذبه"

Adapun keutamaan sholat adalah sebagaimana dalam hadits.
قال رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم "الصلاة مرضاة للرب تبارك وتعالى
1. Mendapar rido Allah, وحب الملائكة  2. Dicintai para malaikat وسنة الأنبياء  3. Mengikuti tingkah laku para Nabi, ونور المعرفة وأصل الإيمان،  4. Cahaya kema’rifatan,  5. Bibit dari iman, وإجابة الدعاء  6. Di ijabahnya do’a, وقبول الأعمال  7. Diterimanya amal وبركة في الرزق  8. Rizqinya berkah. وراحة للأبدان 9. Badan terasa enak dan senang, وسلاح على الأعداء10. Pedang bagi orang mukmin atas musuh-musuhnya, وكراهية للشيطان 11. Dibenci syetan, وشفيع بين صاحبها وبين ملك الموت 12. Syafaat antara dia dan malaikat maut, وسراج في قبره 13. Mendapat penerang di kuburnya وفراش تحت جنبه  14. alas tidur di kuburnya, وجواب مع منكر ونكير  15. Bisa menjawab pertanyaan malaikat munkar dan Nakir, ومؤنس في قبره إلى يوم القيامة، 16. Mendapat kesenangan di kuburnya sampai hari kiamat,
فإذا كانت القيامة صارت الصلاة ظلا فوقه  17. Sholat menjadi pengayom pada hari kiamat yang sangat panas, وتاجا على رأسه  18. Sholat menjadi mahkota di kepalanya, ولباسا على بدنه 19. Sholat menjadi pakaian atas badannya, ونورا يسعى بين يديه  20. Sholat menjadi cahaya sebagai penunjuk jalan, وسترا بينه وبين النار، 21. Sholat bisa sebagai penghalang antara dia dan neraka, وحجة للمؤمنين بين يدي الرب تبارك وتعالى 22. Sholat bisa hujjah dihadapan Allah,             وثقلا في الموازين  23. Sholat berat dalam timbangan amal baiknya, وجوازاً على الصراط ، 24. Bisa selamat melewati jembatan shirotol mustaqim, ومفتاحاً للجنة  25. Sholat menjadi Kunci surga, sebab sholat itu mengandung tasbih, tahmid, taqdis, ta’dzim, bacaan, dan do’a dan amal paling utama adalah sholat pada waktunya. 
Berwudlu bisa mengeluarkan dosa, dan bisa menghapus dosa yang ada diantara dua wudlu terus sholat, sebagaimana dalam hadits.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: {مَنْ تَوَضَّأ للصَّلاةِ فأحْسَنَ الوُضُوءَ، ثُمَّ قَامَ إلى الصَّلاةِ فإنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أمُّهُ}.
“Barang siapa berwudlu untuk sholat dan wudlunya dilaksanakan dengan bagus kemudian sholat maka semua kesalahannya keluar dari tubuhnya seperti hari dilahirkan ibunya”.
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: {مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلاةِ وَصَلَّى كَفَّرَ الله ذُنُوبَهُ ما بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلاةِ الأُخْرَى التي تليها}.
“Barang siapa berwudlu karena untuk sholat kemudian ia melakukan sholat maka Allah melebur dosa-dosa antara sholat yang satu dengan sholat yang lain yang mengiringinya”.
 Orang tidur dalam keadaan mempunyai wudlu terus mati maka mati syahid, orang yang tidur mempunyai wudlu mendapat pahala seperti pahalanya orang yang siang berpuasa dan malamnya ibadah sholat malam,  
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ نامَ عَلَى وُضُوءٍ فَأَدْرَكَهُ الموتُ في تلكَ الليلةِ فَهُوَ عِنْدَ الله شَهِيدٌ}.
“Barang siapa tidur mempunyai wudlu terus menemui ajalnya pada malam itu maka menurut Allah ia mati syahid”  
وقال صلى الله عليه وسلم: {النَّائَمُ الطَّاهِرُ كَالصائِمِ القَائِمِ}
“Barang siapa tidur dalam keadaan mempunyai wudlu maka pahalanya seperti orang yang siang puasa dan malamnya ibadah”.
Orang yang berwudlu dalam keadaan mempunyai wudu akan mendapat sepuluh kebaikan, tidak sah sholat tanpa wudlu, tidak sempurna wudlu tanpa menyebut nama Allah. Basuhan wudlu yang wajib itu cuma sekali, jika dua kali dalam membasuh maka mendapat dua bagian pahala, jika membasuhnya tiga kali maka seperti wudlunya para Nabi terdahulu, sebagaimana hadits  
وقال صلى الله عليه وسلم: {صِبْغَةُ الوُضُوْءِ مرَّةٌ، فَمَنْ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ كانَ لَهُ كِفْلان مِنَ الأجْرِ، وَمَنْ تَوَضَّأَ ثلاثا فَهُوَ وُضُوءُ الأنْبِيَاء مِنْ قَبْلِي}.
Nabi saw bersabda “ Basuhan wudlu itu sekali, maka barang siapa basuhan wudunya dua kali maka mendapat dua kali pahala wudu, dan barang siapa basuhan wudunya tiga kali maka seperti wudunya para nabi sebelumku”.
Wudu diatas wudu bagaikan cahaya di atas cahaya
وقَالَ صلى الله عليه وسلم: {الوُضُوءُ عَلَى الوُضُوءِ نُورٌ عَلى نُورٍ}.
Ibadah yang paling awal dihisabnya pada hari qiyamat adalah sholat, sebagaimana hadits Nabi saw.
أن رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم قال "أوّل ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة، فإن كان قد أتمها هوّن عليه الحساب وإن كان قد انتقص منها شيئا قال اللَّه تعالى لملائكته هل لعبدي من تطوع فأتموا الفريضة من التطوّع وإن تم جرى جميع الأعمال على حساب ذلك"
Sesungguhnya Rosulullah saw bersabda “awal ibadah yang pertama kali dihisab pada hari qiyamat adalah sholat, jika sempurna sholatnya maka Allah meringankan hisabnya, jika kurang sempurna maka Allah menanyakan kepada para malaikat apakah hambaku ini mempunyai ibadah sunnah, jika ada maka masukkan buatlah untuk menyempurnakan fardu, jika sempurna maka semua amal dihisab dengan cara  begitu.
Bapak-bapak ibu-ibu yang kami hormati, banyak sujud penyebab bisa mendapatkan syafaat dan menjadi teman Nabi di Surga, dan meminta sesuatu kepada Allah dengan cara sholat akan di beri permintaannya, sebagaimana hadits 
وقال رجل يا رسول الله ادع الله أن يجعلني من أهل شفاعتك ويرزقني مرافقتك في الجنة قال عليك بكثرة السجود وقال من صلى ركعتين لم يحدث فيهما نفسه بشيء من الدنيا غفر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر في رواية لم يسأل الله شيئا إلا أعطاه
Ada seorang laki-laki berkata wahai Rosulullah saw berdoalah kepada Allah agar aku menjadi orang yang termasuk mendapat syafaatmu, dan menjadi temanmu di Surga, Nabi menjawab banyak-banyaklah sujud kepada Allah, artinya banyak sholat, dan Nabi bersabda “ barang siapa sholat dua rokaat dan hatinya tidak memikirkan masalah dunia maka diampuni dosa-dosanya yang telah lewat dan akan datang, dalam riwayat lain, tidaklah meminta sesuatu kepada Allah kecuali Allah memberinya.


 Jika kita mempunyai hajat maka carilah dengan melalui sholat, sebab sholat itu menghadap Allah dan semua alam semesta berada dalam kekuasaannya, oleh sebab itu sepantasnyalah kita melakukan sholat untuk menggapai segala kebutuhan kita,
قال وهب بن منبه: إن الحوائج لم تطلب من اللَّه إلا بمثل الصلاة، وكانت الكروب العظام تكشف عن الأولين بالصلاة، قلما نزل بأحد منهم كربة إلا كان مفزعه إلى الصلاة،
Wahab bin munabbah berkata “ Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang dicari dari tangan Allah yang lebih baik kecuali dengan sholat, orang-orang dulu dari golongan para Nabi menghilangkan permasalahannya dan kesusahannya dengan sholat, ketika terkena kesusahan maka mengatasinya dengan sholat.
 Orang yang sholat dan hatinya menghadap kepada Allah maka keluar semua dosanya, sebagaimana hadits Nabi saw.
وروى عن النبي صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال "من صلى ركعتين مقبلا على اللَّه بقلبه خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه"
Dari Nabi saw sesungguhnya Nabi bersabda “ Barang siapa sholat dua rokaat dan hatinya menghadap Allah maka keluar dosa-dosanya seperti hari dilahirkan ibunya”.
Perumpamaan orang yang menghadap Allah dan hatinya tidak konsentrasi itu seperti orang berhadapan dengan raja yang meminta maaf atas kesalahannya terus wajahnya menoleh kekiri dan kekanan maka raja tidak akan memenuhi hajatnya.

Orang yang sholat mempunyai tiga kemuliaan yaitu 1. kebaikan bertebaran diatas kepalanya dari atas langit sampai atas kepalanya,  2. Para Malaikat mengelilinginya mulai telapak kakinya sampai langit, 3. Ada malaikat yang memanggil-manggil seandainya hamba mengetahui siapa yang ia ajak ngobrol niscaya ia tidak akan pindah dari tempat sholatnya.
عن النبي صلى اللَّه عليه وسلم أنه قال "للمصلي ثلاث كرامات: يتناثر البر على رأسه من عنان السماء إلى مفرق رأسه، والملائكة محفوفة من قدميه إلى عنان السماء، وملك ينادي لو يعلم العبد من يناجي ما انتقل من صلاته"

عن النبى صلى الله عليه وسلم من حافظ على الصلوات الخمس أعطاه اللَّه تعالى خمس خصال: أوّلها يرفع عنه ضيق العيش، ويرفع عنه عذاب القبر، ويعطى كتابه بيمينه، ويمر على الصراط كالبرق الخاطف ويدخل الجنة بغير حساب
Orang yang selalu melaksanakan sholat akan dimulyakan Allah dengan 5 perkara : Allah mengangkat kesempitan Rizqi darinya, menghilangkan siksa qubur darinya, Allah memberi kitab amal dengan tangan kanannya, berjalan di sirotolmustaqim seperti kilat yangn menyambar, dan masuk surga tanpa hisab.

Dan barang siapa meremehkan sholat maka Allah menyiksanya dengan 15 siksaan : Enam siksaan di dunia yaitu tiga ketika mati, tiga ketika masuk dalam qubur, tiga ketika bertemu Tuhannya (pada hari qiyamat).
Adapun Enam siksaan di dunia adalah : 1. dihilangkan berkah Umurnya, 2. dihapus ciri-ciri sholeh dari wajahnya, 3. Setiap amal yang ia kerjakan tidak mendapat pahala, 4. doanya tidak diangkat kelangit, 5. tidak mendapat bagian dari do'anya orang sholeh, 6. keluar rohnya tanpa membawa Iman.
Adapun siksaan yang menimpanya ketika mati adalah : 1. mati dalam keadaan hina, 2. mati dalam keadaan lapar, 3. mati dalam keadaan haus walaupun ia diberi minum semua laut dunia maka ia tidak akan segar.
Adapun siksaan yang menimpa orang yang tidak sholat ketika dalam qubur adalah : 1. Allah menyempitkan quburannya sehingga tulang-tulangnya patah bersilang, 2. di dalam quburnya ia tidur di atas bara api siang dan malam, 3. Allah menguasakan atas dirinya didalam quburnya sebuah Ular besar  bernama Syuja' al-Aqro' yang memukulinya atas menyia-nyiakan sholatnya, dan siksaan it uterus berlangsung sampai habisnya waktu sholat.
Adapun siksaan yang menimpanya ketika bertemu Tuhannya adalah : 1. ketika langit terbelah maka datang malaikat dan ditangannya ada rantai yang panjangnya ada 70 diro' digantungkan diatas lehernya kemudian memasukkannya kedalam mulutnya dan mengeluarkannya dari duburnya dan para malaikat menyerukan: Inilah balasan Orang yang menyia-nyiakan Fardu-Fardu Allah, Shohabat Ibnu Abbas Ra. bersabda : jika satu mata rantai jatuh ke bumi maka ia akan membakarnya, 2. Allah tidak melihat kepadanya, 3. Allah tidak membersihkannya dan baginya siksaan yang berat.
Orang yang meninggalkan sholat jika mengangkat suapan makanan kemulutnya maka makanan berkata kepadanya “ Semoga Allah melaknatimu wahai musuh Allah, kamu memakan rizqi Allah dan kamu tidak melaksanakan kewajibannya. Orang yang tidak sholat pakaian yang dipakai ingin lepas dari jasadnya dan baju berkata kepadanya “ Seandainya tuhan tidak menundukkan aku untukmu maka saya akan lari darimu”.
Orang yang tidak sholat jika keluar dari rumahnya, Rumah berkata kepadanya :”Semoga Allah tidak menemanimu dalam perjalananmu dan tidak menjaga rumahmu saat kepergianmu, Dan semoga Allah tidak mengembalikanmu kedalam keluargamu dengan selamat”.  
Orang yang tidak sholat dilaknati semasa hidupnya dan setelah matinya, Orang yang tidak sholat  mati dalam keadaan yahudi dan dibangkitkan dalam keadaan Nashroni,
Dari Rosulullah Saw : sesungguhnya beliau bersabda kepada shohabatnya : katakanlah janganlah Engkau menjadikan kami orang yang celaka dan terhalang? Kemudian Nabi berkata : tahukah kamu siapakah orang yang celaka dan terhalang? Shoahabat menjawab : Siapakah ia wahai Rosulullah? Nabi menjawab Orang yang meninggalkan Sholat,
Dalam Hadits Isro ketika Nabi Saw datang atas qoum yang memukuli kepalanya dengan batu sampai kepalanya hancur dan setelah utuh kembali, ia memukulinya kembali dan kejadian ini terus berulang-ulang, Nabi Muhammad Saw bersabda: Wahai Malaikat Jibril Siapakah Orang itu? Malaikat Jibril menjawab mereka itu Orang-Orang yang terasa berat kepalanya dari melakukan Sholat.
Diriwayatkan Sesungguhnya Awal sesuatu yang menjadi hitam wajah pada hari qiyamat adalah : Wajah Orang-Orang yang meninggalkan Sholat, Dan sesungguhnya didalam Neraka jahannam ada jurang yang disebut Lamlam didalamnya terdapat ular-ular sebesar leher unta panjangnya perjalanan kuda satu bulan ia menyengat Orang yang meninggalkan Sholat maka racunnya mendidih pada jasadnya selama 70 tahun kemudian menjadi Usang jasadnya.
Orang yang tidak sholat tidak mendapat rahmat dari Allah, dan jika meninggalkan satu kali sholat fardu maka namanya ditulis di pintu Neraka dan pasti akan masuk neraka, sebagaimana dam hadits.
Dari sayidina Aly karromallahu wajhah : Saya mendengar Rosulullah Saw bersabda : Tidak ada dari seorang hamba yang meninggalkan Sholat dan ia tidak menqodoinya (membayarnya) kecuali Allah menulis di wajahnya orang ini keluar dari Rohmat Allah, Dan saya tidak akan menanggungnya, dan jika seorang hamba meninggalkan satu fardu maka namanya ditulis diatas pintu neraka.
Sebuah bangunan jika tidak ada tiang maka tidak akan bisa berdiri, atau rumah yang sudah berdiri terus tiangnya rusak maka rumah akan ambruk, dan seseorang jika tidak sholat maka rusak agamanya sebagaimana hadits, Dari Nabi Saw bersabda : Sholat adalah tiang agama maka barang siapa menegakkannya maka tegaklah agamanya dan barang siapa meninggalkannya maka robohlah agamanya. Dari Nabi Saw  sesungguhnya beliau bersabda : sesungguhnya kejelekan Orang yanng meninggalkan Sholat itu menjalar sampai ke 70 orang dari ahli keluarganya dan tetangganya bahkan sampai dari mulai hari sekarang sampai ke zaman Nabi Adam As.
Meninggalkan sholat bukan hanya merusak agamanya saja akan tetapi merusak dunia juga, seperti kisah Nabi Isa as suatu hari beliau berjalan di sebuah desa yang subur banyak pohon-pohonya air sungainya banyak, orang-orangnya bersih-bersih, rumahnya kelihatan indah karena taat kepada Allahnya bagus, kemudian setelah tiga tahun kemudian melewati desa itu lagi Nabi Isa merasa aneh atas keadaan desa itu, melihat semuannya telah rusak serta keluarganya, isteri-Isterinya dan desanya telah rusak, lantas Nabi Isa munajat kepada Allah : Wahai Allah dengan sebab apa mereka dirusak, Apakah mereka meninggalkan Sholat dan meninggalkan Ta'at? Allah menjawab tidak! Tapi telah lewat di desa ini  Orang yang meninggalkan sholat dan ia membasuh mukanya dengan air desa ini, terus air basuhannya jatuh di atas bumi desa ini dan rumah-Rumah mereka maka sebab itu desanya menjadi rusak.
Orang yang meninggalkan sholat saat meninggal bentuknya seperti Babi hitan, sebagaimana hadits. Diriwayatkan Sesungguhnya pada suatu hari Nabi Saw : duduk bersama Shohabat-Shohabatnya kemudian datanglah seorang pemuda dari Arab ke pintu masjid sambil menangis, terus nabi bertanya : kenapa kamu menangis wahai pemuda? Lantas ia menjawab, Wahai Rosululloh Ayahku mati dan tidak ada yang mau mengkafani dan memandikannya. kemudian Nabi memerintahkan Shohabat Abu bakar dan Shohabat Umar Ra. agar pergi menuju mayit, setelah sampai di rumahnya sohabat umar dan sahabat abu Bakar melihat mayit seperti babi yang hitam, kemudian keduanya kembali kepada Nabi Saw dan keduanya berkata : Wahai Rosulullah kami tidak melihatnya kecuali seperti babi yang hitam, kemudian Nabi bangun menuju jenazah dan berdo'a maka seketika mayit menjadi seperti bentuk semula yaitu manusia biasa, kemudian Nabi menyolati dan ketika mereka akan menguburnya mereka melihat mayit seperti babi hitam, kemudian Nabi Saw bertanya  : hai pemuda Apa amal bapakmu waktu di Dunia? Pemuda menjawab : ia meninggalkan Sholat, lantas Nabi Saw bersabda : Wahai Shohabat-Shohabatku lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sholat, Allah akan membangkitkannya pada hari qiyamat seperti babi hitam. Kami minta perlindungan dari Allah dari itu Amin.
Ya Allah semoga Engkau menjadikan kami, anak-anak kami, seluruh allumni patwa, seluruh warga mertapada dan sekitarnya termasuk orang melaksanakan sholat dengan baik, tidak pernah meninggalkannya
 لاحول ولاقوة الابالله العلى العظيم  
والحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين